Binary Acoustics EP321 MEMS: Direct Drive MEMS Terjangkau!

Review Binary Acoustic EP321 MEMS

 

Ada yang pernah mendengar soal driver MEMS ga? Teknologi driver terbaru yang membuat banyak orang kagum itu… Driver MEMS terkenal karena memiliki transient speed yang super cepat, umumnya agak berat di-drive karena membutuhkan energizer, dan juga mahal. Namun sekarang, Binary Acoustic baru saja merilis IEM dengan driver MEMS di harga yang cukup terjangkau. IEM ini juga dibuat tanpa membutuhkan energizer eksternal loh. Nama IEM-nya adalah Binary Acoustics EP321 MEMS. Tanpa basa-basi lagi, kita langsung masuk ke pembahasannya yuk!

 

PEMBUKA :

Binary Acoustics merupakan brand yang lumayan terkenal semenjak mereka membuat IEM Binary Acoustics Chopin, yang merupakan hasil kolaborasi dengan reviewer Gizaudio. Setelahnya juga, mereka mencoba untuk membuat IEM 4 Dynamic Driver yang bernama Binary Dynaquattro. Dari kedua IEM tersebut, lumayan menunjukan kalau Binary merupakan brand yang senang membuat IEM-IEM unik dan agak eksperimental. Hal itu masih berlanjut hingga akhirnya mereka meluncurkan IEM unik ini, yaitu Binary Acoustics EP321 MEMS.

Sesuai dengan namanya, Binary Acoustics EP321 MEMS ini adalah IEM yang di dalamnya terdapat driver MEMS. Driver MEMS sendiri merupakan teknologi driver berbasis semikonduktor (mirip chip silikon), bukan diafragma konvensional seperti Dynamic Driver (DD), Balanced Armature (BA), Planar, atau EST. MEMS merupakan driver yang diafragmanya sangat tipis, kaku, dan super ringan. Dia bekerja dengan cara digetarkan oleh gaya elektrostatik/piezo-like pada skala mikro. Selain itu, driver MEMS juga diproduksi dengan teknologi fabrikasi chip (semiconductor process). Semua hal itu yang menyebabkan MEMS ini memiliki ciri-ciri seperti presisi tinggi, respon super cepat, distorsi sangat rendah, dan konsistensi antar unit sangat bagus.

Semua keunggulan dari Driver MEMS di atas merupakan alasan mengapa jenis driver ini dikembangkan. Tidak lain adalah untuk mengatasi keterbatasan driver konvensional, terutama di frekuensi tinggi. Misalnya kebanyakan driver DD tidak bisa membuat suara treble yang cepat dan linear, ataupun beberapa driver BA yang masih menghasilkan timbre metalik. Namun, dengan teknologi yang baru dan advance ini juga yang menyebabkan driver MEMS pada umumnya menjadi mahal. Entah itu karena implementasinya yang sulit ataupun dibutuhkannya energizer tambahan karena kebutuhan power dan kontrol yang tinggi. Pokoknya ribet deh.

Gambar Binary Acoustics EP321 MEMS

Nah, hebatnya Binary Acoustic berhasil membuat IEM dengan driver MEMS yang mudah di-drive dan juga dengan harga yang termasuk terjangkau. IEM ini memiliki teknologi yang membuatnya menjadi Direct Drive MEMS tanpa memerlukan amplifier eksternal pertama di dunia. Hal itu disebabkan karena Binary telah menanamkan built-in energizer ke dalam IEM ini. Beneran inovasi yang keren dari Binary Acoustic.

Binary Acoustics EP321 MEMS memiliki konfigurasi driver hybrid yang terdiri dari 2 Dynamic Driver (1 aktif + 1 passive diaphragm) + 3 Balance Armature + 1 Direct Drive MEMS. Harganya di marketplace Indonesia adalah 5,1 jutaan. Mantap banget ya kan?

 

PACKAGING :

Packaging dari IEM ini cukup simpel dan kelihatan misterius. Box-nya di dominasi dengan warna hitam. Di depannya terdapat motif yang tidak beraturan dan juga tulisan “MEMS”. Mereka benar-benar menonjolkan driver MEMS-nya. Sedangkan di atasnya terdapat tulisan “Binary Acoustics”, di bawahnya terdapat tulisan “EP321”. Semua tulisan dan motifnya dibuat glossy embos dengan warna hitam. Apabila kalian melihat box ini dari sudut pandang tertentu, tulisan dan motifnya akan tidak begitu kelihatan. Beneran memberikan sensasi yang misterius.

Sedangkan kelengkapan yang diberikan di dalam box-nya terdapat sepasang IEM, kabel 3.5mm Single Ended, kabel 4.4mm Balance, hardcase, dan juga 6 pasang eartips widebore hitam. Yap, kalian ga salah baca kok. Untuk pembelian dari batch pertama, Binary Acoustics EP321 MEMS memberikan 2 pasang kabel dengan jack yang berbeda. Namun, untuk bacth selanjutnya akan hanya diberikan 1 kabel dengan jack 4.4mm saja.

Gambar Box Binary Acoustics EP321 MEMS

 

DESAIN :

Menurut Mimin, desain dari housing Binary Acoustic EP321 MEMS ini terlihat sangat cantik. Di faceplate-nya terdapat pola geometris yang bisa menghasilkan warna berbeda-beda tergantung pantulan cahayanya. Faceplate IEM ini juga terbuat dari stainless steel CNC loh. Jadinya terlihat eye catching dan premium banget. Sedangkan bagian shell-nya terbuat dari resin yang dibuat dengan menggunakan 3D printing yang sangat presisi. Oleh karena itu, finishing dari housing-nya juga terasa sangat rapi. Build quality-nya juga termasuk bagus, karena resinnya terasa tebal dan penuh. Warna dari shell IEM ini juga transparan, membuat kita dapat melihat driver yang ada di dalamnya.

Kabelnya Binary Acoustics EP321 MEMS ini agak tipis, warnanya putih, terbuat dari oxygen-free copper silver-plated, 2 strands. Mimin lumayan suka dengan penggunaan kabel ini. Bahannya yang agak tipis membuatnya menjadi ringan, mudah untuk diatur, dan juga tidak microphonic apabila digerak-gerakan ataupun bergesek dengan baju. Selain itu, bagian earhook dari kabelnya juga nyaman sekali. Bentuknya pas mengelilingi telinga Mimin.

Gambar Desain Faceplate Binary Acoustics EP321 MEMS

 

FITTING :

IEM ini memiliki bentuk yang sangat nyaman di telinga Mimin. Bentuknya lumayan ergonomis dengan ukuran yang termasuk normal. Tidak ada bagian yang tajam dari shell-nya. Bentuk dari finch atau sayapnya juga sangat aman. Begitu juga dengan bagian nozzle-nya. Panjang dan diameternya masih sama seperti kebanyakan nozzle IEM lainnya. Mimin masih bisa me-rolling banyak eartips ke IEM ini.

 

DRIVABILITY :

Bagian inilah yang bikin IEM ini mengejutkan. Walaupun menggunakan driver MEMS yang dikenal berat untuk di-drive, namun menurut Mimin, Binary Acoustics EP321 MEMS ini termasuk IEM yang tidak begitu berat untuk di-drive loh. Hal ini terjadi karena di dalam IEM-nya terdapat built-in energizer-nya.

Mimin biasa pakai IEM ini dengan menggunakan kabel 4.4mm bawaan yang dipasangkan ke DAC/AMP TimeEar BTE-9 di mode bluetooth-nya. Di low gain, untuk Mimin yang low volume listener (orang yang suka mendengarkan IEM di volume yang lebih rendah daripada kebanyakan orang), volume 5-7 dari 63 sudah terasa cukup kok. 

 

SUARA :

Impresi suara saat pertama kali Mimin menggunakan IEM ini adalah suaranya terasa bening, detail, transient-nya cepat, dan airy. Suaranya terasa balance bright. Kerasa banget kalau IEM ini meng-highlight bagian treble-nya yang sangat eksten, detail dan cepat. Mid-nya maju dan juga bass yang tight.

Gambar Grafik Suara Binary Acoustics EP321 MEMS

 

BASS :

Kuantitas bass nya menurut Mimin termasuk cukupan saja. Bukan yang besar ataupun kecil. Sub bass dan mid bass nya terasa setara. Suaranya tidak saling mendominasi. Jadinya IEM ini masih bisa menghasilkan sensasi dalam dari sub bass dan juga pukulan dari mid bass nya terasa balance dan tidak saling menutupi.

Secara kualitas, bass nya juga masih termasuk bagus. Dia masih memiliki kontrol bass yang baik, karena tidak begitu terasa terdapatnya bass yang bleeding ke mid-nya. Selain itu, transient speed dari driver DD nya juga masih termasuk yang cepat. Ekor dari bassnya termasuk yang pendek. Contohnya bisa didengar di lagunya Dysmn yang judulnya “Please, Take Away The Pain”, suara kick drum sama sekali ga kerasa numpuk dan bergulung-gulung. 

 

MID :

Mid dari IEM ini termasuk yang bersih, natural dan juga balance. Balance yang dimaksud itu adalah suara low mid yang biasanya terdapat suara laki-laki dan juga suara upper mid yang biasanya terdapat suara perempuan, keduanya terasa berimbang. Tidak ada suara vokal yang lebih dominan di sini.

Secara posisi, vokal yang dihasilkan IEM ini terasa di tengah yang sedikit lebih maju. Emosi vokal perempuannya terasa lepas. Tidak terasa ada suara yang tertahan. Contohnya bisa di dengar dari lagunya 9Lana yang berjudul “propose”. Suara nada tinggi yang dihasilkan oleh penyanyinya terdengar sangat lepas. Jadinya IEM ini aman sekali dari suara vokal yang sengau. Suara kasar atau growl-nya juga terasa mantap. Mimin juga sama sekali tidak merasakan suara vokal yang terlalu maju sampai terdengar shouty. Vokal laki-lakinya juga masih terasa memiliki bobot, walaupun bukan yang paling tebal. Suara alat musik seperti gitar listrik dan violin juga terasa hidup di sini. Secara keseluruhan, mid dari IEM ini masih termasuk natural kok.

 

TREBLE :

Suara treble dari IEM ini merupakan hal yang paling ditonjolkan. Treble-nya benar-benar terasa detail, eksten, cepat dan energik sekaligus terkontrol. Driver utama yang menghasilkan suara treble dari IEM ini adalah driver MEMS-nya. Sensasi suara treble yang dihasilkan oleh driver MEMS ini terasa berbeda bila dibandingkan dengan driver lain. Beberapa IEM yang menggunakan driver lain apabila memiliki treble seeksten ini biasanya akan menyebabkan suara treble-nya memiliki timbre yang kurang natural atau metalik. Namun dengan menggunakan driver MEMS, IEM ini memiliki suara treble yang sama sekali tidak menghasilkan timbre metalik seperti itu. Transient speed-nya juga terasa cepat sekali loh.

Secara kuantitas, treble dari IEM ini termasuk yang lumayan banyak dan energik. Tapi bagusnya, treble yang dihasilkan oleh IEM ini sama sekali ga terasa nyerang. Hal itu lagi-lagi disebabkan oleh driver MEMS-nya. Treble-nya masih termasuk yang balance juga antara mid treble dan upper treble-nya. Namun, apabila di-nitpicking lagi, treble-nya sedikit saja lebih dominan di upper treble-nya. Micro detail dari banyak lagu yang Mimin dengarkan juga terdengar jelas sekali.

Contohnya saat Mimin menggunakan IEM ini untuk mendengarkan lagunya Sambomaster yang berjudul “Seishun Kyousoukyoku”. IEM ini bisa banget menghasilkan suara yang airy sampai ke ujung treble-nya. Suara crash simbal terdengar lepas sekali sampai. Attack-nya juga terasa jelas banget. Pokoknya tidak ada yang menghalangi suara dari treble-nya. Suara distorsi dari gitar listrik juga jelas terasa menggigit di sini. Jadinya IEM ini cocok banget buat kalian yang ini mencari banyak detail dari suatu lagu.

 

TEKNIS :

Binary Acoustic EP321 MEMS ini memiliki teknis yang termasuk tinggi di kelas harganya. Bagian teknis yang paling menonjol dari IEM ini adalah detail, clarity, transient speed, dan juga resolusinya. Belum lagi imaging-nya yang presisi, separasi antar suaranya yang terpisah-pisah, layering-nya rapi, dan soundstage-nya yang termasuk luas. Semuanya keunggulan teknis dari IEM ini membuatnya patut untuk kalian pertimbangkan.

 

PENUTUP :

Secara keseluruhan, Binary Acoustics EP321 MEMS adalah IEM yang benar-benar berhasil menghadirkan teknologi MEMS ke level yang lebih realistis dan relevan untuk penggunaan sehari-hari. Dengan implementasi Direct Drive MEMS tanpa energizer eksternal, EP321 MEMS membuktikan bahwa teknologi canggih tidak selalu harus rumit dan mahal. Karakter suaranya balance bright dengan treble yang lumayan menonjol. Terdengar detail, cepat, eksten, dan airy. Dan juga tanpa timbre metalik yang sering menjadi masalah di IEM lain dengan treble agresif. Midrange terasa bersih, natural, dan seimbang, sementara bass hadir dengan kuantitas yang cukup, tight, dan terkontrol.

Dari sisi teknis, EP321 MEMS tampil sangat kuat di kelas harganya, terutama dalam hal resolusi, clarity, transient speed, separasi, dan imaging yang presisi. Soundstage-nya pun terasa lega dan rapi, membuat pengalaman mendengarkan musik terasa hidup dan engaging. Dengan desain yang premium, fitting yang nyaman, serta drivability yang mengejutkan mudah untuk ukuran IEM berteknologi MEMS, Binary Acoustics EP321 MEMS menjadi pilihan yang sangat menarik bagi penikmat detail, treble head, maupun audiophile yang ingin mencicipi teknologi driver masa depan tanpa harus repot atau keluar biaya terlalu tinggi.

Segitu aja yang bisa Mimin jelasin ya. Terima kasih buat temen-temen yang sudah baca. Kalau ada yang ingin ditanyakan, bisa langsung tulis saja di kolom komentar. Sampai ketemu lagi di review selanjutnya. Cheers!