Harmoni Antara Tradisi Jepang dan Bass Modern : Dunu x Koto Ito

Review Dunu x Koto Ito

Halow cemua. Lagi-lagi sama Mimin di blog Bass Audio. Mimin sekarang mau balik lagi ngebahasa IEM baru lagi nih. IEM-nya juga sekarang spesial karena hasil kolaborasi antara Dunu dengan reviewer headphone asal Jepang, yaitu カジェログ atau kajikaji. Nama IEM nya sendiri adalah Dunu x Koto Ito. Loh, bukannya kajikaji Min? Kok malah jadi Koto ya? Daripada bingung, mending kita masuk ke pembahasannya aja yuk.

PEMBUKA :

Dunu X Koto Ito ini merupakan IEM kolaborasi antara Dunu dengan reviewer headphone asal Negara Jepang, yaitu kajikaji. Kajikaji menamai dirinya sendiri menjadi Koto karena menurutnya IEM ini punya tuningan yang cocok untuk mendengarkan suara dari instrumen musik Koto. Alat musik petik tradisional Jepang yang mirip dengan kecapi. Selain itu, IEM ini juga diberi nama Ito yang berarti benang atau dalam konteks ini berarti senar. Pas dan cocok banget ya namanya.

Konfigurasi driver yang digunakan di Dunu x Koto Ito ini adalah 2 Dynamic Driver (DD) dan 2 Balance Armature (BA). Konfigurasi driver yang mulai banyak dibuat oleh beberapa merek IEM. IEM ini dijual dengan harga sekitar 3,2 jutaan.

PACKAGING :

Packaging dan kelengkapan dari Dunu x Koto Ito ini sebenarnya simpel, namun lengkap. Sudah jadi ciri khas dari merek Dunu sendiri. Ukuran box-nya termasuk sedang dan ringkas. Di bagian depan box-nya hanya ada tulisan “ITO” dengan garis-garis berwarna coklat muda dan background berwarna hitam.

Paket kelengkapannya ada sepasang IEM, kabel, hardcase, 3 pasang eartips narrow bore, 3 pasang eartips Dunu Candy, 4 pasang eartips Dunu S&S, cleaning tool, dan juga pilihan jack 3,5mm dan 4,4mm. Pokoknya isi box-nya banyak dan lengkap deh.

Housing dari IEM-nya termasuk bagus. Ukurannya termasuk yang agak bulky atau gendut. Hal itu merupakan hal yang wajar untuk IEM yang memiliki 2 DD di dalam housing-nya. Warna di faceplate-nya cantik dan unik. Warnanya biru kehijauan seperti warna air di lautan yang dalam. Di dalam faceplate-nya terdapat motif 3D yang terinspirasi dari alat musik Koto dan disajikan oleh Dunu yang menghasilkan nuasa damai dari Tatami dan kesan emosional dari petikan Ito (senar).

Kalau menurut Mimin sendiri, bentuk dari motif di faceplate-nya malah mirip seperti kulit pohon tua. Intinya unik sekaligus elegan deh, wkwk. Kalau soal build quality, menurut Mimin Dunu x Koto Ito ini sudah bagus sekali. Bahannya terbuat dari resin melalui proses 3D printed. Finishing dari housing-nya rapi. Ga ada bagian yang kasar atau bekas potongan gitu. Malah di tangan Mimin, housing dari Dunu x Koto Ito ini terasa lebih licin daripada IEM-IEM yang pernah Mimin pegang. Beneran beda kelas deh kualitas dari housing IEM ini.

Kabel dari Dunu x Koto Ito ini menurut Mimin termasuk bagus. Nama dari kabelnya sendiri adalah DaVinci LEO Cable. Kabel yang sama seperti yang ada di kabel bawaan Dunu X Gizaudio Davinci. Warnanya coklat muda. Kabelnya juga termasuk tebal dan agak kaku. Jadinya mungkin agak sulit untuk diatur. Untungnya kabelnya ga microphonic waktu bergesekan dengan baju. Karena bahan kabelnya yang tebal ini juga bisa memberikan kesan kabel yang mahal dan berkualitas loh. Kabelnya terbuat dari silver-plated single-crystal copper, 4 strand. Bagian bawahnya di braided, bagian atasnya di twisted. Kabel ini juga menggunakan konektor 2 pin dan juga pilihan jack 3.5mm dan 4.4mm karena kabelnya sudah modular.

FITTING :

Fitting dari Dunu X Koto Ito kalau di telinga Mimin termasuk nyaman. Walaupun bentuknya agak gendut, tapi karena bentuknya aman dan ga aneh-aneh, jadinya Mimin sama sekali ga ada kendala dari fitting-nya. Ga ada finch/sayap di shell-nya. Belum lagi bobotnya yang masih termasuk ringan. Kalau dari spesifikasinya, bobot per-housing-nya masih 6,5g saja. Nozzle dari IEM ini juga masih terbilang normal dari ukuran panjang maupun lebarnya. Mimin masih bisa mengganti banyak eartips ke IEM ini.

Yang agak bermasalah hanya di eartip Dunu Candy bawaannya. Karena bentuk eartips-nya narrow bore dan agak kaku di bagian lubang stem/batangnya membuat Mimin jadi agak bingung penempatan memasangnya seperti apa. Tapi setelah dicoba memasang eartips tersebut dengan cara yang tidak terlalu, ternyata tidak apa-apa kok. Eartips tersebut masih bisa terpasang dengan normal. Dan membuat Mimin bisa menggunakan IEM nya secara deep fit.

DRIVABILITY :

Dunu X Koto Ito merupakan IEM yang masih gampang untuk di-drive. Mimin biasa pakai IEM dengan kabel bawaan dan jack 4.4mm nya yang dipasangkan ke Hiby FC5. Dengan pengaturan medium gain, Mimin yang low volume listener (orang yang suka mendengarkan IEM di volume yang lebih rendah daripada kebanyakan orang), merasa cukup dengan volume 5 dari 30.

SUARA :

Waktu pertama kali Mimin cobain IEM ini, Mimin langsung ngerasa kalau Dunu X Koto Ito ini cocok banget buat para basshead. Karena bassnya besar, mukul dan dalem. Tapi yang anehnya, di beberapa lagu Mimin ngerasa kalau mid sama treble-nya ga begitu keganggu loh sama bass yang sebesar ini. Tuningannya termasuk rapi buat sebuah IEM basshead.

BASS :

Dunu X Koto Ito ini punya bass yang besar banget. Cocok buat temen-temen yang tergolong basshead atau suka dengan bass yang kuantitasnya banyak. Fokusnya lebih ke subbass daripada mid bass. Suara rumble atau gemuruhnya dapet banget. Rasanya dalem dan beneran bisa bikin satisfying deh bassnya. Cobain deh di lagu Hip-Hop kayak lagu “Not like us” nya Kendrick Lamar. Lagu yang banyak banget subbass-nya. Kalian bakalan ngerasain rumble-nya yang panjang dan memuaskan. Atau cobain lagu “Low (feat. T-Pain)” nya Flo Rida. Mimin dulu sama sekali ga nyerasain subbass dari lagu itu, tapi waktu ngedengerin pakai Dunu X Koto Ito ini, malah kedengeran, wkwk.

Kualitas dari bassnya juga masih bagus loh buat IEM dengan bass sebesar ini. Bassnya bisa memberikan tekstur yang mantap. Dan jelas, impact-nya juga solid. Lalu, dengan bass yang sebesar ini, IEM nya masih bisa mengkontrol bassnya dengan cukup baik. Dikala Mimin ngedengerin lagu yang kuantitas bass nya tidak banyak, mid nya dan treble-nya jadi terdengar bersih dan natural. Ga sampai yang bikin vokalnya tenggelam gitu. Yang kurang dari bassnya hanya di transient speed-nya, karena ekor dari bassnya terdengar agak panjang. Memang hal yang wajar untuk IEM dengan kuantitas bass sebesar ini. Lagipula, menurut Mimin IEM ini memang lebih cocok untuk lagu yang punya ekor bass kok, misalnya seperti Hip-Hop dan EDM.

MID :

Mid dari Dunu x Koto Ito ini juga masih termasuk bagus. Vokal dari penyanyinya masih terdengar normal dan natural bagaimana adanya. Kalau IEM ini digunakan untuk lagu vokalan, vokalnya masih terdengar jelas dan lepas. Contohnya di lagu barunya vtuber biru (Kobo Kanaeru) yang “Fond Memories”, suara Kobo nya terasa maju, emosinya dapet, ga ada yang nahan. Vokalnya juga bebas dari shouty (vokal yang terlalu maju). Vokal Laki-laki nya juga termasuk OK.

Bobotnya masih dapat dan ga setipis IEM-IEM biasanya. Suara alat musik seperti gitar listrik juga masih lumayan dapat garangnya loh. Ga sampai yang smooting banget. Oh iya, Mimin juga cobain lagu yang dominan dengan suara alat musik Koto. Misalnya di soundtrack “Duel in the Mist” yang ada di game Genshin Impact. Suara alat musik Koto disitu terdengar cocok cocok aja loh. Ajib bener ya. Mimin heran, Dunu X Koto Ito ini yang punya bass besar masih bisa memberikan frekuensi mid yang serapi ini.

TREBLE :

Kalau treble-nya Dunu x Koto Ito ini termasuknya yang smooth. Fokusnya lebih ke mid treble. Suara crash dari simbalnya masih terasa natural. Ga ketahan dan ga yang bikin nyerang atau sakit. Sedangkan upper treble-nya smooth. Untungnya bukan yang sampai dark. Mimin masih bisa denger ekstensi dari treble-nya. Jadi, treble IEM ini juga masih terbilang bagus dan rapih.

TEKNIS :

Kalau soal teknis, Dunu x Koto Ito ini punya keunggulan di imagingnya. Mimin bisa nge-pin point dari mana suaranya berasal. Soundstage-nya juga termasuk luas dan megah. Bentuknya agak membulat. Width kanan-kirinya lebar, depth depan-belakangannya masih dapet, height atas-bawahnya juga kerasa. Kalau segi teknis lainnya seperti separasi, layering, resolusi, timbre, dan clarity-nya menurut Mimin masih OK aja. Yang agak kurang hanya di detailnya saja. Namun hal itu merupakan hal yang sangat wajar untuk IEM dengan bass yang sebesar ini.

PENUTUP :

Secara keseluruhan, Dunu x Koto Ito berhasil jadi IEM kolaborasi yang unik dengan karakter kuat. Tuningnya jelas ditujukan untuk penikmat bass besar (basshead) yang dalam, tapi tetap dijaga supaya mid dan treble-nya nggak ketutupan. Build quality, desain faceplate yang elegan, serta kabel bawaan premium bikin paket ini terasa mewah. Jadinya dengan harga 3 jutaan lebih sedikit, Dunu x Koto Ito bisa jadi pilihan mantap buat yang cari sensasi basshead dengan sentuhan vokal dan teknikalitas yang tetap enak didengar.

Segitu aja yang bisa Mimin jelasin ya. Terima kasih buat temen-temen yang sudah baca. Sampai ketemu lagi di review selanjutnya. Cheers!