EPZ 550 Purple Phoenix – IEM Full BA Elegan dengan Suara Super Transparan

Review EPZ 550 Purple Phoenix

 

Yoi gais! Di Bass Audio sekarang sudah ada barang dari EPZ nih. Barangnya berupa IEM yang bernama EPZ 550 Purple Phoenix. Barang ini merupakan IEM terbaru dari EPZ yang bersaing di kelas harga yang cukup tinggi. Mau tau performa IEM ini seperti apa? Yuk kita langsung masuk ke pembahasannya!

 

PEMBUKA :

EPZ 550 merupakan IEM terbaru yang dirilis oleh EPZ dengan konfigurasi Full Balance Armature Driver. Jenis driver BA yang digunakan di dalamnya adalah 2 BA Sonion 38A untuk frekuensi bass, 2 BA Sonion 26A untuk frekuensi mid, dan 1 BA Knowles untuk frekuensi treble. IEM dengan konfigurasi 5 BA ini sebenarnya sudah pernah mereka buat di EPZ 530. Sekarang mereka buat lagi IEM dengan konfigurasi driver yang sama, namun dengan tuningan yang berbeda.

Terdapat beberapa keunggulan yang dimiliki IEM ini karena menggunakan konfigurasi driver Full Balance Armature, diantaranya:

  1. Housing dari IEM-nya menjadi lebih compact dan kecil,
  2. Memiliki transient speed yang sangat gesit,
  3. Ringan untuk di-drive,
  4. Separasi dan imaging menjadi lebih baik.

Dengan semua keunggulan tersebut, EPZ 550 dijual di marketplace Indonesia seharga 8,9 jutaan.

 

PACKAGING :

Box dari IEM ini memiliki ukuran yang cukup besar dan panjang. Hampir seukuran kotak sepatu, wkwk. Box-nya didominasi dengan warna silver dengan beberapa gambar bulu Phoenix dan juga tulisan dari nama IEM nya yang dibuat deboss ke luar. Terdapat juga tulisan “EPZ” berwarna ungu yang dibuat emboss ke dalam.

Untuk isi kelengkapannya terdapat sepasang IEM, kabel, 3 pasang eartips EPZ M100 liquid silicone, 3 pasang eartips AT07 silicone, dan juga hardcase berwarna ungu. Intinya Mimin lumayan suka dengan pengalaman unboxing dari box IEM-nya karena terasa mewah, elegan, dan premium.

Gambar Paket Kelengkapan EPZ 550

 

DESAIN :

Menurut Mimin, desain housing dari IEM ini terasa lebih mewah lagi daripada tampilan box-nya. Desainnya sangat menggambarkan nama Phoenix dari IEM-nya, karena terlihat indah, anggun, dan tidak terlalu kaku seperti bulu dari burung Phoenix. Terdapat 3 warna pada faceplate-nya, yaitu ungu, putih, dan kuning. Di faceplate-nya terdapat motif ukiran yang sangat elegan seperti pahatan yang ada di museum, wkwk. Tidak hanya itu, bagian shell-nya juga terdapat banyak sekali pola-pola sayap yang menambahkan kesan fancy pada keseluruhan housing-nya. Mimin sepertinya jarang melihat ada IEM yang memiliki nilai artistik seserius ini untuk di kelas harga segini.

IEM ini juga ternyata merupakan IEM yang menggunakan material housing full metal pertama yang dibuat oleh EPZ loh. Housing metal IEM ini dibuat melalui proses high-precision 5-axis CNC machining. Proses tersebut bisa membuat housing-nya menjadi terasa rapi dan presisi. Mimin sendiri tidak menemukan adanya bagian housing yang kasar ataupun tajam. Menurut EPZ, penggunaan material metal ini dapat membantu mengurangi resonansi internal dibandingkan resin biasa, sehingga dapat menghasilkan suara yang black background, bersih, dan juga minim distorsi.

Gambar Desain Faceplate EPZ 550

Kabel bawaan IEM ini juga memiliki kualitas yang tidak kalah bagusnya. Warnanya sangat senada dengan warna housing IEM-nya, yaitu ungu dengan sedikit gradasi warna kuning. Campuran warna ungu dan kuning ini juga bisa kita lihat lebih jelas pada housing jack, splitter, dan juga pin-nya. Kabel ini terbuat dari 6N OCC Silver-Plated Copper, 4 strands. Bagian bawahnya braided, bagian atasnya twisted. Jack yang digunakan pada kabel ini hanya 4.4mm balance. Ukuran kabelnya termasuk yang pas. Bukan yang terlalu tipis ataupun terlalu tebal. Selain tampilannya, Mimin juga suka dengan kabel ini karena bentuk earhook-nya sangat pas melingkar ke belakang telinga Mimin. Mimin juga tidak begitu merasakan adanya masalah microphonic pada kabel ini waktu bergesekan dengan pakaian.

 

FITTING :

Seperti yang Mimin jelaskan di bagian pembuka, housing dari IEM ini termasuk yang agak kecil untuk sebuah IEM multi driver. Hal ini bisa terjadi karena jenis driver yang digunakannya adalah driver balance armature yang berjumlah 5 keping persisinya. Tidak hanya itu, bentuknya juga dibuat semi-pseudo gitu. Jadinya bentuk shell dari IEM-nya akan cocok dengan lekukan concha/konka telinga kebanyakan orang. Bobot housing-nya juga termasuk ringan untuk sebuah IEM yang menggunakan material full metal, yaitu sekitar 5.6 gram persisi.

Gambar Bentuk Housing EPZ 550

Lalu diantara kalian pasti ada yang bertanya, apakah IEM ini akan terasa pengap saat digunakan? Mengingat beberapa IEM yang menggunakan konfigurasi full BA tidak memiliki vent pada housing-nya. Saat Mimin pakai IEM ini dengan menggunakan eartips EPZ M100 sih sama sekali tidak merasakan adanya kendala pengap loh. Kalau dilihat dari blueprint housing IEM-nya, ternyata terdapat sebuah vent yang cukup untuk mengatasi masalah tersebut. Jadinya IEM full BA ini akan terasa jauh lebih nyaman digunakan berlama-lama dibandingkan IEM lain yang menggunakan konfigurasi yang sama. Bahkan Mimin merasa kalau EPZ 550 ini merupakan IEM dengan fitting paling nyaman untuk di kelas harganya.

Ukuran nozzle-nya juga termasuk yang normal saja. Bukan yang terlalu lebar, ataupun terlalu panjang. Jadinya Mimin bisa mengganti banyak eartips ke nozzle dari IEM ini dengan mudah dan cepat.

 

DRIVABILITY :

Menurut Mimin, IEM ini masih sangat mudah untuk di-drive. Mimin biasa menggunakan IEM ini dengan kabel 4.4mm balance bawaannya ke DAC/AMP HiBy W4 di mode USB-C nya. Di medium gain, untuk Mimin yang low volume listener (orang yang suka mendengarkan IEM di volume yang lebih rendah daripada kebanyakan orang), volume yang cocok untuk mendengarkan IEM ini di antara 4-5 dari 30 atau sekitar 15% dari volume maksimalnya.

 

SUARA :

IEM ini memiliki suara yang netral. Arah suaranya sangat mendekati JM-1 dengan sedikit sekali penambahan di bagian bass, pengurangan di bagian upper mid dan penambahan di upper treble-nya. Jadinya suara dari IEM ini akan terasa bening, detail, dan sangat transparan. Suara seperti ini sangat cocok untuk dipakai mendengarkan lagu-lagu yang dominan dengan vokal perempuan.

Gambar Grafik Suara EPZ 550

BASS :

IEM ini dituning sangat mendekati target suara netral JM-1, jadinya kuantitas bass yang dihasilkannya hanya sekedar adaan saja. Sebenarnya bass yang dihasilkan IEM ini bukan yang hilang atau terdengar kering banget, karena masih terdapat sedikit elevasi di bagian bass-nya. Mimin juga masih merasakan adanya sedikit hentakan di bagian mid bass-nya. Contohnya di lagu Creepy Nuts yang berjudul “Otonoke”, suara memukul dari kick drum-nya masih terasa loh. Tapi karena kuantitasnya tidak banyak, jadinya tidak akan cocok dipakai untuk kalian yang suka bass besar (basshead). Bass yang dihasilkan dari IEM ini masih terasa kurang impactful dan berbobot.

Namun saat Mimin pakai di lagu-lagu yang cepat seperti lagunya Dysmn yang berjudul “Please, Take Away The Pain”, suara double pedalnya bisa terdengar sangat cepat dan bersih loh. Mimin merasa kalau ekor bass yang dihasilkan IEM ini sangat pendek. Pada suara hentakan drum di detik awal lagunya pun, IEM ini masih bisa menghasilkan bass dengan tekstur yang bagus. Suara bass seperti itu sangat sulit dihasilkan oleh sebuah IEM yang menggunakan driver BA sebagai penghasil suara bass-nya. Belum lagi kontrol bass dari IEM ini termasuk yang sangat rapi sampai tidak terasa ada bleed ke frekuensi mid-nya. Jadinya ajib banget deh kualitas bass dari IEM ini.

 

MID :

Suara frekuensi mid dari IEM ini terdengar sangat bersih, bening, jelas, dan rapi. IEM ini sangat cocok digunakan untuk mendengarkan lagu yang dominan di vokal perempuan. Itu karena vokal perempuannya terasa lebih maju daripada vokal laki-lakinya. Selain itu, vokal perempuan yang dihasilkan oleh IEM ini terdengar sangat lepas, open, dan transparan. Mimin juga merasa kalau suara vokal yang dihasilkan dari IEM ini masih termasuk yang cukup manis loh.

Sayangnya suara mid yang dihasilkan oleh IEM ini masih terasa agak tipis, jadinya suara vokal laki-laki yang berat akan terasa kurang berbobot. Selain itu, Mimin sendiri tidak begitu merasakan adanya hal negatif lain yang biasanya datang dari frekuensi mid-nya, seperti shouty ataupun sengau. Suara dari kebanyakan alat musik juga masih terdengar cukup natural. Posisinya tidak dibuat terlalu mundur juga bila dibandingkan posisi suara penyanyinya. Hanya suara alat musik di frekuensi rendah saja yang akan sedikit kurang terdengar, contohnya seperti bass gitar.

 

TREBLE :

Suara treble yang dihasilkan oleh IEM ini juga memiliki kontrol yang sangat baik. Tidak terdapat adanya suara treble yang tajam, harsh atau sibilance. Suara attack dari crash simbalnya terasa bagus dan natural, sama sekali tidak terasa mendem ataupun dark. Sensasi suara airy dan sparkling-nya juga masih terdengar, walaupun bukan yang paling eksten sampai ke ujung frekuensi upper treble-nya.

Contohnya seperti saat Mimin coba mendengarkan salah satu lagunya tricot yang berjudul “Orange Juice”. Suara simbalnya masih terdengar natural dan pas. Mimin sendiri tidak merasa terganggu dengan splashy dari simbalnya. Dari lagu ini juga bisa didengarkan kalau timbre suara treble yang dihasilkan dari IEM ini masih terdengar normal dan natural. Bukan yang metalik ataupun plastiky.

Sebenarnya IEM ini memiliki kuantitas treble-nya tidak banyak, tapi kita masih bisa mendengarkan banyak detail suara yang biasanya muncul dari frekuensi ini. Itu karena kuantitas bass-nya kurang bisa mengimbangi kuantitas treble-nya. Itu juga yang mungkin akan membuat beberapa orang menganggap kalau IEM ini terasa sedikit bright

 

TEKNIS :

Level teknikalitas yang dihasilkan dari IEM ini sangat bersaing untuk di kelas harganya. Bagian teknis yang paling menonjol dari IEM ini ada di separasi, imaging, layering, resolusi, detail, clarity, dan transient speed-nya. Mimin jarang sekali merasakan adanya IEM di kelas harga segini yang memiliki separasi serapi ini. Layering-nya juga bisa jelas banget. Mimin bisa merasakan kalau suara yang datang itu memiliki ruangan tersendiri. Itu juga yang membuat imaging yang dihasilkannya bisa terasa sangat presisi. Detail dan clarity yang dihasilkan oleh IEM ini juga mantap banget.

Soundstage yang dihasilkan oleh IEM ini juga termasuk yang bagus loh. Untuk sebuah IEM yang berkonfigurasi 5BA, soundstage-nya sudah terasa cukup luas dengan bentuknya yang lumayan membulat. Oh ya satu lagi nih. Timbre yang dihasilkan dari driver BA-nya juga termasuk yang natural lagi. Mantap bangetkan teknikalitas dari EPZ 550 ini, wkwk.

 

PENUTUP :

EPZ 550 Purple Phoenix merupakan IEM full BA yang terasa sangat matang dari banyak sisi. Mulai dari desain housing yang artistik dan premium, fitting yang super nyaman, sampai performa teknikal yang sangat bersaing di kelas harganya. Tuning suaranya juga terasa sangat bersih, transparan, dan rapi dengan karakter netral yang sangat cocok dipakai untuk menikmati detail-detail kecil pada lagu. Belum lagi transient speed, separasi, dan imaging-nya yang terasa sangat presisi khas IEM full BA berkualitas tinggi.

Walaupun kuantitas bass dan bobot mid-nya bukan yang paling memuaskan, EPZ 550 masih bisa memberikan kualitas suara yang sangat bagus untuk kalian yang lebih mengutamakan clarity, detail, dan kejernihan suara. Dengan kombinasi tuning yang aman di treble, timbre yang natural, dan teknikalitas yang mantap, EPZ 550 menurut Mimin menjadi salah satu IEM full BA yang sangat menarik untuk dipertimbangkan di kelas harganya.

Gambar Box EPZ 550

Cocok Untuk :

  • Pecinta suara netral dan transparan
  • Penikmat vokal perempuan
  • Orang yang suka detail dan clarity tinggi
  • Pendengar lagu instrumental, J-pop, atau akustik
  • Orang yang mencari IEM dengan fitting sangat nyaman
  • Pengguna yang suka teknikalitas yang mantap
  • Kolektor IEM dengan desain artistik dan premium

 

Kelebihan :

  • Desain housing sangat artistik dan mewah
  • Build quality full metal terasa premium
  • Fitting sangat nyaman untuk pemakaian lama
  • Separasi, imaging, layering, dan transient speed sangat bagus
  • Detail dan clarity tinggi
  • Timbre yang natural
  • Treble aman, minim harsh dan sibilance
  • Kabel bawaan berkualitas dan nyaman digunakan
  • Mudah di-drive

 

Kekurangan :

  • Kuantitas bass kurang cocok untuk basshead
  • Vokal laki-laki berat terasa kurang berbobot
  • Karakter suara mungkin terasa terlalu netral untuk sebagian orang

Segitu aja yang bisa Mimin jelasin ya. Terima kasih buat temen-temen yang sudah baca. Kalau ada yang ingin ditanyakan, bisa langsung tulis saja di kolom komentar. Sampai ketemu lagi di review selanjutnya. Cheers!