HiBy W4: DAC/AMP Portable Powerful, Dual Mode, dan Bisa Touchscreen?

Review HiBy W4

Siapa nih yang pakai produknya HiBy? Baru-baru ini HiBy ngerilis produk DAC/AMP portable dengan bentuk yang unik dan power yang ga main-main loh. Namanya adalah HiBy W4. Mau tau seperti apa performa dari DAC/AMP ini? Yuk, kita langsung masuk ke pembahasannya!

 

PEMBUKA :

HiBy merupakan brand yang sudah terkenal di kalangan audiophile. Mereka terkenal karena produk DAP, DAC/AMP portable, sampai IEM mereka yang baru-baru ini hype di grup FB komunitas audio Indonesia, yaitu HiBy Yula. Mereka juga dikenal karena software audio (HiBy Music App)nya yang katanya sudah dipakai oleh lebih dari 3 juta pengguna di seluruh dunia. 

Sekarang HiBy meluncurkan lagi produk DAC/AMP portable mereka yang fleksibel dari pendengar kasual sampai pendengar antusias. Banyak hal yang spesial dari DAC/AMP portable ini, mulai dari dual koneksi kabel dan bluetooth (dengan codec yang lengkap), output power yang besar, dan juga fitur kontrol yang lengkap. Kontrol untuk DAC/AMP ini bisa dengan dilakukan dengan menggunakan tombol dan juga touchscreen. Fitur tersebut sangat jarang untuk sebuah DAC/AMP portable di harganya loh. Dengan semua keunggulan itu, Hiby W4 ini di Indonesia memiliki harga 1,7 jutaan.

 

PACKAGING :

Tampilan dari box-nya sangat unik. Bagian depan box-nya sama persis dengan tampilan dari DAC/AMP-nya. Warna dari box-nya ada 2. Untuk varian yang berwarna black, white, yellow, dan green memiliki box yang berwarna oranye. Ada juga yang berwarna cyan atau biru kehijauan dengan warna box yang serupa. Untuk varian yang berwarna biru ini warnanya mirip sekali dengan warna Hatsune Miku, wkwk. Lucu banget deh. Mengingat beberapa waktu yang lalu, Hiby juga pernah berkolaborasi dengan Hatsune Miku di produk sebelumnya.

Gambar Packaging HiBy W4

Kalau soal isi kelengkapan di dalamnya terdapat Hiby W4-nya, USB A to C adapter, 2 lembar screen protector (1 nya sudah terpasang), kabel C to C, user manual, dan juga kartu-kartu kelengkapan lainnya.

 

DESAIN & BUILD QUALITY :

Mimin suka sekali dengan desain dari DAC/AMP ini. Bentuknya segi empat dengan bodi yang sedikit lebih tebal daripada dongle DAC/AMP di kelas harganya. Bodi dari DAC/AMP ini terbuat dari material aluminum alloy dan ABS. Yang bagian aluminum-nya berwarna hitam, sedangkan bagian ABS-nya memiliki warna yang sesuai dengan varian yang sebelumnya sudah Mimin sebutkan di atas.

Di bagian depan sebelah kanan bawah terdapat tulisan HiBy W4 dan juga logo NFC yang debossed. Bagian atas kanannya terdapat semacam sekrup yang berguna untuk memasangkan clip metal ataupun case magnetic di bagian belakang bodinya. Sedangkan di bagian kirinya terdapat layar touchscreen berwarna yang berukuran 2 inch. Lalu di bagian atasnya terdapat port jack 4.4mm balanced, 3.5mm single ended, dan type-C. Sebelah kanannya terdapat tombol power, tombol play/pause/previous track, dan tombol next track. Dan sebelah kirinya terdapat tombol volume up, tombol volume down, dan charging switch yang berguna untuk mengaktifkan/menonaktifkan fungsi pengisian daya saat DAC/AMP ini dipasangkan ke HP/Laptop kita.

Gambar Bagian Atas HiBy W4

Kalau soal build quality-nya, menurut Mimin DAC/AMP ini sudah bagus kok. Finishing-nya rapi, tombolnya tactile, layarnya juga termasuk bagus. Oh ya, saat pertama kali di buka, layar dari DAC/AMP ini sudah terpasang screen protector. Di paket penjualannya pun masih terdapat 1 screen protector cadangan lagi. Jadinya OK bangetkan bodi dari DAC/AMP ini?

 

SPECIFICATIONS :

Untuk spesifikasi yang digunakan oleh DAC/AMP HiBy W4 ada di bawah ini:

Specifications:

  • Model Number: Hiby W4
  • Color Options: Black, White, Green, Yellow, Cyan/Blue
  • Body Materials: Aluminum Alloy + ABS
  • Bluetooth Chip: QCC5181
  • DAC Chip: Dual CS43198
  • Supported Audio Specifications: DSD512, PCM768kHz
  • Bluetooth: Bluetooth 5.4
  • Supported Bluetooth Codecs: aptX Adaptive/aptX lossless/aptX-HD/aptX/LDAC/AAC/SBC
  • Bluetooth Range: 10 Meter
  • Control Methods: Touch Screen, Physical Buttons, Voice Prompt
  • Headphone Jacks: 3.5mm (CTIA Standard)/4.4mm Balanced Jack
  • Microphone: Supported via 3.5mm Headphone Jack
  • cVc Noise Reduction: Supported via 3.5mm Headphone Jack
  • Remote Control: Supported via 3.5mm Headphone Jack
  • NFC: Supported
  • Power Follow Mode: Supported
  • Battery Capacity: 1500mAh
  • Battery Life: 3.5mm: 6.3h; 4.4mm: 5h (Continuous AAC Playback)
  • Weight: 93.3g
  • Dimensions: 66.15mm*65.1mm*21.5mm (Excluding Clip)

 

Audio Specifications:

on 3.5 PO

  • Output level: 2Vrms
  • Output Power: 125mW
  • THD+N: 0.0008%
  • Noise: 1.8uV
  • SNR: 125dB
  • Crosstalk: 75dB
  • Frequency Response: 20-90kHz

on 4.4 BAL

  • Output level: 4Vrms
  • Output Power: 475mW
  • THD+N: 0.0006%
  • Noise: 1.7uV
  • SNR: 126dB
  • Crosstalk: 114dB
  • Frequency Response: 20-90kHz

 

Indicator Status:

  • Charging
  • Status: Indicator Light
  • Charging in Progress: Red Light Flashing
  • Fully charged: Green Light On

 

USB Mode:

  • Status: Light Color
  • Connected, not playing: Not
  • Playing Music <48K: Yellow
  • Playing Music 88.2K~192K: Cyan
  • Playing Music >352.8K: Orange
  • DSD Playback: White

 

Bluetooth Mode:

  • Status: Light Color
  • Playing Music <48K: Yellow
  • Playing Music (88.2K~192K): Cyan

 

USER EXPERIENCE :

Pengalaman Mimin saat menggunakan DAC/AMP portable ini positif banget. Biasanya Mimin menggunakan DAC/AMP di mode Bluetooth-nya. Koneksinya stabil dan tidak ada gangguan. Mimin coba memakai DAC/AMP ini berjauhan dengan HP yang sedang Mimin sambungkan bluetooth-nya, ternyata DAC/AMP ini masih bisa menangkap sinyal sampai di jarak kurang lebih 9 meter.

Clip yang terdapat di bagian belakang bodinya juga ternyata berguna banget loh. Mimin kadang membawa DAC/AMP ini sambil jalan-jalan, namun DAC/AMP ini tidak bisa Mimin simpan di dalam saku celana karena sudah terisi dengan benda lain. Untungnya dengan adanya clip ini, Mimin bisa menyangkutkan DAC/AMP ini di bagian luar celana Mimin, wkwk. Hal ini juga berguna agar jack yang terpasang ke DAC/AMP nya tidak terganggu ataupun tertekuk.

Gambar Bagian Belakang HiBy W4

Layar dari DAC/AMP ini juga berguna banget untuk menampilkan banyak sekali hal. Mulai dari jenis koneksi yang sedang digunakannya, berbagai macam pengaturan, persentase baterai, level volume, sampai ke gambar dari album/lagunya juga bisa loh ditampilkan di layar ini. Hal kecil seperti ini membuat pengalaman menggunakannya menjadi lebih asik.

Beberapa hal yang bisa kita lihat atau atur di bagian settings nya diantara lain terdapat: Language, Bluetooth, Gain, Balance, Filter, Equalizer, NOS, Backlight settings, Power follow, LED indicators, USB microphone, Album cover display, Screen rotation, Restore factory settings, Certificate, About, dan Developer Options.

Baterai dari DAC/AMP berlayar ini juga termasuk yang awet loh. Mimin coba mendengarkan lagu di mode bluetooth-nya, medium gain, dan memasangkan jack 4.4 balance selama kurang lebih 40 menit, hanya membuat baterainya berkurang sebanyak 9%. Jadinya masih cukup untuk menemani aktivitas mendengarkan lagu sehari-hari bagi kebanyakan orang. Proses pengisian baterainya juga bukan yang lambat banget. Untuk DAC/AMP yang kapasitas baterainya 1500mAh, pengisian baterai selama 30 menit akan mengisi dayanya sebesar 30% juga.

Satu lagi fitur yang Mimin suka dari DAC/AMP ini adalah NFC pairing-nya. Jadi kalau HP kita memiliki fungsi NFC, saat pertama kali kita ingin menyambungkan koneksi bluetooth HP tersebut ke DAC/AMP ini, kita hanya tinggal menempelkan bodi depan DAC/AMP ini ke sensor NFC dari HP tersebut. Jadinya kita tidak perlu menunggu proses pairing bluetooth-nya yang terkadang terasa lama.

 

SUARA :

Sebelumnya Mimin mau memberi tahu dulu kalau DAC/AMP ini memiliki pembatasan volume (volume lock) saat pertama kali dibuka dari box-nya. Hal itu menyebabkan DAC/AMP ini tidak bisa mengeluarkan power output maksimalnya. Oleh karena itu, Mimin akan memberi tahu cara untuk menonaktifkan fitur volume lock tersebut dari DAC/AMP seperti di bawah ini:

  1. Masuk ke layar pengaturan/setting di sebelah kiri home screen.
  2. Scroll ke bawah dan klik bagian “About”.
  3. Klik beberapa kali tulisan “HIBY W4” nya sampai muncul pemberitahuan kalau DAC/AMP-nya sudah masuk ke developer mode.
  4. Kembali lagi ke layar setting dan klik tulisan “Developer Options”.
  5. Lalu matikan setingan volume lock-nya.

Dengan menonaktifkan setingan volume lock-nya, kita jadinya bisa menggunakan DAC/AMP ini dengan maksimal volume di 30 klik, dari yang sebelumnya hanya dibatasi sebesar 15 klik.

HiBy W4 ini juga memiliki power yang termasuk yang besar loh. Di spesifikasinya bisa dilihat kalau output level maksimal di konektor 4.4 balance-nya adalah 4Vrms dengan output power-nya di 475mW. Sebagai patokan, Mimin menggunakan DAC/AMP ini dengan menggunakan mode bluetooth, setingan medium gain. Dengan IEM Crinear Daybreak dan kabel 4.4mm-nya, Mimin yang low volume listener (orang yang suka mendengarkan IEM di volume yang lebih rendah daripada kebanyakan orang), merasa cukup di volume 6-7 dari 30.

Sensasi suara yang diberikan DAC/AMP ini termasuk yang netral. Mimin sama sekali tidak merasakan adanya tambahan dari semua frekuensinya. Singkatnya, suara yang diberikan oleh DAC/AMP ini terasa minim banget dari kolorasi.

Gambar Bagian Kanan HiBy W4

Bass:

Dengan menggunakan DAC/AMP ini, Mimin sama sekali tidak merasakan adanya penambahan ataupun pengurangan kuantitas bass dari IEM yang biasa Mimin gunakan. Presentasi bass dari sebuah DAC/AMP seperti ini membuatnya menjadi cocok untuk digunakan kebanyakan IEM. Namun kalau didengarkan lebih teliti lagi, DAC/AMP ini sedikit saja lebih fokus ke sub bass daripada mid bass-nya.

DAC/AMP ini juga ternyata bisa memberikan kualitas bass yang terasa bagus. Tekstur dan impact bass nya berasa banget. Tidak sehalus atau sekering DAC/AMP bluetooth lain di kelas harganya. Bass yang dihasilkannya juga terasa tight dan gesit. Jadinya cocok untuk dipakai lagu-lagu cepat seperti lagunya Dysmn yang berjudul “Please, Take Away The Pain” dengan suara double pedal-nya. Hal-hal tersebut masih jarang diberikan oleh DAC/AMP portable lain di harga under 2 juta.

 

Mid:

Frekuensi mid yang diberikan oleh DAC/AMP ini memberikan sensasi vokal (terutama vokal perempuan) yang sedikit lebih maju. Vokal laki-laki maupun perempuannya terasa bersih, bening, dan lepas. Sama sekali tidak terdengar adanya suara vokal yang tertahan. Untungnya vokalnya yang maju ini masih jauh dari kesan shouty. Bobot vokal bernada rendah seperti suara berat laki-laki nya juga masih hadir, walaupun bukan yang paling berisi. Suara alat musiknya juga masih terdengar natural dan apa adanya.

Bagusnya lagi, posisi dari suara alat musiknya bisa hampir terasa sejajar dengan suara vokal dari penyanyinya. Contohnya di lagu buatan Kenshi Yonezu dan Hikaru Utada yang berjudul “JANE DOE”, beberapa kali suara violinnya lebih terdengar dengan DAC/AMP ini dibandingkan DAC/AMP lain di harganya yang biasa Mimin gunakan. Pokoknya kalian harus cobain!

 

Treble:

Mimin juga suka sekali dengan suara treble yang diberikan oleh DAC/AMP ini. Presentasi treble-nya terasa jelas, lepas, namun masih terdengar smooth. Rasanya jarang sekali Mimin mendapatkan DAC/AMP yang bisa memberikan suara treble seperti ini, apalagi untuk kelas harganya. Trebel-nya sama sekali tidak terasa harsh atau kasar. Sibilance yang dihasilkannya juga terasa minim sekali.

Untuk Mimin yang biasanya mendengarkan IEM dengan DAC/AMP yang fokus treble-nya ke mid treble, jadinya merasa kalau HiBy W4 ini memiliki treble yang lebih fokus ke upper treble-nya. Namun saat Mimin mencoba kembali lebih banyak DAC/AMP, ternyata HiBy W4 ini memiliki treble yang paling “komplit” dan balance. Kuantitas treble-nya juga terasa pas, tidak terdengar kekurangan ataupun kelebihan. Tidak ada juga penekanan dari lower treble sampai ke upper treble-nya. Jadinya suara attack dari simbal sampai sparkling di ujung upper treble-nya akan terdengar jelas di sini.

 

TEKNIS :

Untuk sebuah DAC/AMP yang memiliki 2 jenis koleksi (kabel dan wireless), HiBy W4 ini sangat bisa melawan banyak DAC/AMP di kelas harganya. Secara resolusi jelas, dinamika mantap, micro & macro detail terdengar, tekstur bass-nya hadir, clarity-nya bening, imaging lumayan presisi, separasi terasa terpisah-pisah, sampai ke soundstage-nya pun termasuk yang cukup luas untuk di kelas harganya. Pokoknya susah banget dilawan deh teknikalitas DAC/AMP seperti ini.

 

PENUTUP :

HiBy W4 hadir sebagai DAC/AMP portable yang menawarkan kombinasi fitur lengkap, desain unik, dan performa yang sangat kompetitif di kelas harganya. Dengan dukungan koneksi dual mode (kabel dan Bluetooth), layar touchscreen, serta output power yang besar, perangkat ini memberikan fleksibilitas tinggi untuk berbagai skenario penggunaan. Dari sisi suara, karakter yang netral dengan minim kolorasi, membuatnya mampu menampilkan karakter asli dari IEM yang digunakan, sambil tetap menghadirkan kualitas teknis yang solid seperti detail, dinamika, dan separasi yang baik.

Secara keseluruhan, HiBy W4 menjadi pilihan yang sangat menarik bagi pengguna yang mencari DAC/AMP serba bisa dengan performa di atas rata-rata di harga 1 jutaan. Pengalaman penggunaan yang praktis, fitur melimpah, serta kualitas suara yang matang menjadikannya salah satu opsi terbaik di kelasnya.

Gambar Bagian Kiri HiBy W4

Cocok untuk:

  • Pengguna yang ingin DAC/AMP all-in-one (Bluetooth + kabel)
  • Listener yang suka suara netral & minim kolorasi
  • Pengguna IEM yang butuh DAC/AMP portable berpower besar
  • Orang yang suka fitur lengkap (touchscreen, NFC, EQ, dll)
  • Pengguna yang mobile/sering berpindah tempat 
  • Audiophile pemula sampai menengah yang ingin upgrade signifikan dari dongle biasa

 

Kelebihan:

  • Fitur sangat lengkap (touchscreen, NFC, Bluetooth codec lengkap)
  • Dual mode: wired & wireless
  • Output power besar (hingga 475mW di 4.4mm)
  • Karakter suara netral, bersih, minim sibilance
  • Kualitas teknis kuat (detail, dinamika, separasi, soundstage)
  • Build solid + desain unik + layar informatif
  • Battery life cukup oke untuk penggunaan harian

 

Kekurangan:

  • Perlu unlock volume (developer mode) untuk performa maksimal
  • Bukan untuk yang mencari bumbu suara tertentu (fun/colored)

Segitu aja yang bisa Mimin jelasin ya. Terima kasih buat temen-temen yang sudah baca. Sampai ketemu lagi di review selanjutnya. Cheers!