Arisyn Huo Shu : Pendatang Baru yang Langsung Mengacak IEM Under 1 Juta

Review Arisyn Huo Shu

 

Halo lagi guys! Sekarang Mimin mau ngebahas IEM pertama dari Arisyn nih. Nama IEM nya adalah Arisyn Huo Shu. Walaupun nama Arisyn masih baru di Indonesia, tapi kualitas suaranya ternyata ga bisa dipandang sebelah mata loh. Tanpa lama lagi, kita langsung masuk ke pembahasannya yuk!

 

PEMBUKA :

Arisyn merupakan brand audio portable baru yang siap bersaing di dunia audiophile. Awalnya mereka memperkenalkan diri ke pasar audio portable Indonesia dengan merilis beberapa macam kabel IEM, mulai dari Arisyn Gu Yun, Yang Chun, Bai Xue, Mu Gu, Liu Shui, dan juga Chao Zhong. Harganya juga bervariatif, ada yang harganya 300 ribuan, bahkan sampai 2,3 jutaan. Dengan banyaknya seri kabel yang mereka rilis, membuktikan juga kalau mereka siap melawan banyak brand yang sudah terkenal lebih awal.

Gambar Ariysn Huo Shu

Sekarang Arisyn sudah membawa barang baru mereka yang berupa IEM yang bernama Arisyn Huo Shu. IEM ini terinspirasi dari puisi Dinasti Tang. Huo Shu (Fire Tree) sendiri menggambarkan kemegahan Festival Lampion di Luoyang pada tahun 705 M. Ribuan lampion yang menyala serentak menciptakan pemandangan seperti “pohon api”, yang melambangkan simbol energi, kehangatan, dan juga kehidupan. Fisolofi tersebut kemudian mereka jadikan karakter visual dan juga suara dari IEM Arisyn Huo Shu ini.

Arisyn Huo Shu merupakan IEM yang menggunakan single dynamic driver 10mm LCP (Liquid Crystal Polymer). Harganya sendiri di marketplace Indonesia sekitar 700 ribuan.

 

PACKAGING :

Untuk sebuah brand baru, Arisyn ini terasa niat sekali dalam pengemasan IEM ini. Ukuran dari box-nya termasuk sedang, dengan warna oranye nya yang sangat mendominasi. Di depan box-nya terdapat gambar pemandangan dari banyak lampion yang berterbangan di sekitar pohon berdaun kemerahan dan juga sebuah pagoda. Terdapat juga tulisan dari nama IEM-nya.

Gambar Kelengkapan Arisyn Huo Shu

Kelengkapan yang diberikannya juga termasuk banyak untuk kelas harganya. Di dalamnya terdapat sepasang IEM, kabel Arisyn Yang Chun, 3 pasang eartips normal bore, sebuah pouch, sebuah artwork yang sama seperti gambar di depan box-nya, beserta kartu dengan gambar waifu, xixixi. Pokoknya lengkap dan ga main-main deh isi kelengkapannya. Oh ya, IEM ini juga memiliki 2 varian kabel, ada yang menggunakan jack 3.5mm dan juga jack 4.4mm.

 

DESAIN :

Desain dari IEM ini sangat menarik terutama di bagian faceplate-nya. IEM ini terdiri dari 3 bahan yang terbagi di bagian faceplate, shell, dan juga nozzle-nya. Faceplate yang digunakan di IEM ini terbuat dari kayu asli, yaitu kayu African Padauk/kayu koral Afrika. Kayu ini memiliki ciri khas yang berwarna merah saat baru dipotong yang lama kelamaan akan berubah warnanya menjadi cokelat keunguan. Desain faceplate seperti ini menurut Mimin termasuk yang unik banget, apalagi untuk di harganya. Warna dari kayunya juga seakan-akan memberikan kesan hangat dan organik gitu.

Untuk bagian shell-nya terbuat dari resin yang dibuat dengan teknologi 3D printing HeyGears yang sangat presisi. 3D printing HeyGears belakangan ini sudah membantu dalam membuat shell dari banyak housing IEM yang harganya jutaan loh. Dan untuk bagian nozzle dari IEM ini terbuat dari bahan metal. Nah, finishing dari IEM ini juga termasuk yang rapi banget Mimin sama sekali ga ngerasain adanya bagian yang kasar di bagian keseluruhan housing-nya. Bener-bener deh, jadinya Arisyn kelihatan serius dan peduli banget ya dalam membuat IEM ini.

Gambar Desain Arisyn Huo Shu

Kabel yang dipakai untuk IEM ini juga termasuk kabel yang bagus. Nama dari kabelnya adalah Arisyn Yang Chun. Warna kabelnya oranye yang terbuat dari Pure Copper Litz, 4 strands. Bagian bawahnya braided, sedangkan bagian atasnya twisted. Walaupun kabelnya tidak termasuk tebal, tapi ini juga yang membuat kabelnya menjadi ringan saat dipakai. Bagusnya juga kabel ini termasuk yang mudah banget untuk diatur, karena bahannya yang tipis dan fleksibel. Selain itu, Mimin juga tidak begitu merasakan adanya masalah microphonic dari kabel ini. Pokoknya ajib banget deh kabel Arisyn Yang Chun ini.

 

FITTING :

Mimin suka dan cocok dengan fitting dari IEM ini. Housing IEM-nya termasuk kecil dan pipih. Terdapat sedikit tonjolan seperti finch atau sayap pada bagian shell-nya, tapi bentuknya masih yang agak landai. Bukan yang menonjol seperti beberapa IEM semi-pseudo lainnya. Jadinya seharusnya akan cocok untuk kalian yang berkuping kecil.

Bentuk dari nozzle-nya juga masih tergolong normal. Diameternya tidak terlalu lebar, hanya saja panjang nozzle-nya sedikit saja terasa panjang. Mimin sarankan untuk menggunakan eartips yang tidak terlalu panjang saat menggunakan IEM ini.

Oh ya, bentuk dari earhook-nya juga pas banget melingkari belakang daun telinga Mimin. Bahannya juga masih terbilang lentur, bukan yang kaku sampai bikin daun telinga Mimin menjadi memiliki bekas lekukan earhook, wkwk. Pokoknya nyaman banget fitting dari IEM ini.

 

DRIVABILITY :

IEM ini masih termasuk mudah untuk di-drive. Mimin biasa memakai IEM ini dengan kabel 3.5mm bawaannya (Ariysn Yang Chun) yang dipasangkan ke DAC/AMP TimeEar BTE-9 di mode bluetooth-nya. Di low gain, untuk Mimin yang low volume listener (orang yang suka mendengarkan IEM di volume yang lebih rendah daripada kebanyakan orang), volume 7-9 dari 63 sudah terasa cukup kok. 

 

SUARA :

Menurut Mimin, suara dari Arisyn Huo Shu ini termasuk mid centric. Maksudnya itu suara yang paling di-highlight oleh IEM ini adalah frekuensi mid-nya. Vokal perempuan terasa maju dan bening, suara detail dari treble-nya juga terdengar jelas, dengan mid bass yang menghentak.

Gambar Grafik Suara Arisyn Huo Shu

BASS :

Kuantitas bass dari IEM ini menurut Mimin termasuk yang cukupan saja. Fokusnya lebih ke mid bass daripada sub bass. Jadinya suara bass-nya akan terdengar lebih ke pukulannya daripada rumble atau gemuruhnya. Hentakan dari mid bass-nya itu berasa banget physicality-nya. Nah untungnya, sub bass-nya ini tidak terasa roll off atau hilang. Hal itu bisa didengarkan di beberapa lagu yang Mimin dengarkan, misalnya lagu dari Creepy Nuts yang berjudul “Otonoke”, suara rumble-nya itu masih tetap terdengar loh.

Kualitas dari bass yang dihasilkan IEM ini juga bisa membuat Mimin kagum. Walaupun secara kuantitas bass-nya bukan yang besar, namun impact dan tekstur dari bass-nya itu terasa mantap banget. Hal itu mungkin bisa disebabkan karena driver, ruang akustik, dan juga bahan dari housing-nya yang sangat bagus dan cocok dalam menghasilkan suara tersebut. Dan ternyata di lagu metal yang biasanya dikenal dengan double pedal yang cepatnya itu juga tidak membuat bass dari IEM ini menjadi keteteran. Beneran mantap jiwa deh kualitas bass dari Ariysn Huo Shu ini, wkwk.

 

MID :

Nah ini nih, bagian suara yang menjadi bintang dari IEM ini. Mid dari IEM ini terasa bening, maju, dan jelas banget. Suara dari vokal perempuan terasa lebih maju daripada vokal laki-lakinya. Contohnya saat Mimin coba mendengarkan lagunya 9Lana yang berjudul “BALALAIKA”, suara penyanyinya terdengar maju, bening, bersih, dan emosinya itu dapet banget. Bobot suara dari vokal penyanyinya juga terasa lebih mendekati tipis. Jadinya suara mid dari IEM ini sangat cocok untuk kebanyakan suara vokal perempuan ataupun suara vokal laki-laki yang bernada tinggi. Untungnya, untuk suara vokal laki-laki yang bernada rendahnya masih tetap memiliki bobot yang pas loh. Jadinya bukan yang ketipisan banget. 

Tapi IEM ini baiknya digunakan di volume yang sedang saja. Karena apabila digunakan di volume yang agak tinggi akan terasa sedikit shouty (vokal nada tinggi yang terlalu maju). Untungnya kalau didengarkan di volume yang sedang atau rendah seperti Mimin, suara vokalnya aman banget dari shouty kok. Gejala sengau dari vokalnya juga tidak begitu terasa di sini. Oh ya, suara dari alat musik instrumen seperti gitar, violin, dan piano dari IEM ini juga terdengar jelas dan natural. Posisinya masih termasuk setara dengan suara vokalnya. Bukan yang terasa sampai mundur banget deh. Pokoknya suara mid dari Arisyn Huo Shu ini menjadi salah satu yang sangat sulit untuk dilawan di kelas harga segini.

 

TREBLE :

Treble dari IEM ini juga tidak kalah bagus dengan frekuensi lainnya. Secara kuantitas, treble dari IEM ini termasuk yang agak banyak. Fokusnya di mid treble daripada upper treble dan lower treble-nya. Namun, hal tersebut yang membuat macro detail dari IEM ini menjadi lebih terasa jelas. Suara dari crash simbal terdengar natural dan pas attack-nya. Bukan yang lemas ataupun bikin sibilance loh. Bobot treble-nya juga masih terasa, sama sekali bukan yang terasa tipis. 

Walaupun fokus treble-nya ada di mid treble, namun presentasi suara dari upper treble-nya ini termasuk yang linear juga untuk di kelas harganya. Upper treble dari IEM ini juga bukan yang paling eksten, tapi micro detail dan sensasi airy yang dihasilkan dari IEM ini masih bisa terdengar dengan jelas di sini. Timbre yang dihasilkannya juga menurut Mimin masih termasuk yang natural. Sama sekali bukan yang terasa metalik ataupun plastiky. Mimin juga tidak begitu merasakan adanya sibilance atau treble yang menusuk kok. Jadinya buat kalian yang suka atau pencari suara macro detail, pasti akan suka dengan IEM ini.

 

TEKNIS :

Teknikalitas dari IEM ini masih termasuk yang bagus untuk di harganya. Bagian teknis yang langsung terasa bagus waktu pertama kali Mimin menggunakan IEM ini itu ada di clarity, resolusi, macro detail, separasi dan juga imaging-nya. Banyak banget aspek teknis yang hubungannya dengan kejelasan suara memiliki level yang cukup tinggi untuk di harganya. Clarity dari IEM ini terasa bening, resolusi dan macro detail-nya juga termasuk yang bagus dan jelas. Pemisahan antar suara yang muncul juga terasa banget misah-misahnya. Begitu juga imaging-nya yang lumayan bisa di-pin point dari mana datangnya.

 

PENUTUP :

Arisyn Huo Shu merupakan IEM single dynamic driver dengan harga sekitar 700 ribuan yang tampil sangat niat untuk sebuah brand baru. Mulai dari packaging yang lengkap (termasuk kabel Arisyn Yang Chun), desain faceplate kayu African Padauk yang unik dan premium, hingga build quality yang rapi berkat 3D printing HeyGears. Semuanya terasa serius digarap oleh mereka. Fitting-nya nyaman dengan housing kecil dan ringan, cocok untuk kuping kecil, serta mudah di-drive.

Gambar Faceplate Arisyn Huo Shu

Secara suara, Arisyn Huo Shu menawarkan karakter mid-centric dengan vokal perempuan yang maju, bening, dan emosional sebagai daya tarik utama. Mid bass terasa punchy dan bertekstur dengan physicality yang mantap, sementara sub bass tetap hadir tanpa roll-off. Treble-nya cukup banyak dengan fokus di mid-treble, menghasilkan macro detail yang jelas tanpa terasa tajam atau sibilant. Dari sisi teknis seperti clarity, resolusi, separasi, dan imaging-nya tergolong sangat baik di kelas harganya, menjadikannya salah satu IEM yang kuat dalam penyajian detail dan kejernihan suara.

 

Cocok Untuk Siapa?

– Pecinta vokal perempuan.

– Penikmat lagu pop, J-pop, akustik, hingga metal dengan tempo cepat.

– Audiophile yang mencari clarity dan macro detail.

– User dengan kuping kecil yang butuh IEM ringan dan nyaman.

– Listener volume rendah–sedang.

 

Kelebihan

– Mid bening, maju, dan sangat engaging.

– Mid bass punchy dengan tekstur dan impact bagus.

– Treble detail, natural, minim sibilance.

– Teknis (clarity, separasi, imaging, resolusi) kuat di kelas harga.

– Desain unik dengan faceplate kayu asli.

– Build quality rapi dan terasa premium.

– Kabel ringan, fleksibel, minim microphonic.

– Mudah di-drive.

 

Kekurangan

– Bisa terasa sedikit shouty di volume tinggi.

– Sub bass bukan tipe yang dalam dan bergemuruh (bukan untuk basshead).

 

Segitu aja yang bisa Mimin jelasin ya. Terima kasih buat temen-temen yang sudah baca. Kalau ada yang ingin ditanyakan, bisa langsung tulis saja di kolom komentar. Sampai ketemu lagi di review selanjutnya. Cheers!