Review COZOY D1
Akhirnya Bass Audio masukin lagi brand baru nih. Namanya adalah COZOY dengan model IEM pertamanya, yaitu COZOY D1. Walaupun masih baru, tapi IEM ini memiliki suara yang sangat bagus loh untuk di kelas harganya. Penasaran sebagus apa? Yuk, kita langsung masuk ke pembahasannya.
PEMBUKA :

Gambar COZOY D1
COZOY D1 merupakan brand yang baru masuk ke dunia audio. Kalau dilihat dari website-nya, sebenarnya COZOY ini sudah berdiri dari tahun 2014. Dulunya mereka pernah membuat beberapa DAC/AMP yang termasuk bagus pada jamannya. Contohnya seperti COZOY Astrapi, COZOY Takt Pro, dan juga COZOY Rei. Namun setelah itu, mereka sepertinya hiatus dari dunia audio untuk beberapa saat.
Sekarang mereka kembali lagi dengan merilis IEM pertamanya setelah lama menghilang, yaitu COZOY D1. COZOY membuat IEM ini dengan menggunakan Single Dynamic Driver yang terbuat dari Graphene. Sesuai dengan nama serinya ya itu D1. Huruf “D” menandakan kalau IEM ini menggunakan konfigurasi DD, sedangkan angka 1 nya melambangkan kalau IEM ini merupakan IEM pertama mereka. Harganya di marketplace Indonesia adalah 400 ribuan.
PACKAGING :
Untuk kelas harganya, IEM ini memiliki packaging yang ga main-main loh. Secara tampilan sebenarnya cukup simpel. Warnanya hitam dengan tulisan “COZOY” berwarna putih di depannya. Bentuk box-nya persegi panjang dengan ukuran yang sedikit lebih besar daripada kebanyakan box IEM di kelas harganya.

Gambar Box COZOY D1
Yang membuat packaging dari IEM ini terkesan serius adalah box-nya yang tebal dan juga pengalaman saat unboxing-nya. Box-nya ini terasa kokoh dan kuat. Jadinya box seperti ini tidak akan mengalami kerusakan saat berada di pengiriman. Belum lagi, IEM yang berada di dalamnya memiliki ruangan atau bagian tersendiri yang membuatnya menjadi rapi dan juga aman dari guncangan. Benar-benar seperti membuka box IEM mahal.
Kalau soal isi kelengkapan di dalamnya terdapat sepasang IEM, kabel, 3 pasang eartips wide bore pendek, dan juga 3 pasang eartips double flanges. Pilihan eartips yang unik dan jarang sekali ya.
DESAIN :
Menurut Mimin, IEM ini memiliki desain yang cantik dan elegan sekali. Faceplate-nya berwarna biru tua dan hitam dengan tulisan “COZOY” warna putih. Motif dari faceplate-nya juga bisa berubah-ubah sesuai dengan pantulan cahaya. Motif dan warna seperti ini membuat tampilan dari IEM-nya terasa elegan, mewah, dan juga profesional.

Gambar Desain COZOY D1
Build quality-nya juga termasuk bagus. Housing-nya terbuat dari resin yang lumayan tebal dan solid. Finishing-nya juga rapi sekali. Permukaan dari IEM ini bahkan terasa licin saking halusnya. Tidak ada juga bagian yang tajam dari keseluruhan housing-nya. Pokoknya mantap banget deh build quality-nya.
Kabel dari IEM ini juga terasa beda level loh. Sepertinya belum ada kabel bawaan IEM di harga segini yang sudah menggunakan susunan kabel sebanyak 4 strands. Untuk bahan kabelnya terbuat dari Single-Crystal Copper Silver-Plated. Warnanya ungu yang agak terang. Secara keseluruhan, Mimin lumayan suka saat menggunakan kabel seperti ini. Karena kabelnya termasuk tipis, ringan, dan mudah untuk diatur. Oh ya, kabel dari IEM ini juga tidak terasa microphonic sama sekali saat digerak-gerakan atau bergesekan dengan baju.
FITTING :
Bagian ini pastinya disenangi oleh orang-orang yang memiliki ukuran telinga kecil. Soalnya IEM ini memiliki ukuran yang termasuk kecil. Belakangan ini agak jarang IEM yang memiliki ukuran sekecil ini. Bentuknya juga termasuk aman dan tidak aneh-aneh. Bagian shell-nya termasuk datar. Jadinya tidak ada finch/sayap pada shell-nya. Bobot dari IEM ini juga menjadi ringan. Mimin bisa menggunakan IEM ini berlama-lama tanpa ada keluhan dari bentuk housing-nya.
Yang menjadi masalah dari fitting COZOY D1 ini adalah ukuran eartipsnya. Ukuran eartips paling besar dari IEM ini masih sedikit lebih kecil daripada kebanyakan eartips third party yang berukuran M. Oleh karena itu, Mimin sarankan kalian untuk menggunakan eartips lainnya saat ingin memakai IEM ini apabila ukurannya tidak sesuai. Untungnya ukuran nozzle dari IEM ini termasuk normal, baik itu dari ukuran diameter dan juga panjangnya. Jadinya Mimin bisa mengganti banyak eartips ke IEM ini.
DRIVABILITY :
IEM ini menurut Mimin masih termasuk mudah untuk di-drive. Mimin biasa pakai IEM ini dengan menggunakan kabel bawaan yang dipasangkan ke DAC/AMP TimeEar BTE-9 di mode bluetooth-nya. Di low gain, untuk Mimin yang low volume listener (orang yang suka mendengarkan IEM di volume yang lebih rendah daripada kebanyakan orang), volume 10-12 dari 63 sudah terasa cukup.
SUARA :
Di pengetesan suara dari IEM ini, Mimin menggunakan eartips wide bore bawaan dari IEM-IEM seperti 7hz Sonus, 7hz Divine dan 7hz Diablo. Suara dari COZOY D1 ini termasuk balance yang sedikit bright karena ada sedikit penekanan di upper mid-nya. Hal itu menyebabkan beberapa suara seperti vokal ataupun alat musik dengan nada yang agak tinggi menjadi lebih hidup. Hal tersebut masih diimbangi dengan kuantitas bass yang pas dan dalam, serta treble yang termasuk aman dan smooth.

Gambar Grafik Suara COZOY D1
BASS :
Kuantitas bass dari COZOY D1 ini terasa pas. Mimin sama sekali tidak merasa kekurangan ataupun kelebihan kuantitas bass. Ekstensi dari sub bass pada IEM ini termasuk yang bagus sekali. Fokus bass-nya juga lebih ke sub bass daripada mid bass-nya. Jadinya bass yang dihasilkan dari IEM ini akan lebih terasa sensasi dalam dan rumble dari sub bass-nya daripada pukulan dari mid bass-nya. Walaupun begitu, pukulan mid bass-nya tidak sampai terasa kekurangan ataupun hilang kok.
Contohnya di lagunya Creepy Nuts yang judulnya “doppelgänger”. Suara dari bass-nya yang dalam itu terasa masih terasa dalamnya. Mimin juga bisa ngerasain kalau bass yang dihasilkan dari IEM ini juga memiliki kualitas yang termasuk bagus. Karena ekstensinya yang bagus, membuat bass dari IEM ini memiliki tekstur yang terasa jelas. Selain itu, ternyata transient speed-nya juga termasuk gesit loh. Mimin ngerasa kalau bass nya tidak terlalu memiliki ekor yang panjang. Jadinya masih bisa dipakai untuk lagu-lagu yang cepat. Belum lagi kontrolnya yang rapi, membuat suara bass nya sama sekali tidak terasa bleeding ke mid nya. Ajib banget sih bass dari COZOY D1 ini.
MID :
Suara dari mid-nya merupakan frekuensi yang menjadi andalan dari IEM ini. Karena mid-nya terasa cukup maju, lively, bersih, dan lepas. Waktu Mimin mendengarkan lagunya 9Lana yang berjudul “KYUBI”, emosi dari suara penyanyinya terasa lepas banget. Tidak ada yang menahannya disini. Vokalnya juga terasa bersih dan bening. Itu juga menunjukan suara vokal dari IEM ini bebas dari suara yang sengau. Di volume yang Mimin dengarkan juga, suaranya masih aman dari shouty (vokal yang terlalu maju).
Suara vokal laki-laki yang dihasilkan dari IEM ini juga bagusnya masih terasa berbobot loh. Presentasi suara vokal laki-laki masih terasa pas. Bukan yang terasa tipis dan bukan yang paling tebal juga. Sedangkan untuk suara alat musik seperti suara gitar, piano, dan keyboard nya terasa sedikit di belakang suara vokalnya. Namun bagusnya bukan yang sampai terasa mundur sekali. Suara yang dihasilkan kebanyakan alat musiknya masih tetap terdengar jelas dan natural.
TREBLE :
Suara treble yang dihasilkan IEM ini juga terasa memiliki kontrol yang mantap banget. Suaranya terasa cukup smooth dengan timbre yang natural juga. Hal itu membuat suara treble-nya tidak metalik ataupun plastiky. Mimin juga tidak merasakan adanya peak atau tonjolan yang mengganggu dari frekuensi treble-nya. Fokus dari treble IEM ini terasa lebih dominan di mid treble daripada upper treble-nya. Hal itu membuat suara seperti crash simbal terasa memiliki attack yang pas dan tidak terlalu splashy. Selain itu, suara treble seperti ini juga membuatnya aman dari sibilance atau suara treble yang tajam.
Contohnya di lagunya sambomaster yang berjudul “Seishun Kyousoukyoku”. Suara simbalnya terasa aman sekali dari sibilance. Untungnya suara treble yang smooth ini tidak membuat suara garang dari distorsi gitarnya hilang. Rasa garang dari gitar listriknya masih berasa kok. Suara treble-nya juga masih bisa memberikan macro detail yang terasa jelas. IEM dengan treble seperti ini cocok sekali buat kalian yang sensitif dengan suara treble dan ingin menggunakan IEM-nya berlama-lama tanpa bikin capek.
TEKNIS :
Teknis dari COZOY D1 juga ternyata masih bisa bersaing loh dengan beberapa IEM di kelas harga atasnya. Bagian teknis yang paling berasa bagus dari IEM ini adalah soundstage-nya yang luas, imaging-nya yang presisi, dan juga separasi yang terdengar terpisah-pisahnya untuk IEM berkonfigurasi single DD. Contohnya di lagunya ZUTOMAYO yang berjudul “Truth In Lies”, suara dari vokal dan juga alat musiknya terasa banget terpisah-pisah. Mimin juga lumayan bisa nge-pin point dari mana suaranya datang. Soundstage yang dihasilkan dari IEM ini juga terasa banget luasnya. Suara width dari kanan-kiri, depth depan-belakang, dan juga height atas-bawahnya lumayan terasa jauhnya. Selain itu, macro detail, clarity, timbre, dan juga transient speed dari IEM ini juga ga kalah bagusnya. Hal ini benar-benar jarang dimiliki oleh IEM-IEM di kelas harga segini.
PENUTUP :
COZOY D1 menjadi comeback yang sangat solid untuk brand COZOY ke dunia audio portable. Dengan harga di kisaran 400 ribuan, IEM ini tampil serius dari sisi packaging, desain, build quality, hingga kabel yang terasa di atas rata-rata kelasnya. Ukuran housing yang kecil dan ringan juga membuat D1 nyaman digunakan dalam waktu lama, terutama untuk pemilik telinga kecil.

Gambar Keseluruhan COZOY D1
Dari sisi suara, COZOY D1 menawarkan karakter balance dengan sentuhan bright dari suara mid yang menjadi kekuatan utamanya. Bass terasa rapi, dalam, dan terkontrol dengan fokus ke sub bass. Mid-nya maju, bersih, dan emosional. Sementara treble hadir smooth, aman, dan natural. Secara teknis, D1 juga tampil mengejutkan lewat soundstage yang luas, imaging presisi, separasi yang rapi, serta transient speed yang gesit. Semuanya sebuah paket yang jarang ditemukan di IEM single dynamic driver pada kelas harga ini.
Kelebihan
- Build quality dan desain terasa premium di kelas harga.
- Kabel bawaan berkualitas.
- Bass dalam, rapi, dan bertekstur dengan kontrol bagus.
- Mid maju, bersih, natural, dan vokal terasa emosional.
- Treble smooth, aman dari sibilance, cocok untuk long listening.
- Soundstage luas, imaging presisi, separasi di atas rata-rata.
- Mudah di-drive, ramah untuk berbagai source.
Kekurangan
- Ukuran eartips bawaan terasa kecil, kurang ideal untuk sebagian pengguna.
- Upper-mid bisa terasa terlalu maju apabila digunakan di volume yang agak tinggi.
Segitu aja yang bisa Mimin jelasin ya. Terima kasih buat temen-temen yang sudah baca. Kalau ada yang ingin ditanyakan, bisa langsung tulis saja di kolom komentar. Sampai ketemu lagi di review selanjutnya. Cheers!