CrinEar Reference: Akurasi Tanpa Kompromi dalam Bentuk IEM!

Review CrinEar Reference

Pasti sudah banyak diantara kalian yang sudah menunggu kedatangan IEM ini. Di internet terdapat banyak sekali informasi berupa foto dan video yang memberikan teaser dari IEM-nya. IEM terbaru dari CrinEar ini digadang-gadang sebagai “The World’s Flattest In Ear Monitor”, yang bernama CrinEar Reference. Biar ga penasaran lagi, yuk kita langsung masuk ke pembahasannya! 

 

PEMBUKA :

CrinEar merupakan brand audio portable yang dibuat oleh Crinacle. Seorang mantan reviewer barang audio portable yang juga dikenal memiliki jumlah data base frekuensi respon terbanyak di dunia. Semua produknya CrinEar juga sudah banyak terjual dan disukai para audiophile. Produk-produk yang dimaksud diantara lain:

  1. Crinear Meta, IEM pertama mereka yang diproduksi secara eksklusif sebanyak 999 unit,
  2. Crinear Daybreak, IEM full production pertama mereka,
  3. Crinear Protocol Max, dongle DAC/AMP pertama mereka yang datang dengan power output yang besar (600mW).

Dan sekarang CrinEar merilis lagi IEM yang dirancang untuk mencapai netralitas suara, baik secara pengukuran maupun persepsi pendengaran. Arah suara dari IEM ini mengacu pada target suara JM-1 yang disesuaikan lagi dengan sedikit bass boost sekitar 2dB untuk menciptakan perceptual flatness. Jadi suara yang dihasilkan dari IEM ini tidak hanya flat secara grafik suaranya, tapi juga masih terasa natural dan realistis saat didengar. Seakan-akan seperti mendengarkan speaker studio di ruangan yang proper dan terkontrol.

Gambar Box CrinEar Reference

IEM ini memang dirancang sebagai alat monitoring profesional, dengan fokus pada transparansi, linearitas, dan reproduksi suara yang sesuai dengan aslinya. Presentasi suara seperti ini bertujuan agar pengguna bisa melakukan critical listening, mixing, dan evaluasi audio dengan hasil yang dapat diandalkan. Oleh karenanya, IEM ini bisa berfungsi seperti portable studio monitor yang menjaga konsistensi tonal di berbagai kondisi.

Konfigurasi driver yang digunakan di dalam IEM ini adalah 2 Dynamic Driver berukuran 10mm + 3 Balanced Armature (Sonion + Knowles). 2 DD dari IEM ini dirancang dengan sistem Horizontally-Opposed Dual Woofer System (HODWS). Sistem tersebut memungkinkan kinerja drivernya menjadi lebih efisien dan dapat menghasilkan suara bass yang lebih linear, terkontrol, dan tetap memiliki impact walaupun dengan tuningan yang netral. Sementara driver BA-nya akan menghasilkan suara di frekuensi mid dan treble yang fokus pada kejernihan, detail, dan juga akurasi tonal untuk kebutuhan monitoring. Dari semua penjelasan spesifikasi tersebut, IEM ini dijual di marketplace Indonesia dengan harga sekitar 5,9 jutaan.

 

PACKAGING :

Box-nya memiliki tampilan yang sangat simpel, bersih, dan minimalis. Warna box-nya adalah silver keabu-abuan. Di depannya hanya terdapat tulisan “Crinear Reference” berwarna putih. Hal ini berbeda dengan isi kelengkapan di dalamnya yang sangat melimpah. Di dalamnya terdapat sepasang IEM-nya, kabel, jack modular 3.5mm dan 4.4mm, hardcase, 3 pasang eartips standard bore, 3 pasang eartips shorter bore, 4 pasang eartips wide bore, dan sepasang eartips foam. Jadinya kita bisa mencoba 4 macam eartips yang langsung hadir dari dalam box-nya, wkwk. Karena walaupun kecil, eartips merupakan aspek yang sangat penting saat kita menggunakan semua IEM.

Gambar Kelengkapan CrinEar Reference

 

DESAIN :

Mimin suka banget dengan desain dari IEM ini, bahkan sampai bisa memberikan sensasi mewah saat pertama kali Mimin memegangnya. Warna dari housing IEM, kabel, dan eartipsnya juga terlihat senada. Sama seperti tampilan box-nya, housing dari IEM ini juga memiliki tampilan yang minimalis. Di masing-masing faceplate-nya terdapat logo crinear yang debossed (cekung ke dalam). Housing-nya terbuat dari bahan full aluminium shell CNC machining dengan bagian permukaannya yang memiliki tekstur. Oleh karena itu, housing IEM ini memiliki struktur yang solid, minim resonansi, serta durability yang tinggi untuk penggunaan jangka panjang.

Kabel bawaannya juga sama-sama terasa premium. Materialnya terdiri dari silver-plated copper, 2 strands yang tebal. Jack dari kabelnya juga sudah dibuat modular yang bisa diganti antara 3.5mm atau 4.4mm. Jadinya kita menjadi lebih mudah dan fleksibel saat ingin menggunakan salah satu jack tersebut tanpa harus mengganti kabelnya.

 

FITTING :

Ukuran housing IEM ini termasuk yang agak besar, tapi bukan yang paling tebal dan tinggi. Bila dilihat dari faceplate-nya, IEM ini sebenarnya masih termasuk ramping loh. Bobotnya juga termasuk ringan untuk sebuah IEM yang bodinya terbuat dari metal. Bentuk shell-nya dibuat ergonomis dengan bentuk pseudo-custom fit. Lekukannya pas banget dengan bentuk telinga Mimin. Nozzle dari IEM ini juga masih termasuk standar saja. Secara panjang dan diameternya masih aman saja digunakan untuk kebanyakan orang. Mimin juga bisa mengganti banyak eartips ke nozzle IEM ini.

Gambar Bentuk Housing CrinEar Reference

Begitu juga dengan kabel bawaan dari IEM-nya. Permukaan kabelnya halus dan nyaman saat dipegang. Bobotnya juga ringan dan cukup fleksibel, padahal kabelnya ini termasuk yang agak tebal. Bentuk earhook-nya juga masih nyaman dan pas melingkar ke belakang daun telinga Mimin.

Sedikit fun fact, Mimin bisa menggunakan IEM ini dengan waktu yang paling lama bila dibandingkan IEM daily driver Mimin, wkwk. Buat Mimin, standar waktu menggunakan IEM yang termasuk lama itu adalah 1 jam non-stop. Namun saat menggunakan IEM ini, Mimin bisa betah menggunakannya sampai lebih dari 2 jam tanpa dilepas ataupun istirahat. Berarti memang senyaman itu fitting dari IEM ini setidaknya untuk Mimin sendiri, wkwk?

 

DRIVABILITY :

IEM ini masih termasuk mudah untuk di-drive. Mimin biasanya menggunakan IEM ini dengan menggunakan DAC/AMP HiBy W4 di mode USB dan settingan medium gain. Untuk Mimin yang low volume listener (orang yang suka mendengarkan IEM di volume yang lebih rendah daripada kebanyakan orang), volume yang cocok untuk mendengarkan IEM ini diantara 5-6 dari 30 atau atau 20% dari 100%.

 

SUARA :

Sama seperti penjelasan Mimin di bagian pembukaan, suara dari IEM ini benar-benar terasa natural dan realistis. Walaupun IEM ini diberi julukan “The Most Flattest IEM”, namun ternyata Mimin sendiri masih bisa merasakan punch dan rumble dari bass-nya loh. Mid-nya terasa bersih, bening, dan natural. Treble-nya juga terdengar smooth dengan energi yang pas. Secara keseluruhan, suara dari setiap frekuensinya benar-benar terasa linear.

Gambar Grafik Suara CrinEar Reference

Tonal yang seperti ini juga membuatnya menjadi aman saat digunakan di volume yang sedikit lebih tinggi. Kalian tidak akan menemukan suara bass yang boomy, mid yang terlalu menyemprot, ataupun treble yang tajam atau bikin fatigue. Itu juga yang membuat Mimin bisa menggunakan IEM ini berlama-lama tanpa mengalami gangguan.

 

BASS :

IEM ini memiliki kuantitas bass yang cukupan dan dekat sekali dengan target netral JM-1. Jadinya tidak akan cocok untuk kalian yang suka dengan IEM yang bass-nya besar (basshead). Walaupun begitu, bass yang dihasilkan IEM ini masih memiliki impact dan tekstur yang jelas loh. Implementasi sistem HODWS di 2 DD-nya terasa bagus banget.

Saat Mimin coba mendengarkan salah satu lagu dari HOYO-MiX yang berjudul DAMIDAMI, suara tabuhan gendangnya terasa memukul. Tekstur suara dari bass gitarnya juga bisa terdengar jelas dan mantap di sini. Di lagu “doppelgänger”nya Creepy Nuts yang memiliki bass besar juga, untuk standar Mimin masih terdengar enak loh. Mimin sama sekali tidak kekurangan slam dari bass-nya. Jadinya walaupun bass yang dihasilkan IEM ini tidak besar, tapi bass-nya sama sekali tidak terasa kering dan masih bisa memberikan rasa asik yang pas.

IEM ini juga memiliki kontrol bass yang sangat baik. Mimin sama sekali tidak merasakan adanya bleeding dari bass ke lower mid-nya. Dan ternyata bass dari IEM ini juga masih bisa loh diajak lagu-lagu cepat seperti yang ada double pedal. Bukan yang paling cepat, tapi sama sekali tidak terasa lambat.

 

MID :

Frekuensi mid dari IEM ini merupakan bagian suara yang paling Mimin suka. Untuk harganya, suara mid yang dihasilkan IEM ini terdengar sangat nyata. Suaranya terdengar natural, bersih, bening, lepas, dan masih memiliki bobot yang jelas. Semuanya terdengar pas. Suara vokal perempuan terdengar sedikit saja lebih maju dibandingkan vokal laki-lakinya. Vokal perempuannya tidak sampai terlalu maju sampai shouty. Tidak juga terdengar kurang lepas atau bahkan sampai membuat vokalnya menjadi sengau. Hal positif ini juga terasa di vokal laki-lakinya. Untuk suara dari vokal laki-laki bernada rendah atau berat masih memiliki bobot yang pas dan berisi.

IEM ini juga bisa menghasilkan suara alat musik yang mendekati suara aslinya. Suara gitar, piano, violin, terompet, dan kebanyakan alat musiknya terdengar jelas dan apa adanya. Tidak ada yang terdengar ketutupan ataupun hilang. Secara posisinya juga hanya sedikit aja berada di belakang suara vokalnya. Pokoknya on point banget deh suara mid dari IEM ini.

 

TREBLE :

Suara treble yang dihasilkan dari IEM ini juga terdengar sangat smooth dan linear, tanpa mengorbankan detail-detail kecilnya. Presentasi treble seperti ini juga terasa sangat akurat. Contohnya bisa didengar di lagunya tricot yang berjudul “Orange Juice”. Suara fundamental treble-nya masih terdengar jelas di sini. Splashy di upper treble-nya juga terdengar cukup lepas. Jadinya kita masih bisa merasakan sedikit sensasi airy-nya dengan porsi yang masih natural. Gigitan dari distorsi gitar listriknya juga masih terasa pas. Bukan yang terasa menyerang ataupun kurang kasar.

Karena treble-nya dibuat sangat linear, membuat IEM ini menjadi sangat aman dari suara treble yang peaky, harsh, ataupun sibilance. Treble seperti ini sangat nyaman digunakan dalam waktu yang lama tanpa bikin capek.

 

TEKNIS :

Teknikalitas yang dimiliki oleh IEM ini juga sangat bersaing untuk di kelas harganya. Mimin sangat suka dengan sensasi soundstage-nya yang terasa luas, imaging-nya yang termasuk presisi, separasi yang jelas, resolusi yang solid, detail yang tampil, timbre yang natural, dan juga dinamika yang mantap untuk sebuah IEM yang memiliki tuningan netral.

 

PENUTUP :

CrinEar Reference hadir sebagai IEM yang benar-benar berfokus pada netralitas, baik secara pengukuran maupun persepsi. Dengan tuning yang mengarah ke “flat”, namun tetap diberi sedikit sentuhan bass agar terasa natural, IEM ini berhasil menghadirkan suara yang realistis, jujur, dan sangat mendekati karakter studio monitor. Dari bass yang terkontrol, mid yang sangat natural, hingga treble yang smooth dan akurat, semuanya terasa linear dan konsisten tanpa ada frekuensi yang berlebihan.

Di sisi lain, CrinEar Reference bukanlah IEM yang ditujukan untuk semua orang, terutama bagi yang mencari suara fun atau bass besar. Namun, bagi pengguna yang membutuhkan akurasi tinggi untuk critical listening, mixing, atau sekadar menikmati musik dengan presentasi yang apa adanya, IEM ini menawarkan pengalaman yang sangat solid. Ditambah dengan build premium, kenyamanan tinggi, serta performa teknikal yang matang, IEM ini terasa seperti “portable studio monitor” yang bisa diandalkan.

Gambar Detail CrinEar Reference

 

Cocok untuk siapa:

  • Audio engineer & music producer (mixing / mastering)
  • Audiophile yang mencari tuning netral & akurat
  • Pendengar yang suka suara natural & realistis
  • Pengguna yang butuh IEM untuk critical listening
  • Penikmat musik dengan preferensi tonal balance

 

Kelebihan:

  • Tuning sangat netral, akurat, dan realistis
  • Midrange outstanding: natural, jernih, dan lifelike
  • Bass terkontrol dengan tekstur dan impact yang tetap terasa
  • Treble smooth, detail, dan minim fatigue
  • Teknikalitas kuat: soundstage luas, imaging presisi, separasi rapi
  • Build quality premium (full aluminium CNC)
  • Fitting nyaman untuk penggunaan lama
  • Modular cable & aksesoris lengkap

 

Kekurangan:

  • Kurang cocok untuk basshead atau pencari tuning fun
  • Tidak terlalu menonjolkan sisi musikalitas / coloration

 

Segitu aja yang bisa Mimin jelasin ya. Terima kasih buat temen-temen yang sudah baca. Kalau ada yang ingin ditanyakan, bisa langsung tulis saja di kolom komentar. Sampai ketemu lagi di review selanjutnya. Cheers!