EPZ P40: IEM Tribrid Cantik dengan Separasi dan Treble yang Memikat

Review EPZ P40

Kalian tau ga kalau beberapa waktu lalu barang-barang EPZ sudah resmi masuk ke Bass Audio? Barang-barangnya ada yang sudah terkenal juga seperti EPZ P50, EPZ TP35 Pro, EPZ G20, dan masih banyak lagi. Kedepannya Mimin akan membahas beberapa barang baru dari EPZ seperti yang akan Mimin jelaskan di tulisan ini, yaitu EPZ P40. Penasarankan seperti apa suara dari IEM ini? Yuk, mending kita langsung masuk ke pembahasannya!

 

PEMBUKA :

EPZ P40 adalah IEM tribrid kedua yang diliris oleh EPZ setelah EPZ P50. IEM ini memiliki konfigurasi 2DD + 1 Planar + 1 PZT. Masing-masing driver tersebut memiliki tugas untuk menghasilkan suara di frekuensi yang berbeda-beda, diantaranya:

  • 9mm DLC Dynamic Driver, yang fokus untuk menghasilkan frekuensi bass,
  • 7mm DLC Dynamic Driver, yang fokus menghasilkan suara mid seperti vokal,
  • Micro Planar Driver (2nd Gen), yang menghasilkan suara treble,
  • PZT Piezoelectric Ceramic Driver, yang menghasilkan suara di upper treble

Keempat driver tersebut dikontrol oleh 4-way crossover untuk menjaga koherensi antar frekuensinya. Semua drivernya juga bertujuan untuk menghasilkan suara yang lengkap, natural, dan tidak melelahkan untuk didengar dalam jangka panjang. Dengan semua spesifikasi tersebut, IEM ini dijual di marketplace Indonesia seharga 2,6 jutaan.

 

PACKAGING :

Box dari IEM ini memiliki ukuran yang sedang menuju besar. Di depannya terdapat nama dari IEM-nya dan juga gambar dari orbit galaxy. Diantara orbit-orbit tersebut juga terdapat beberapa tulisan yang samar-samar seperti “There Will Always Be A Melody To Companion Your Soul”, “EPZ P40”, dan juga “Star trails”. Kata Star Trails ini agak mirip dengan salah satu judul game Hoyoverse yang belakangan ini masih aktif dibicarakan oleh orang-orang ya, wkwk. Secara keseluruhan, tampilan box dari IEM ini masih terasa simpel dan cukup minimalis. Sedangkan untuk isi kelengkapannya terdapat sepasang IEM, kabel, 6 pasang eartips normal bore, hardcase, dan juga jack modular 3.5mm dan juga 4.4mm.

Gambar Paket Kelengkapan EPZ P40

 

DESAIN :

Mimin suka sekali dengan desain dari housing IEM ini. Warna biru mudanya yang diberi nama Star Rail Blue ini terlihat sangat cantik, estetik, dan elegan. Faceplate-nya juga memiliki warna yang bisa berubah-ubah antara biru muda dan merah muda, tergantung dengan sudut pantulan cahayanya. Sebagian besar housing dari IEM ini terbuat dari resin dengan proses high precision 3D printing. Dengan proses pembuatan tersebut, IEM ini diklaim memiliki struktur yang stabil dan juga minim distorsi. Karena itu juga, finishing dari housing IEM ini menjadi sangat rapi tanpa adanya bagian yang kasar atau tajam.

Gambar Desain EPZ P40

Kabel bawaan dari IEM ini juga memiliki kualitas yang sangat bagus. Kabelnya terbuat dari bahan Furukawa OFC Silver-Plated (4-core) yang terdiri dari 2 strands. Ukurannya termasuk yang tebal dan agak kaku. Hal itu mungkin sudah menjadi ciri khas dari kabel-kabel IEM yang terbuat dari bahan Furukawa ya. Kabel ini juga sudah menggunakan sistem modular pada jack-nya. Jadi penggunanya bisa lebih fleksibel untuk menggunakan jack 3.5mm single ended atau 4.4mm balance pada kabel dari IEM ini.

 

FITTING :

Ukuran housing dari IEM ini termasuk yang sedang saja. Bentuknya juga termasuk ergonomis karena terdapat lekukan yang pas mengikuti kontur telinga kebanyakan orang. Finch atau sayap yang ada pada shell-nya juga masih memiliki bentuk yang pas dan tidak terasa mengganggu untuk telinga Mimin. Bahan resin dari IEM ini juga membuatnya menjadi ringan saat dipakai. Mimin sendiri tidak ada komplain yang begitu besar kalau soal bentuknya.

Gambar Bentuk Housing EPZ P40

Nozzle dari IEM ini sebenarnya memiliki diameter yang normal. Jadinya kita masih bisa mengganti banyak eartips ke IEM ini. Namun leher nozzle-nya sedikit lebih panjang daripada beberapa IEM lainnya. Mimin lebih menyarankan kalian untuk menggunakan eartips yang agak pendek untuk IEM ini, agar fittingnya lebih pas dan nyaman saat digunakan.

 

DRIVABILITY :

IEM ini menurut Mimin masih termasuk mudah untuk di-drive. Mimin biasa menggunakan IEM ini dengan kabel bawaan dan jack 4.4mm-nya ke DAC/AMP Hiby W4 di mode USB-C nya. Di medium gain, untuk Mimin yang low volume listener (orang yang suka mendengarkan IEM di volume yang lebih rendah daripada kebanyakan orang), volume yang cocok untuk mendengarkan IEM ini di antara 6-8 dari 30 atau sekitar 25% dari volume maksimalnya.

 

SUARA :

Arah suara dari IEM ini sangat mendekati suara Harman In Ear Target 2019 dengan sedikit tambahan di bagian upper treble-nya. Jadinya suara dari IEM ini akan terasa memiliki bass dan mid yang terdengar memisah, serta sedikit tambahan suara bright dari treble-nya yang masih terdengar smooth.

Gambar Grafik Suara EPZ P40

BASS :

Secara kuantitas, bass dari IEM ini termasuk yang terdengar pas saja. Bass nya memiliki fokus di sub bass daripada mid bass-nya. Jadinya suara seperti gemuruh dan rumble serta sensasi dalam dari sub bass-nya akan lebih terdengar daripada suara pukulan ataupun hentakan dari mid bass-nya. Oleh karena itu, suara bass yang dihasilkan dari IEM ini akan lebih terdengar thumpy daripada punchy.

Presentasi bass seperti ini juga akan menghasilkan suara bass yang terdengar terpisah dari frekuensi lainnya. Contohnya seperti di lagunya Creepy Nuts yang berjudul “doppelgänger”, suara sub bass-nya bisa terdengar terpisah dari suara vokalnya. Kualitas bass yang dihasilkan IEM ini juga bisa kita rasakan disini, karena bass-nya terdengar sangat terkontrol dan rapi. Mimin sama sekali tidak merasakan adanya bass yang menyeberang ke frekuensi mid-nya.

 

MID :

Suara mid dari IEM ini terasa sangat bersih, bening, dan agak tipis. Benar-benar suara mid yang sudah menjadi ciri khas dari IEM-IEM yang arah suaranya mendekati Harman Target 2019. Jadinya suara vokal perempuan akan terasa lebih maju dan ter-highlight bila dibandingkan vokal laki-lakinya.

Mimin sendiri sangat suka dengan vokal perempuan yang dihasilkan dari IEM ini. Suaranya terdengar lepas, maju, dan lumayan terpisah dari suara instrumen lainnya. Contohnya saat Mimin mendengarkan lagunya 9Lana yang berjudul “propose”. Emosi dari suara penyanyinya terdengar jelas banget di sini. Suaranya juga sama sekali tidak terdengar tertahan atau bahkan sengau. Mimin juga merasa kalau suara vokal perempuan yang dihasilkan IEM ini termasuk yang cukup manis saat didengarkan. Namun karena vokalnya terdengar cukup maju, jadinya akan membuatnya menjadi rawan shouty apabila didengarkan di volume yang agak tinggi. Tapi apabila IEM ini digunakan di volume yang sedang saja, vokalnya masih terdengar aman dan natural.

Sedangkan untuk suara vokal laki-laki yang dihasilkan dari IEM ini akan terdengar tipis dan kurang berbodi. Hal itu sama seperti suara yang dihasilkan dari alat musiknya. Untuk suara alat musik yang bernada tinggi seperti violin, terompet, dan saksofon akan terasa lebih jelas dan maju daripada alat musik yang bernada rendahnya (seperti bass gitar) yang terdengar agak mundur.

 

TREBLE :

Frekuensi treble merupakan suara yang Mimin paling suka dari IEM ini. Presentasi dari suara treble-nya bisa terdengar detail, jelas, dan eksten sampai ke ujung upper treble-nya, tapi dengan eksekusi yang sangat baik. Walaupun secara kuantitas treble-nya cukup banyak dan agak membuat IEM-nya terdengar sedikit bright, tapi suaranya dibuat sangat smooth dan linear. Mimin sendiri tidak merasakan adanya suara treble yang mengganggu, seperti sibilance, harsh, ataupun tajam.

Contohnya seperti di lagunya tricot yang berjudul “Orange Juice”. Suara simbalnya memiliki attack dari mid treble yang jelas dan mantap. Suara sparkling dari upper treble-nya juga masih terdengar hadir di sini. Namun suaranya sama sekali tidak terasa menyerang dan mengganggu.

Oh ya, timbre yang dihasilkan dari IEM ini juga termasuk yang natural. Mimin tidak merasakan suara treble yang terdengar metalik ataupun plastiky dari driver planar maupun PZT-nya. Padahal IEM-IEM lain yang menggunakan driver tersebut masih memiliki masalah dari timbre-nya yang terdengar tidak natural dan artifisial. Pokoknya implementasi kedua driver yang menghasilkan suara treble-nya termasuk yang sangat bagus untuk di kelas harganya.

 

TEKNIS :

IEM ini memiliki level teknikalitas yang cukup bersaing untuk di kelas harganya. Segi teknis yang ditonjolkan dari IEM ini diantaranya adalah separasinya yang sangat baik karena dapat menghasilkan suara yang terpisah-pisah, imaging yang cukup presisi, soundstage yang termasuk luas dan membulat, clarity yang bening, detail yang jelas, dan juga timbre-nya yang termasuk natural. Belum lagi untuk konfigurasi driver yang unik dari IEM ini, ternyata memiliki koherensi yang baik juga loh. Overall teknikalitas dari IEM ini sama sekali tidak bisa dipandang sebelah mata.

 

PENUTUP :

EPZ P40 hadir sebagai IEM tribrid yang menawarkan kombinasi teknis dan tuning yang matang di kelas harganya. Dengan konfigurasi 2DD + Planar + PZT serta 4-way crossover, IEM ini mampu menghasilkan suara yang bersih, terpisah dengan baik, dan memiliki karakter mendekati Harman dengan sentuhan treble yang lebih airy. Bass-nya fokus di sub bass dengan kontrol yang rapi, mid terdengar jernih dan cukup maju terutama pada vokal perempuan, sementara treble menjadi highlight utama dengan detail, ekstensi, dan eksekusi yang smooth tanpa terasa kasar.

Di sisi lain, karakter suara yang cenderung clean dan sedikit bright ini membuat EPZ P40 lebih condong ke arah analytical listening dibanding fun listening. Walaupun memiliki teknikalitas yang solid seperti separasi, imaging, dan soundstage yang luas, tonal yang agak tipis di mid serta minimnya mid bass membuatnya tidak cocok untuk semua selera. Namun secara keseluruhan, EPZ P40 tetap menjadi pilihan menarik bagi pengguna yang mencari IEM dengan performa detail tinggi, clarity bagus, dan presentasi suara yang rapi serta tidak melelahkan dalam penggunaan jangka panjang.

Gambar Faceplate EPZ P40

Cocok untuk siapa:

  • Penikmat vokal perempuan (female vocal lovers)
  • Pendengar yang suka tuning Harman / balance sedikit bright
  • Detail seeker & clarity oriented listener
  • Pengguna yang mencari IEM dengan separasi dan imaging rapi
  • Pendengar yang suka treble airy, extended, tapi tetap smooth
  • Listener yang butuh IEM all-rounder dengan karakter clean

 

Kelebihan:

  • Tuning mendekati Harman dengan tambahan airy treble yang menarik
  • Sub bass dalam, thumpy, rapi, dan sangat terkontrol
  • Vokal perempuan bersih, manis, dan cukup forward
  • Treble detail, extended, smooth, dan minim sibilance
  • Teknikal kuat: separasi jelas, imaging presisi, soundstage luas
  • Koherensi antar driver sangat baik untuk konfigurasi tribrid
  • Timbre natural, terutama di area treble (planar + PZT dieksekusi dengan baik)

 

Kekurangan:

  • Mid terasa agak tipis dan vokal laki-laki yang kurang  berbobot
  • Berpotensi sedikit shouty di volume tinggi
  • Karakter kurang cocok untuk pencinta tuning warm atau fun

 

Segitu aja yang bisa Mimin jelasin ya. Terima kasih buat temen-temen yang sudah baca. Kalau ada yang ingin ditanyakan, bisa langsung tulis saja di kolom komentar. Sampai ketemu lagi di review selanjutnya. Cheers!