Bass Audio Serbu PAPI 2025! Cerita Seru, Booth Rame, dan Cosplayer Keren!

Halo guys! Gimana nih event PAPI kemarin? Asik kan? Banyak sekali barang audio yang bisa dicoba dan pastinya banyak orang sehobi juga yang belum pernah kalian ketemukan? Ngomong-ngomong, Mimin juga datang ke sana kok. Malah dari hari Jum’at (Tanggal 10) bersama dengan teman-teman Bass Audio lainnya. Buat kalian yang ga sempet datang atau bahkan belum tau event PAPI (Portable Audio Party Indonesia) kemarin itu acara apa, Mimin jelasin dan ceritain dari POV Mimin sendiri ya.

Tanggal 11-12 Oktober kemarin, di hotel Ashley Tanah Abang ada event tahunan audio portabel terbesar se-Indonesia, namanya Portable Audio Party Indonesia (PAPI) 2025. Acara PAPI tahun ini merupakan event PAPI keenam yang sejauh ini sudah diselenggarakan. PAPI kali ini juga menurut Mimin menjadi event PAPI yang paling besar dan meriah daripada PAPI sebelumnya. Karena di sana banyak sekali brand yang datang. Mungkin lebih dari 30 brand yang datang pada saat itu. Selain itu, ada juga beberapa reviewer audio portable mancanegara yang sudah terkenal, seperti Crinacle, Joyce’s Review, AndyAudioVault, Porta-Fi, dan Ted SuperChonk. Beberapa reviewer dan influencer dari dalam negeri juga datang kok, seperti Michael Aftersound Review, Fernanda Gunsan, Aditrk, dan Rudi HRN Project. Di acara seperti ini sudah pasti ada banyak barang giveaway, dari yang murah sampai yang mahal loh.

Di event tersebut, Bass Audio datang dengan brand-brand andalan kami, yaitu: Crinear, Kinera/QoA/Celest, Harmonic Empire, dan brand-brand dari Linsoul (Kiwi Ears, Thieaudio, dan Ziigaat). Selain itu, Bass Audio juga mengajak cosplayer loh. Masing-masing ada yang duduk di booth Kinera dan Harmonic Empire. Cosplayer yang Bass Audio undang ada kak sonshinee yang meng-cosplay Xiao Qiao, dan juga kak jetsukii yang meng-cosplay Black Cat.

Selain itu, Crinacle dan Joyce’s Review juga datang untuk meramaikan booth Bass Audio juga loh. Crinacle duduk di booth brand-nya sendiri yaitu Crinear. Sedangkan Joyce duduk di booth-nya Linsoul. Mereka berdua terlihat antusias waktu di event tersebut. Banyak juga pengunjung yang datang untuk mengajak foto mereka berdua. Jadinya kayak cosplayer yang biasa diajak foto bareng ya, wkwk.

Karena Bass Audio membawa banyak brand audio ke event PAPI 2025 ini, pastinya membuat banyak juga barang yang dibawa. Mimin ceritain beberapa barang yang bikin penasaran, sering dicoba, dan juga disukai oleh banyak pengunjung berdasarkan booth-nya ya.

Di booth Harmonic Empire, sebenarnya bukan hanya barang dari Harmonic Empire nya saja yang Bass Audio pajang, tetapi ada juga barang-barang dari Tangzu dan juga kabel terbaru dari XINHS. Barang yang menjadi favorit para pengunjung diantaranya adalah

  • Harmonic Empire Xiao Qiao. IEM ini disukai oleh banyak pengunjung di booth Harmonic Empire karena IEM ini memiliki arah suara yang balance warm dengan soundstage yang luas karena desain open back-nya. IEM ini juga memiliki desain yang garang dan futuristik. Reviewnya bisa cek di sini. Belum lagi dengan box waifu nya, hehe. Apakah ini my bini gw?

Foto Harmonic Empire Xiao Qiao

  • Harmonic Empire Sonic Eartips. Eartips terbaru dari Harmonic Empire ini menjadi kesukaan dari banyak orang karena bahannya yang lentur dan tipis. Nyaman sekali saat dipakai. Bentuknya agak pendek dan wide bore. Cocok untuk IEM-IEM dengan nozzle yang agak panjang. Eartips ini membuat suara dari frekuensi mid nya menjadi lebih bersih. Vokal terasa menjadi lebih maju dan lepas. Bassnya lumayan berkurang terutama di mid bass. Dan juga mid treble yang terasa lebih muncul. Jadinya cocok untuk kalian yang ingin mem-balancing IEM dengan tonal yang agak warm. Hal menarik lainnya dari eartips ini adalah harganya. Dengan harga sekitar 90 ribuan, kalian mendapatkan 3 pasang HE Sonic Eartips ini loh.
  • XINHS Red Velvet dan Sigma. Kedua kabel ini menjadi daya tarik bagi banyak pengunjung karena warnanya yang eye-cathing. Warna merah dari XINHS Red Velvet terlihat mengintimidasi, sedangkan warna hitam XINHS Sigma nya terlihat misterius. Suara dari kedua kabel ini juga berbeda. Kalau ingin yang agak warm bisa ke XINHS Red Velvet, yang bright nya bisa ke Sigma. Buat pembahasan lebih lengkapnya, bisa cek pembahasan Mimin di blog sebelumnya di sini ya, hehe.

Foto XINHS Red Velvet dan XINHS Sigma

  • Tangzu Waner 2 Original, Waner 2 Jade Edition, dan Waner 2 x Headphone Zone. Ketiga IEM ini sering dicoba oleh para pengunjung karena harganya yang murah. Selain itu, orang-orang juga penasaran ingin membandingkan suara dari ketiga IEM tersebut. Buat yang belum nyobain langsung dan penasaran dengan suara dari ketiganya, nanti Mimin coba bahas di pembahasan selanjutnya ya. 

Foto Tangzu Waner 2 Headphone Zone, Original, dan Jade Edition

  • Tangzu The King Wukong. IEM ini juga menjadi barang yang lumayan sering dicoba. Para pengunjung penasaran dengan IEM ini karena Tangzu Wukong merupakan IEM flagship dari Tangzu. IEM ini juga memiliki penampilan dan konfigurasi yang menarik. Selain itu, kelengkapan dari box-nya juga sangat mewah, dengan box kayu dan berbagai macam eartips. Suaranya mild vshape. Bisa juga disebut balance warm. Teknisnya juga mantap banget. Sebenarnya IEM ini juga sudah pernah Mimin bahas, mungkin bisa cek aja di website Bass Audio ini ya.

Foto Tangzu The King Wukong

  • Tangzu x HBB Xuan Nv. Walaupun sudah lama, IEM ini masih sering dicoba oleh para pengunjung loh. Karena value-nya masih tinggi untuk IEM di kelas harganya. Kalian juga seharusnya sudah tau dong suara dari IEM ini seperti apa. Mengingat IEM ini sudah cukup lama rilis di Indonesia. Belum lagi banyak reviewer yang sudah membahas IEM ini. Intinya Tangzu x HBB Xuan Nv ini suaranya balance warm yang aman banget untuk kebanyakan orang. Belum lagi warna merah dan desain seperti sayap kupu-kupu. Pokoknya mantap banget.

Foto Tangzu x HBB Xuan Nv

Di booth Kinera/QoA/Celest, barang yang menjadi favorit para pengunjung adalah

  • Kinera Wyvern Black Cat. IEM ini merupakan kolaborasi antara Kinera dengan Bass Audio. Walaupun bentuk housing-nya mirip dengan Kinera Wyvern Black Edition, tapi suaranya berbeda loh. Belum lagi box dari IEM ini sudah ada waifu nya, wkwk. Terdapat juga peningkatan lainnya di paket penjualannya, yaitu berupa eartips yang lebih nyaman dan kabel yang lebih bagus. IEM ini akan Mimin bahas juga di pembahasan selanjutnya OK.

Foto Kinera Celest Wyvern Black Cat

  • 2 IEM prototype dari QoA. Sebenarnya kedua IEM ini belum diberi nama, tapi sudah diperbolehkan untuk dicoba saat acara tersebut. Keduanya memiliki warna housing yang berbeda. Ada yang berwarna merah, ada juga yang hitam. Housing dari kedua IEM tersebut juga transparan. Sayangnya Mimin belum sempat mencoba kedua IEM nya, namun menurut para pengunjung, kedua IEM tersebut memiliki suara yang bagus.

Di booth Linsoul sebenarnya dibagi lagi menjadi 3 brand, yaitu: Kiwi Ears, Thieaudio, dan Ziigaat. Mimin bahas dari Kiwi Ears dulu ya. Barang yang menarik perhatian di booth Kiwi Ears ini antaranya, yaitu:

  • Kiwi Ears Septet. Menurut pengunjung yang mencoba IEM ini, mereka beranggapan kalau Kiwi Ears Septet memiliki teknikalitas yang sangat bagus di harganya. Banyak orang yang penasaran juga dengan konfigurasi driver-nya yang quadbrid dan desain faceplate-nya yang open back. Tonalnya balance bright. Soundstage-nya luas sekali. Imaging dan separasinya juga mantap. Selain itu, resolusi dan detailnya juga sudah next level banget.

Foto Kiwi Ears Septet

  • Kiwi Ears Astral. IEM ini juga banyak dicoba oleh para pengunjung karena banyak reviewer yang beranggapan kalau IEM ini worth it banget di harganya. Dan memang hal tersebut benar adanya. Tonalnya yang balance dan termasuk all-rounder. Cocok dipakai untuk kebanyakan genre lagu. Bassnya punya kuantitas yang pas. Fokusnya lebih ke subbass yang terasa banget dalamnya. Pukulan dari mid bass-nya juga masih ada. Tekstur dan kontrol dari bass nya juga bagus sekali untuk IEM di kelas harga 4 jutaan. Mid-nya clean dan agak tebal. Treble-nya hadir dan airy. Dinamika dan resolusi dari IEM ini juga bagus banget. Soundstage-nya lebar. Imaging-nya cukup presisi. Ajib banget deh.

Foto Kiwi Ears Astral

  • Kiwi Ears Aether. Salah satu IEM planar yang dicari-cari oleh banyak orang. IEM planar ini spesial karena ukuran driver-nya yang lebih besar daripada kebanyakan IEM yang menggunakan driver planar lainnya. Ukuran driver planar yang ada di dalam Kiwi Ears Aether adalah 15,3mm. Selain itu, timbre yang dihasilkan oleh IEM ini termasuk yang natural loh. Jarang sekali IEM dengan driver planar yang bisa memberikan timbre yang natural seperti ini. Tonalnya juga balance dan all-rounder. Soundstage-nya luas, dinamik dan resolusinya bagus. Level teknisnya khas planar banget.

Foto Kiwi Ears Aether

  • Kiwi Ears x HBB Punch. Banyak pengunjung yang penasaran ingin mencoba IEM ini, terutama yang basshead. IEM ini punya kuantitas bass yang besar banget, tapi dengan kontrol yang sangat bagus. Biasanya IEM dengan bass yang besar akan mengganggu suara dari mid dan treble-nya, namun di Kiwi Ears x HBB Punch ini kedua frekuensi tersebut terdengar normal dan natural aja loh. Fokus bassnya lebih ke subbass. Sensasi dari bassnya sangat dalam dan memuaskan. Posisi suara dari mid dan treble-nya sedikit di belakang bassnya, namun vokalnya masih lepas, treble-nya juga masih eksten dan smooth. Teknisnya juga termasuk bagus untuk IEM level basshead. Soundstage-nya luas, separasinya masih terasa misah-misahnya, dinamiknya juga mantap.

Foto Kiwi Ears x HBB Punch

Di booth Linsoul yang Thieaudio juga mantap. Barang-barang yang menariknya adalah

  • Thieaudio Monarch MK4. IEM yang benar-benar menjadi incaran oleh kebanyakan pengunjung di PAPI. Orang-orang penasaran dengan IEM ini karena memiliki 2 macam tonal. Cara mengubah tonalnya juga mudah sekali. Kalian hanya tinggal menggeser switch yang terdapat di bagian atas IEM nya. Tuningan bawaannya adalah balance, sedangkan tuningan yang satunya lagi agak bassy. Hal yang membuat tonal yang pertama menjadi spesial adalah tuningannya yang balance itu. Sama sekali ga ada frekuensi yang lebih dominan disini, sedangkan di tonal yang kedua menjadi spesial juga karena memiliki bass yang besar namun dengan mid dan treble yang masih sama-sama rapi dengan tuningan yang pertama. Teknis dari IEM ini juga mantap sekali. Separasi, soundstage, imaging, resolusi, detail, sampai resolusi juga semuanya bagus.

Foto Thieaudio Monarch MK4

  • Thieaudio Hype 4. IEM yang sempat menjadi benchmark IEM bagus di harga 7 jutaan. IEM disukai banyak orang karena tonalnya yang asik dengan teknikalitas yang bagus juga. Tonalnya mild v-shape. Bassnya agak besar, namun masih belum sampai ke levelnya basshead. Bassnya lebih terasa pukulannya daripada gemuruhnya. Mid-nya sedikit mundur namun vokalnya masih tetap lepas. Treble-nya eksten dan masih termasuk smooth. Bagian teknis yang paling bagus dari IEM ini ada di resolusi, soundstage, separasi dan dinamiknya. Asik banget deh.

Foto Thieaudio Hype 4

Sedangkan di booth Linsoul bagian Ziigaat terdapat banyak IEM yang menarik perhatian, namun yang paling sering dicoba oleh para pengunjung diantaranya:

  • Ziigaat Odyssey 2. IEM baru ini meripakan hasil kolaborasi antara Ziigaat dan Hangout.Audio. Banyak orang yang suka dengan IEM ini karena tonalnya yang balance warm. IEM memiliki mid yang spesial karena terasa tebal namun lepas dan bersih. Bassnya bukan yang paling besar, namun masih terasa dalam. Treble-nya juga smooth dan nyaman dipakai lama-lama. Pembahasan lebih lengkapnya, bisa dilihat di sini ya.

Foto Ziigaat x Hangout.Audio Odyssey 2

  • Ziigaat Odyssey lama. IEM ini juga masih menjadi incaran oleh banyak pengunjung. Karena tonalnya yang lebih asik dengan mid bass-nya yang punchy, dan juga treble yang maju namun smooth. IEM ini merupakan pilihan yang lebih asik dengan tonal yang mild v-shape daripada Odyssey 2 yang terasa lebih balance.

Foto Ziigaat Odyssey

  • Ziigaat Crescent. IEM baru lainnya dari Ziigaat dengan tonal yang masih mirip dengan Odyssey lama, namun dengan tambahan upper treble. Membuat tonal dari IEMnya akan terasa lebih U-shape daripada mild V-shape. Bassnya punchy dengan impact yang mantap. Kuantitasnya juga masih pas. Bukan yang besar banget. Mid-nya agak mundur. Tapi vokalnya masih terdengar lepas. Treble-nya juga terasa eksten dengan kuantitas yang agak banyak, namun masih smooth tanpa ada peaking dari treble-nya.

Foto Ziigaat Crescent

Dan yang terakhir ada booth-nya Crinear. Di booth ini terdapat banyak IEM prototype dari Crinear. Ada yang akan di-launching dalam waktu yang dekat, ada yang masih dalam tahap pengembangan, dan ada juga barang yang sudah discontinue. Barang yang menjadi daya tarik menurut kebanyakan orang yang datang diantaranya:

  • Crinear Meta. IEM yang hanya di-launching sebanyak 999 unit ini pastinya membuat orang-orang menjadi penasaran dengan suaranya. Selain ‘kelangkaan’nya, suara dari IEM ini juga istimewa loh. Karena suaranya mendekati target JM1 atau yang belakangan ini sering disebut target META oleh orang-orang di forum luar negeri. Bassnya pas secara kuantitas. Bassnya juga terasa tight, gesit, dan dalam. Mid-nya bersih dan lepas. Treble-nya terasa detail, airy, dan masih smooth. Teknisnya juga sangat bisa bersaing dengan IEM-IEM di kelas harga atasnya.
  • Crinear Daybreak. Sudah jelas IEM ini menjadi pembicaraan di event PAPI 2025 kemarin. Karena sudah beberapa bulan ini banyak orang di internet membicarakan IEM ini. Tuningannya yang balance dengan teknis yang solid, pastinya membuat orang-orang suka dengan IEM ini. Belum lagi harganya yang sangat bersaing di harganya. Untuk pembahasan soal suaranya, bisa mampir ke tulisan yang pernah Mimin bahas di web site Bass Audio ya, hehe.

Foto Crinear Daybreak

  • Crinear Reference. IEM yang disukai oleh para reviewer luar negeri pada saat mereka datang ke event SIAS (Shenzhen International Audio Show) 2025 pada bulan Agustus kemarin. Dan ternyata, orang-orang yang datang ke event PAPI 2025 juga banyak yang suka dengan IEM ini. Karena tonal dan timbre nya yang beneran natural. Saat Mimin mencoba IEM ini pun sampai terkesima sendiri. IEM ini beneran cocok banget dinamai Reference.
  • Moondrop x Crinacle Meteor Dusk Edition. Salah satu barang yang yang bukan berasal dari brand Crinear, namun merupakan barang kolaborasi antara Crinacle dan Moondrop. IEM ini juga banyak disukai oleh banyak pengunjung yang datang. Bahkan ada yang mencoba IEM ini lama-lama sampai sedikit membuat antrean. Menurut Mimin, IEM ini memiliki suara yang mid-centric. Tapi Mimin kurang tau apakah tuningan yang sekarang sudah final atau belum. Kalau ada kabar lebih lanjut, akan Mimin update lagi disini, OK!
  • Crinear Protocol Max. Dongle DAC pertama yang dibuat oleh Crinear. Dongle DAC ini banyak disukai oleh para pengunjung karena bentuknya yang kecil, tampilannya yang keren, power nya yang besar, dan ada pula switch yang bisa mengubah power output-nya. Bisa menjadi mode eco yang hemat daya atau mode boost yang lebih besar power keluaran suaranya. Dongle DAC ini juga spesial karena bisa mengubah PEQ (Parametric Equalizer) lewat website hangout.audio loh.

Foto Crinear Protocol Max

Sebenarnya masih banyak barang yang ingin Mimin bahas disini, tapi karena segini saja sudah banyak, lebih baik Mimin stop sampai sini saja ya, wkwk. Buat yang ingin tanya-tanya, bisa langsung komen di FB Bass Audio soal pembahasan ini atau chat lewat messenger FB nya ya.

Segitu aja yang bisa Mimin jelasin ya. Terima kasih buat temen-temen yang sudah baca. Sampai ketemu lagi di tulisan selanjutnya. Cheers!