Review Crinear Protocol Max
Selamat datang kembali di website Bass Audio. Kali ini Mimin mau ngebahas dongle DAC pertama dari Crinear, yaitu Crinear Protocol Max. DAC ini sebenarnya sudah Bass Audio bawa ke event PAPI 2025 kemarin, dan ternyata banyak orang yang langsung beli loh. Penasaran sebagus apa DAC nya? Yuk, kita langsung masuk ke pembahasannya!
PEMBUKA :
Crinear Protocol Max merupakan dongle DAC terbaru dan pertama dari Crinear. Biasanya Crinacle terkenal akan IEM-IEM yang dituningnya. Entah itu berupa kolaborasi, ataupun produk yang dibuat sendiri, seperti IEM Crinear Project Meta dan Crinear Daybreak. Namun kali ini, Crinacle dengan Crinear-nya membuat dongle DAC portable yang dituning berdasarkan preferensi suara yang disukai oleh Crinacle itu sendiri. DAC ini memiliki beberapa keunggulan yang tidak dimiliki oleh kebanyakan DAC di kelas harganya. Beberapa diantaranya adalah powernya yang besar dan adanya fitur untuk mengatur PEQ (Parametric Equalizer).

Gambar Tampilan Depan dari Crinear Protocol Max
PACKAGING :
Packaging dari Crinear Protocol Max ini sebenarnya sederhana, sama seperti kebanyakan packaging dongle DAC lainnya. Box-nya kecil, simpel, dan compact. Isinya terdapat DAC, kabel interconnect USB Type C to Type C, adapter USB Type C to Type A, dan juga kertas petunjuk penggunaannya.
DESAIN & USER EXPERIENCE :

Gambar Tampilan Samping dari Crinear Protocol Max
Tampilan dari DAC nya sendiri menurut Mimin terlihat premium, solid, namun simpel. Warna dari DAC-nya sendiri didominasi oleh warna hitam, dengan sedikit aksen warna silver. Di bagian depannya terdapat tulisan “Protocol Max Crinear” dan juga tempered glass yang menunjukan sebagian dari isi dongle DAC. Sedangkan di bagian belakangnya terdapat spesifikasi chip DAC dan amplifier yang digunakannya, yaitu dual CS43198 dan dual SGM8262. Di bagian pinggirnya ada 3 tombol yang berfungsi untuk volume up, volume down, dan juga tombol pause/play. Di sisi lainnya terdapat sebuah sakelar/switch untuk mengganti mode eco atau boost. Sisanya terdapat port type C, dan juga port untuk jack 3,5mm dan jack 4,4mm.
Finishing dari housing DAC-nya sendiri termasuk bagus dan rapi. Tidak ada bagian yang tajam atau kasar dari permukaannya. Tombol-tombolnya juga responsif dan agak soft saat ditekan. Sakelarnya yang berfungsi untuk mengubah modenya juga terasa tegas dan presisi.
Kabel interconnect USB Type C to Type C-nya juga bagus loh, guys. Type C-nya terasa nge-grip banget, jadinya membuat DAC tersebut tidak mudah terlepas dari kabel interconnect-nya. Selain itu, bahan dari kabelnya terasa lentur banget. Kabelnya terdiri dari 4 strands yang di-braided dengan permukaan yang dilapisi oleh bahan seperti serat nilon. Jujur, Mimin suka sekali dengan kabel interconnet seperti ini. Jadinya terasa lebih fleksibel dan tidak kaku saat dipasangkan ke laptop ataupun menggelantung dari smartphone Mimin.
SPECIFICATIONS :

Gambar Tampilan Belakang dari Crinear Protocol Max
Untuk spesifikasi yang digunakan di dongle DAC Crinear Protocol Max ini, Mimin tulis di bawah ini ya.
- DAC Chip: Dual Cirrus Logic CS43198
- Amplifier Chip: Dual SG Micro SGM8262-2
- Maximum Power Output (BAL): 600mW @ 16Ω (Boost Mode)
- Maximum Power Output (SE): 500mW @ 8Ω (Boost Mode)
- SNR @1kHz 0dBFS: 132dB (BAL), 127dB (SE)
- THD+N @1kHz 0dBFS: -118dB (BAL), -116dB (SE)
- Crosstalk @1kHz -6dBFS: -116dB (BAL), -65dB (SE)
- Output Impedance: <0.6Ω (BAL), <0.3Ω (SE)
SUARA :
Untuk bagian ini, Mimin coba dulu di setingan Eco Mode dan juga tuningan bawaan tanpa mengganti PEQ-nya. Suara yang dihasilkan oleh dongle DAC Crinear Protocol Max ini adalah balance sedikit warm. Agak terasa U-shape apabila dibandingkan beberapa DAC dongle yang biasa Mimin coba. Tuningannya agak mengedepankan suara dari frekuensi subbass dan juga upper treble-nya. DAC ini seakan-akan membuat IEM yang dipakai oleh Mimin terasa lebih memunculkan tambahan ekstensi di kedua ujung frekuensinya. Mantap banget.
Suara dari subbass terasa lebih dalam dan bergemuruh. Pukulan dari mid bass-nya sama sekali tidak berkurang. Mid-nya sedikit lebih tebal terutama di lower mid. Upper mid juga menurut Mimin jadi lebih smooth daripada yang DAC lain yang sebelumnya Mimin biasa pakai. Treble-nya jadi makin airy dan eksten sampai ke ujung upper treble. Dan bagusnya penambahan dari upper treble-nya sama sekali tidak mempengaruhi timbre dari IEM-nya. Timbre dari DAC ini secara keseluruhan masih terdengar natural.
Dengan suara yang seperti itu, DAC ini sangat cocok untuk kalian yang ingin merasakan sedikit tambahan ekstensi dari subbass dan upper treble di IEM yang kalian pakai. Mimin sendiri merasa cocok dengan IEM ini waktu dipasangkan dengan Crinear Daybreak, Simgot EW300, sampai Xenns Mangird Tea Pro loh.
TEKNIS :
Teknis dari dongle DAC Crinear Protocol Max ini termasuk bagus untuk di kelasnya. Yang paling berasa bagus itu ada di soundstage-nya yang lebar. Jadinya membuat bentuk dari soundstage-nya sedikit melonjong seperti bentuk oval. Kanan-kirinya terasa lebar sekali. Untungnya kedalaman dari depan-belakangnya masih berasa dan tidak sampai hilang. Atas-bawahnya juga masih cukup terdengar. Separasi dan imaging dari DAC ini juga ajib banget loh. Mimin bisa ngerasain suara yang dihasilkannya lumayan terasa misahnya. Mimin juga masih mudah nge-pin point dari mana suara muncul. Selain itu, detail dari upper treble dan subbass-nya juga jadi makin berasa loh. Transient speed-nya juga masih terbilang bagus untuk di harganya.
PEQ SETTING:
Seperti yang Mimin bilang di atas, dongle DAC ini memiliki fitur untuk mengatur PEQ. Buat yang belum tahu, PEQ (Parametric Equalizer) adalah jenis equalizer (alat pengatur frekuensi suara) yang memberikan kendali penuh terhadap tiga hal utama di setiap frekuensinya. Diantaranya frekuensi (Frekuensi Tengah / Center Frequency), Gain (Penguatan / Attenuation), serta Q Factor (Bandwidth / Lebar Frekuensi). Hal seperti itu membuat pengaturan frekuensi suara yang kita inginkan menjadi lebih fleksibel.
Cara untuk mengatur PEQ pada dongle DAC Crinear Protocol Max bisa dilihat di bawah ini:
1.Pasangkan terlebih dahulu Crinear Protocol Max dengan laptop atau komputer kalian,
2. Buka website Hangout.Audio yang 5128 lewat browser kalian,

3. Hapus semua frekuensi respon (garis tebal berwarna) berserta target referensi suara (garis putus-putus). Selanjutnya pilih 1 frekuensi respon IEM yang ingin kalian ubah. Mimin contohkan menggunakan grafik suara dari IEM Crinear Daybreak.

4. IEM tersebut bisa kalian ubah menjadi lebih warm, bright, netral, atau bahkan berubah sampai menyerupai IEM lain. Misalnya, Mimin ingin mengubah suara Crinear Daybreak menjadi mendekati suara dari IEM Xenns Mangird Tea Pro, maka Mimin harus memilih frekuensi respon dari Xenns Mangird Tea Pro-nya juga.

5. Setelah itu, buka tab “Equalizer” di kiri atas,

6. Di bawahnya terdapat tulisan “Device PEQ”, lalu klik “Connect To Device”,

7. Akan muncul pop-up baru. Klik “USB Device”,

8. Pilih “Protocol Max” dan klik “Connect”,

9. Setelah itu, ubah “PEQ Disabled” menjadi “Custom”,

10. Sebelum melakukan PEQ, coba klik terlebih dahulu tulisan “Pull From Device” untuk mengecek apakah ada PEQ yang sedang terpasang di DAC Crinear Protocol Max-nya.

11. Lalu, cari tulisan “Parametric Equalizer”. Ubah “Choose EQ Model” menjadi IEM yang ingin kalian ubah tuningannya. Disini Mimin pilih Crinear Daybreak, karena Mimin ingin mengubah suara dari IEM tersebut agar mendekati suara dari IEM Xenns Mangird Tea Pro.

12. Scroll sedikit kebawah, lalu klik “AutoEQ” dan tunggu beberapa detik.

13. Sekarang frekuensi respon dari Crinear Daybreak sudah mendekati Xenns Mangird Tea Pro. Hal itu bisa kita lihat dari bentuk grafik suara baru bernama “Crinear Daybreak EQ” yang memiliki bentuk yang menyerupai grafik suara Xenns Mangird Tea Pro. Dan juga angka Parametric Equalizer-nya sekarang sudah berubah. Mulai dari Frequency, Gain, dan Q Value-nya.

14. Langkah yang paling penting adalah mengklik “Push To Device” untuk memasukan/meng-input tuningan Crinear Daybreak baru ke DAC Crinear Protocol Max.

15. Akan muncul pemberitahuan warna hijau kalau setingan PEQ nya sudah berhasil ditetapkan di Crinear Protocol Max tersebut.

16. Jangan lupa untuk mengklik “Disconnect From Protocol Max”,

17. Enjoy.
Sedangkan cara untuk mengubah kembali (me-reset) tuningan suaranya menjadi setingan awal dengan cara:
1.Pasangkan terlebih dahulu Crinear Protocol Max dengan laptop atau komputer kalian,
2. Buka website Hangout.Audio yang 5128 lewat browser kalian,
3. Pilih 1 frekuensi respon IEM yang ingin kalian ubah. Mimin contohkan kembali menggunakan IEM Crinear Daybreak. Karena setingan dari Crinear Protocol Max-nya masih menggunakan tuningan Crinear Daybreak yang menyerupai Xenns Mangird Tea Pro. Langkah ini juga penting, untuk ‘memancing’ grafik dari tuningan yang sudah kita simpan/save sebelumnya.
4. Setelah itu, buka tab “Equalizer”,
5. Cari tulisan “Device PEQ”, lalu klik “Connect To Device”,
6. Lalu akan muncul pop up baru. Klik “USB Device”,
7. Pilih “Protocol Max” dan klik “Connect”,
8. Setelah itu, ubah “PEQ Disabled” menjadi “Custom”,
9. Sebelum melakukan PEQ, coba klik terlebih dahulu tulisan “Pull From Device” untuk mengecek apakah ada PEQ yang sedang terpasang di DAC Crinear Protocol Max nya.
10. Grafik dari tuningan kita sebelumnya akan muncul. Lalu ganti semua angka di kolom “gain” menjadi 0. Hal itu sama saja seperti kita me-reset tuningan dari DAC-nya menjadi setingan awal.

11. Sekarang frekuensi respon dari Crinear Daybreak sudah kembali menjadi setingan awal.

12. Langkah terpenting adalah mengklik “Push To Device” untuk memasukan tuningan awal tersebut ke DAC Crinear Protocol Max.
13. Jangan lupa untuk mengklik “Disconnect From Protocol Max”,
14. Enjoy.
PENUTUP :
Crinear Protocol Max berhasil menunjukan kalau Crinear nggak cuma jago di dunia IEM, tapi juga bisa bikin source gear yang serius dan matang. Dengan tenaga besar hingga 600 mW, dual DAC Cirrus Logic CS43198, dan dual amp SGM8262, DAC ini bukan sekadar dongle biasa, tapi mini powerhouse yang bisa ngangkat hampir semua jenis IEM dan headphone dengan mudah.
Tuning bawaannya punya karakter balanced dengan sedikit sentuhan warm, menghasilkan suara yang natural tapi tetap mendapatkan rasa fun dari bass dan treble-nya. Ditambah lagi, fitur Parametric EQ (PEQ) bikin penggunanya bisa menyesuaikan karakter suaranya secara bebas dan disimpan langsung ke DAC-nya tanpa perlu aplikasi tambahan.
Dari segi desain, finishing-nya solid dan ergonomis, tombol-tombolnya responsif, serta kabel bawaannya fleksibel dan premium. Semua ini bikin Protocol Max bukan cuma powerful, tapi juga praktis buat dibawa ke mana aja.
Jadi, kalau kalian cari dongle DAC dengan suara clean, tenaga besar, fleksibilitas tuning tinggi, dan build quality premium, Crinear Protocol Max bisa dibilang salah satu pilihan paling menarik di kelasnya. Terutama buat kamu yang suka ngulik suara dan pengen performa desktop dalam format saku.
Segitu aja yang bisa Mimin jelasin ya. Terima kasih buat temen-temen yang sudah baca. Sampai ketemu lagi di review selanjutnya. Cheers!