Review Dunu Titan X
Hayoo! Siapa di sini yang pakai IEM dari Dunu? Dunu merupakan salah satu brand audio portable yang sudah terkenal. Mereka terkenal karena sudah merilis banyak sekali IEM yang bagus. Di beberapa event yang Bass Audio datangi akhir ini pun, banyak loh orang yang suka banget sama suaranya Dunu 242. Bahkan ada juga yang sampai langsung beli di sana, wkwk.
Baru-baru ini Dunu merilis lagi IEM di kelas enrty level loh, yaitu Dunu Titan X. Yup, seri Titan dari Dunu yang terkenal karena harganya yang paling terjangkau daripada semua seri IEM-nya Dunu. Mau tau kayak gimana peforma IEM budget terbaru dari Dunu ini? Yuk, kita langsung masuk ke pembahasannya!
PEMBUKA :
IEM yang diberi nama “Titan” dari Dunu pastinya merupakan IEM budget dari mereka. Diawali dengan Dunu Titan S, Dunu Titan S2, sampai ke Dunu Titan X ini. Seri ini banyak disukai oleh karena bisa memberikan value yang mantap di kelas harganya.

Gambar Box Dunu Titan X
Dunu Titan X merupakan IEM yang sangat bisa digunakan untuk banyak hal. Mulai dari bermain game, mendengarkan musik, dan juga pemakaian kasual harian lainnya. IEM ini diposisikan sebagai value-oriented IEM yang mencoba menghadirkan performa di atas kelas harga entry-level. Konfigurasi driver yang terdapat di dalamnya adalah 10mm DLC Diaphragm Dynamic Driver dengan teknologi akustik yang sangat matang. Harganya sendiri di marketplace Indonesia adalah 600 ribuan, yang menunjukan kalau IEM ini merupakan IEM termurah yang dirilis oleh Dunu sejauh ini.
PACKAGING :
Box dari IEM ini tampil sederhana berwarna hitam. Di depannya hanya terdapat tulisan dari seri IEM-nya dengan huruf “X” yang besar. Ukuran box-nya juga cukup kecil, namun berisikan banyak aksesoris khas Dunu. Di dalam box-nya terdapat sepasang IEM, kabel, sebuah pouch, cleaning tool, 4 pasang eartips narrow bore hitam, 3 pasang eartips balance, dan 3 pasang Dunu Candy eartips. Dunu memang tidak pernah pelit kalau soal kelengkapan, wkwk.
DESAIN :
Tampilan dari housing IEM ini terkesan sangat minimalis dan sederhana. Kedua housing-nya berwarna gunmetal gray (cokelat gelap keabu-abuan) dengan huruf X besar di bagian faceplate-nya. Bentuknya juga seperti tetesan air yang terbalik.
Walaupun tampilannya terasa tidak begitu menarik, namun ternyata build quality-nya yang lebih ditonjolkan oleh IEM ini. Housing IEM ini terbuat dari high-density metallic alloy yang sangat kuat dan berbobot. Finishing-nya juga rapi sekali. Mimin tidak menemukan adanya bagian yang kasar dan tajam dari housing-nya. Dan ternyata permukaan housing-nya telah dilapisi krom (Chrome-plated surface). Hal tersebut diklaim dapat meningkatkan ketahanan terhadap korosi, kekerasan permukaan, dan daya tahan material dasar. Semuanya membuat IEM ini memiliki build yang terasa padat, kokoh, dan lebih mahal daripada harganya.

Gambar Desain Dunu Titan X
Warna kabel bawaannya juga sama seperti warna housing IEM-nya, yaitu abu-abu kecoklatan. Bahannya terbuat dari OCC silver-plated copper yang terdiri dari 4 strands. Bagian bawahnya braided, bagian atasnya twisted. Kabelnya termasuk yang agak tipis dan dengan permukaan yang sedikit lengket seperti memegang karet. Namun untungnya kabel ini memiliki bobot yang ringan dan fleksibel. Oh ya, IEM ini juga memiliki varian berdasarkan kabel yang digunakannya, diantaranya kabel 3.5mm non-mic dan juga kabel type-C with Mic.
FITTING :
Ukuran housing-nya termasuk yang sedang menuju kecil. Bagian shell yang biasanya menempel ke concha/konka telinga penggunanya memiliki bentuk yang agak membulat. Bentuk seperti ini seharusnya akan nyaman digunakan oleh kebanyakan orang, karena bentuknya yang cukup aman dan ukurannya yang normal. Begitu juga dengan ukuran dari nozzle-nya. Mimin biasanya sedikit mengalami kesusahan saat memasangkan eartips Dunu Candy ke nozzle IEM Dunu lainnya, namun untuk Dunu Titan X ini terasa mudah saja. Dan walaupun housing dari IEM-nya lebih berat daripada IEM lain di kelas harganya, ternyata hal itu tidak mengganggu kenyamanannya sama sekali kok.
DRIVABILITY :
IEM ini masih termasuk mudah untuk di-drive. Mimin biasa memakai IEM ini dengan kabel bawaan 3.5mm-nya yang dipasangkan ke DAC/AMP TimeEar BTE-9 di mode bluetooth-nya. Di low gain, untuk Mimin yang low volume listener (orang yang suka mendengarkan IEM di volume yang lebih rendah daripada kebanyakan orang), volume 5-7 dari 63 sudah terasa cukup kok.
SUARA :
Kategori suara dari IEM ini termasuk yang V-shape warm. IEM ini memiliki suara yang sangat fun karena memiliki bass yang lumayan besar, memukul, dan vokalnya yang maju dan berenergi, beserta dengan suara treble yang sangat smooth.

Gambar Grafik Suara Dunu Titan X
BASS :
Buat kalian yang basshead pasti akan suka dengan suara bass dari IEM ini. Kuantitas bass yang dihasilkan oleh IEM ini terdengar lumayan besar. Fokusnya lebih ke mid bass daripada sub bass-nya. Jadinya pukulan dan hentakan dari mid bass-nya akan lebih terdengar daripada rumble atau suara gemuruh dari sub bass-nya. Tapi sub bass-nya ini bukan yang dibuat roll off (turun) kok. Masih tetap ada ekstensi ke sub bass-nya.
Bukan hanya sekedar memiliki bass yang besar, namun kualitasnya juga terasa bagus di sini. Impact dari mid bass-nya bagus banget. Contohnya seperti saat Mimin mendengarkan lagunya Creepy Nuts yang berjudul “Otonoke”. Bass nya terasa berisi banget, bukan yang kopong atau lemes (pillowy). Jadinya kerasa banget physicality dari pukulan bassnya. Tekstur bass yang biasanya didapatkan dari suara sub bass-nya juga masih terasa mantap. Tidak hanya itu, walaupun bass yang dihasilkan oleh IEM ini termasuk yang agak besar, ternyata tidak membuat suara bass-nya ini menjadi terasa lambat banget loh.
MID :
Suara frekuensi mid dari IEM ini sebernarnya sedikit mengingatkan Mimin dengan Dunu Titan S, yaitu sama-sama memiliki vokal perempuan yang maju. Namun presentasi suara vokal perempuan di Dunu Titan X dibuat lebih santai dan tidak se-open Dunu Titan S. Hal tersebut sebenarnya sengaja dibuat agak Dunu Titan X memiliki suara yang lebih musikal dan aman juga dari shouty (vokal yang terlalu maju).
Hal bagus lainnya adalah vokal laki-laki dari IEM ini terdengar lebih berisi dan berbobot. Waktu Mimin coba mendengarkan lagunya Kenshi Yonezu dan Hikaru Utada yang berjudul “JANE DOE”. Vokal perempuan dan vokal laki-lakinya termasuk yang seimbang/balance. Tidak ada suara vokal yang saling mendominasi. Sedangkan untuk suara dari alat musik instrumennya masih terdengar cukup natural, namun dengan sedikit rasa lebih tebal terutama di suara alat musik bernada rendah seperti gitar bass, piano bernada rendah, dan juga suara kick drum.
TREBLE :
Presentasi suara treble dari IEM ini dibuat menjadi smooth dan agak dark. Hal itu juga sengaja dibuat oleh Dunu agar IEM ini bisa digunakan lebih aman saat bermain game. Contohnya suara ledakan ataupun tembakan dari suatu senjata di beberapa game FPS tidak akan terdengar menusuk dan bikin capek. Di lagu pengetesan sibilance Mimin dari Sambomaster yang berjudul “Seishun Kyousoukyoku” pun, Mimin sama sekali tidak merasakan adanya treble yang terasa mengganggu ataupun sibilance.
Dari lagu itu juga bisa diketahui kalau suara simbalnya masih terdengar normal, namun jadinya bukan bukan yang terasa airy dan sparkling. Karena presentasi treble-nya lebih fokus ke mid treble daripada upper treble-nya. Hal tersebut menyebabkan suara fundamental treble-nya di sini masih hadir, tapi bukan yang terasa airy.
TEKNIS :
Kalau soal teknis, IEM ini benar-benar bisa melawan banyak IEM di kelas harganya. Bagian teknikalitas yang paling bagus dari IEM ini ada di soundstage-nya yang luas, imaging-nya yang termasuk akurat, resolusi dan juga dinamikanya yang jelas terasa mantap banget. Level dari keempat teknis tersebut terasa lumayan setara dengan IEM-IEM 800 ribuan belakangan ini loh.
Soundstage-nya terasa lebar ke kanan-kirinya, depth (depan-belakang) nya juga dapet banget di sini. Imaging-nya bisa banget diandalkan untuk bermain game kompetitif yang membutuhkan pin point yang presisi. Dan untuk tingkatan resolusinya itu benar-benar terasa lebih tinggi bila dibandingkan dengan IEM lain di kelas harganya.
PENUTUP :
Secara keseluruhan, Dunu Titan X merupakan IEM entry level yang menawarkan value luar biasa di harga sekitar 600 ribuan. Dengan build quality yang kokoh menggunakan metallic alloy, kelengkapan aksesoris yang khas Dunu, serta kenyamanan fitting yang aman untuk banyak orang, Titan X terasa seperti produk yang berada di atas kelas harganya. Dari sisi suara, IEM ini hadir dengan karakter suara yang asik dengan mengandalkan bass besar dan menghentak, vokal yang cukup maju dan berisi, serta treble yang smooth dan aman di telinga.
Tidak hanya enak untuk musik, Titan X juga sangat fleksibel untuk berbagai kebutuhan seperti gaming maupun pemakaian harian. Didukung dengan teknikalitas yang kuat di kelasnya, mulai dari soundstage luas, imaging akurat, hingga resolusi yang mantap membuat IEM ini menjadi salah satu pilihan terbaik bagi kalian yang mencari performa tinggi tanpa harus mengeluarkan budget besar.

Gambar Penampilan Dunu Titan X
IEM ini cocok untuk:
- Pengguna yang mencari IEM dengan kegunaan yang all-rounder (musik, gaming, dan daily activity)
- Basshead ringan–menengah yang suka bass punchy dan berisi
- Pendengar yang ingin suara fun dan tidak membosankan
- Gamer yang butuh imaging akurat dan treble yang tidak menusuk
- Pemula yang ingin IEM value tinggi di harga entry-level
- Pengguna yang sensitif terhadap treble tajam
Kelebihan
- Value sangat tinggi di harga 600 ribuan
- Build quality kokoh dan premium feeling
- Paket aksesoris lengkap khas Dunu
- Bass besar, punchy, dan bertekstur
- Vokal cukup maju dan berisi
- Treble smooth, minim fatigue, dan anti sibilance
- Teknikalitas kuat (soundstage luas, imaging akurat, resolusi bagus)
- Cocok untuk gaming kompetitif
Kekurangan
- Treble terasa kurang airy dan kurang sparkle
- Tidak cocok untuk treblehead
- Bass bisa terasa cukup dominan untuk sebagian orang
Segitu aja yang bisa Mimin jelasin ya. Terima kasih buat temen-temen yang sudah baca. Kalau ada yang ingin ditanyakan, bisa langsung tulis saja di kolom komentar. Sampai ketemu lagi di review selanjutnya. Cheers!