Cara Merawat, Menjaga, dan Menyimpan IEM dengan Benar
Halo guys! Kalian pernah ga sih punya suatu IEM yang dibeli berkali-kali karena mengalami kerusakan terus? Padahal sudah suka dan cocok banget dengan suaranya. Atau mungkin ada juga yang pernah punya IEM yang rusak sebelum masa garansinya habis? Sedangkan kebanyakan orang lain yang menggunakan IEM yang sama malah bisa bertahan lebih dari setahun atau lebih? Nah, hal tersebut mungkin bisa terjadi karena beberapa diantara kalian masih kurang tau cara untuk merawat, menjaga, dan menyimpan IEM dengan baik dan benar. Mimin sekarang mau bagiin beberapa cara merawat, menjaga, dan menyimpan IEM agar bisa berumur panjang, wkwk. Caranya simpel-simpel kok. Mimin jelasin semua cara yang Mimin tau biar temen-temen bisa punya IEM yang awet. Penjelasannya ada di bawah ini.
A. MERAWAT
1.Bersihkan IEM sebelum dan setelah digunakan.
Eartips dari IEM yang kita gunakan biasanya menjadi bagian yang paling gampang kotor. Entah itu terkena kotoran telinga, debu, ataupun kotoran lainnya. Nah, sebaiknya kotoran tersebut dibersihkan terlebih dahulu sebelum kita menggunakan IEM-nya. Terkadang juga eartips akan terasa basah setelah kita menggunakan IEM-nya. Hal tersebut bisa disebabkan karena keringat ataupun kotoran dari dalam telinga. Beberapa orang juga ada yang IEM-nya kotor karena terdapat kulit mati dari telinga (seperti ketombe). Sebaiknya, semua kotoran tersebut langsung dibersihkan saja dari IEM-nya. Agar kotoran tidak menumpuk dan IEM kita menjadi tetap bersih dan awet.
Kebanyakan kotoran pada suatu IEM akan terkumpul di bagian dalam eartips atau di luar nozzle. Apabila itu terjadi, suara yang dihasilkan oleh IEM tersebut lama-kelamaan akan berubah. Ada yang keluaran volumenya semakin mengecil, ada juga yang sampai mati total. Jadi, sebaiknya bila ada kotoran yang menempel di IEM kita, langsung saja dibersihkan.
Bagian IEM yang paling mudah untuk dibersihkan adalah eartips-nya. Eartips dapat dibersihkan dengan cara mengelap bagian payung eartips-nya dengan menggunakan alcohol swab atau tisu yang sedikit dibasahi. Untuk bagian dalamnya, bisa dibersihkan dengan menggunakan cotton buds. Lalu untuk bagian filter dari IEM-nya bisa dibersihkan menggunakan cleaning tools khusus yang diberikan di beberapa paket pembelian IEM.

Gambar IEM yang Bersih
B. MENJAGA
2.Jauhi IEM dari sumber air dan debu.
Air dan debu adalah musuh dari barang-barang elektronik. IEM juga masih termasuk barang elektronik. Apabila suatu IEM kemasukan air atau tertumpuk oleh debu, IEM tersebut bisa saja mengalami kerusakan. Entah itu karena bagian dalamnya yang konslet, ataupun kerusakan dalam lainnya. Oleh karena itu, sebaiknya kita menyimpan IEM kita jauh dari kedua hal tersebut.
3.Jangan Membentur, Menjatuhkan, dan/atau Menimpa IEM.
IEM adalah alat elektronik yang berukuran kecil. Walaupun beberapa diantaranya sudah ada yang terbuat dari metal, namun hal tersebut masih belum bisa membuat IEM tersebut mutlak tahan dari kerusakan. IEM merupakan benda yang masih rawan rusak akibat terkena benturan, guncangan, ataupun tekanan. Beberapa driver IEM bisa rusak karena terbentur oleh benda keras. Beberapa IEM juga bisa pecah apabila diberi tekanan yang kuat ataupun jatuh dari tempat yang tinggi. Ada juga orang-orang yang menggunakan IEM-nya sambil tidur. Oleh karenanya, beberapa diantaranya menyebabkan pin di IEM maupun kabelnya menjadi patah karena tertindih oleh badannya sendiri.
Untuk menjauhi hal tersebut, sebaiknya kita menggunakan IEM dengan cara yang sewajar-wajarnya. Bisa dimulai dengan hal yang kecil seperti memegang IEM nya dengan benar, menggunakan IEM-nya di tempat yang tenang seperti saat duduk atau jalan santai, dan lain sebagainya.
C. MENYIMPAN
4.Gulung IEM kalian dengan rapi dan benar.
IEM yang sudah tidak digunakan sebaiknya digulung kembali kabelnya dengan benar. Selain untuk merapikan, IEM yang digulung dengan cara yang benar bisa membuat kabel IEM-nya tidak mudah kusut dan tahan lama loh. Cara menggulung kabel IEM sebenarnya sudah banyak yang menjelaskannya di internet. Yang penting jangan menggulung kabelnya dengan gulungan yang ketat. Longgarkan gulungannya antara 3-4 jari agar kabel tidak terlalu ketat saat digulung.
5.Simpan IEM kalian ke dalam case yang protektif.
Casing IEM umumnya berfungsi untuk menjaga IEM kita menjadi lebih tahan dari benturan, gesekan, dan juga timpaan. Casing IEM yang protektif umumnya yang jenisnya hardcase. Bila IEM kalian tidak memiliki casing bawaan, Mimin sarankan kalian beli saja hardcase untuk IEM kalian sekarang. Dengan hardcase, IEM kalian lebih bisa tahan lama dari beberapa masalah kerusakan fisik.
6.Simpan silica gel di dalam case IEM tersebut.
IEM masih termasuk benda yang rawan dengan kelembaban. IEM yang dibiarkan lembab begitu saja, cepat atau lambat akan mengalami oksidasi. Oksidasi dapat terjadi pada kabel, ataupun bagian dalam IEM (driver)nya juga. Oleh karena itu, kita perlu menyimpan sebungkus kecil silica gel di dalam hardcase tersebut bersamaan dengan IEM-nya. Agar menjaga kadar kelembaban di dalam hardcase tersebut, sekaligus memperlambat proses oksidasi IEM kita.
D. MENGGUNAKAN
7.Jangan menggunakan IEM dengan volume yang sangat tinggi.
Beberapa IEM akan mengalami kerusakan driver apabila dibiarkan menghasilkan suara dengan volume yang terlalu tinggi. IEM yang digunakan dengan volume yang sangat tinggi bisa membuat drivernya menjadi “jebol”. Jadi, sebaiknya kita hati-hati dalam mengatur volume saat menggunakan IEM-nya.
8.Jangan terlalu sering melepas pasang kabel IEM.
Pin konektor pada suatu IEM lama-kelamaan akan melonggar apabila sering dilepas pasangkan dari kabelnya. Pin female pada IEM kita juga bisa rusak apabila kita memasang atau melepaskan kabelnya dengan cara yang salah. Sebaiknya kita jangan terlalu sering melepas-pasang kabel dari IEM-nya agar pin IEM-nya tidak cepat longgar. Apabila kita masih harus melepas pasang kabelnya karena ingin mencoba-coba banyak kabel lain, maka kita harus melepas-pasangnya dengan cara yang tepat. Jangan terlalu menggoyang-goyangkan konektornya saat kita ingin melepas kabel dari IEM-nya. Sebaiknya lepas kabel tersebut dengan memegang bagian housing dari pin kabelnya, lalu tarik secara lurus, perlahan, dan hati-hati.
E. TIPS TAMBAHAN
Setelah membahas soal IEM, kita harus tau cara yang benar untuk merawat telinga kita. Karena telinga merupakan bagian tubuh utama kita yang menerima suara. Tanpa telinga yang bersih dan sehat, suara dari IEM yang kita dengarkan pastinya tidak akan terdengar detail, jernih, dll. Cara membersihkan telinga sebenarnya cukup dengan mengusap bagian luar telinga kita dengan menggunakan handuk setelah mandi. Kita tidak perlu menggunakan cotton bud untuk membersihkan telinga, karena kotoran (kecil) yang ada di dalam telinga sebenarnya akan keluar sendirinya seiring dengan berjalannya waktu.
Selain membersihkan telinga, kita juga harus menjaga tingkat volume dan lama penggunaan IEM kita. Telinga kita memiliki batas waktu aman saat mendengarkan suara di tingkat volume tertentu. Banyak sumber yang memberi tahu berapa lama dan berapa batasan volume suara yang aman didengarkan oleh telinga manusia. Pokoknya, semakin tinggi volume suaranya, maka semakin sebentar juga kita boleh/aman mendengarkannya. Apabila kita memaksakan telinga kita mendengarkan suara dengan volume yang tinggi dengan waktu yang lama, hal tersebut bisa membuat telinga kita menjadi rusak. Entah itu terkena penyakit tinnitus, atapun bahkan sampai tuli total.

Gambar Grafik Desibel Suara yang Ada di Sekeliling Kita
Oleh karena itu, saat menggunakan IEM sebaiknya kita tidak menggunakannya dengan volume yang tinggi dalam waktu yang lama. Apabila kalian ingin menggunakan IEM dalam waktu yang lama, Mimin sarankan temen-temen untuk menggunakan IEM-nya dengan volume yang sedikit lebih kecil daripada yang biasa kalian dengarkan. Dan juga istirahatkan telinga kalian selama 15 menit setiap 45 menit setelah kalian mendengarkan IEM-nya.
PENUTUP:
Merawat IEM bukanlah hal yang sulit, tapi sering kali dilupakan. Dengan sedikit perhatian dan kebiasaan yang benar seperti membersihkan secara rutin, menjauhkan dari air dan debu, menyimpan dengan rapi, hingga menggunakannya dengan bijak. IEM kesayanganmu bisa bertahan jauh lebih lama dan tetap terdengar prima seperti baru.
Selain itu, jangan lupa juga untuk menjaga kebersihan dan kesehatan telinga, karena telinga yang sehat adalah kunci utama untuk menikmati kualitas suara terbaik dari IEM apa pun yang kamu miliki.
Dengan merawat IEM dan telinga dengan baik, kamu tidak hanya memperpanjang umur perangkatmu, tapi juga menjaga kualitas pengalaman mendengarkan musikmu tetap maksimal setiap hari.
Segitu aja yang bisa Mimin jelasin ya. Terima kasih buat temen-temen yang sudah baca. Kalau ada yang ingin ditanyakan, bisa langsung tulis saja di kolom komentar. Sampai ketemu lagi di review selanjutnya. Cheers!
LAMPIRAN:
- Youtube Gizaudio: https://youtu.be/4lAg06iNQdQ?si=aYauOFnDe8HxK-Rf
- Youtube Hangout.Audio: https://youtu.be/FIXd85IX8z0?si=tqbkXW1TGLAkvrFl
- Zen Audio: Tips: Memasang Sound System Yang Tepat Sesuai Dengan Kebutuhan.