Review Hisenior Mega7
Guys, sekarang di Bass Audio ada IEM baru yang lagi hype nih. IEM seri mega lainnya dari Hisenior yang namanya Hisenior Mega7. Ga perlu lama-lama, kita langsung ke pembahasannya aja yuk!
PEMBUKA :
Hisenior merupakan brand audio yang berfokus pada pembuatan in ear monitor profesional, baik versi custom (CIEM) maupun universal untuk musisi, audio engineer, sampai audiophile. Hisenior sempat booming karena IEM flagship tribrid mereka yang bernama Hisenior Mega5EST. Kali ini, mereka membuat lagi IEM flagship seri Mega lagi yang bernama Mega7. Menurut Hisenior, IEM ini dirancang selama 1 tahun 5 bulan demi mencapai “Stay True to the Original Sound”. Hisenior Mega7 dijual dengan harga 7,5 jutaan.

Gambar Hisenior Mega7
Sama seperti namanya, Hisenior Mega7 ini memiliki 7 driver di masing-masing housing-nya. Diantaranya adalah 1 Bio-cellular Diaphragm Dynamic Driver (DD), 4 Balanced Armature (BA) Sonion, 2 Balanced Armature (BA) Knowles.
PACKAGING :
Packaging dari Hisenior Mega7 ini elegan dan cukup minimalis. Warna box-nya didominasi dengan warna hitam dan sedikit bintik-bintik putih. Jadinya seperti langit malam dengan bintang-bintang yang bergemilang. Terdapat juga nama dan foto dari housing IEM-nya. Kelengkapannya terdapat sepasang IEM-nya, kabel, 6 pasang eartips balance, 6 pasang eartips smooth, 2 pasang eartips foam, hardcase leather, 2 pasang filter cadangan, cable clip, dan cleaning cloth.

Gambar Kelengkapan Hisenior Mega7
Sama seperti tampilan box-nya, housing Hisenior Mega7 menurut Mimin cantik, elegan, sekaligus garang. Mimin suka sekali dengan warna dan juga desain dari faceplate-nya. Warna hitam pekat dengan kelap-kelip putihnya sangat memberikan kesan IEM premium. Terdapat juga sebuah logo di masing-masing faceplate-nya. Bentuk housing dari Hisenior Mega7 ini termasuk besar dengan bentuknya yang semi pseudo. Bahan dari keseluruhan housing-nya terbuat dari resin. Resin dari IEM ini terasa kuat, padat, dan ga gampang pecah. Finishing dari IEM-nya juga sudah rapi banget. Tidak ada bagian kasar dari keseluruhan housing-nya. Pokoknya housing dari Hisenior Mega7 ini sudah solid banget.
Tidak hanya itu, kabel bawaannya juga kerasa banget spesialnya. Karena sebenarnya kabel ini dibuat secara khusus oleh Hisenior. Nama kabelnya adalah Hisenior Orca. Warna kabelnya sama-sama hitam pekat seperti housing IEM-nya. Namun warna dari jack, splitter, dan housing pinnya berwarna abu-abu. Di bagian jack-nya terdapat gambar seperti paus orca. Splitter-nya juga kelihatan lebih besar dari kebanyakan kabel IEM. Pokoknya garang banget deh. Kabelnya terbuat dari UPOCC Copper Litz, 4 strands yang di-braid bagian bawahnya, dan di-twist bagian atasnya. Kabelnya cukup tebal, namun masih termasuk lentur. Bahannya bukan yang kaku sampai susah untuk diatur. Overall masih fleksibel dan termasuk mudah untuk diatur. Jadinya kabel ini juga tidak gampang kusut. Selain itu, kabel ini juga tidak microphonic saat bergesekan dengan baju. Mantap banget kan kabel Hisenior Orca ini.

Gambar Kabel Orca dari Hisenior Mega7
FITTING :
Mimin suka dengan bentuk ergonomis dari Hisenior Mega7 ini. Walaupun ukurannya agak besar, tapi lekukannya pas banget dengan bentuk telinga Mimin. Bentuk shell dari IEM ini pseudo yang cukup universal. Bentuk finch/sayap di bagian shell-nya sama sekali tidak mengganggu di concha/konka telinga Mimin. Bobot dari housing-nya juga masih termasuk ringan karena hampir semua bagiannya terbuat dari resin. Ukuran nozzle-nya juga masih termasuk normal. Tidak begitu lebar dan juga tidak begitu panjang. Jadinya akan memudahkan saat kalian me-rolling eartips ke IEM ini. Oh ya, di Hisenior Mega7 ini juga terdapat teknologi APRM (Air Pressure Release Mechanism) untuk mengurangi tekanan dalam telinga. Teknologi ini membuat kita menjadi nyaman memakai IEM ini berlama-lama tanpa rasa penuh di telinga.

Gambar Shell Hisenior Mega7
DRIVABILITY :
Hisenior Mega7 ini merupakan IEM yang mudah untuk di-drive. Mimin biasa menggunakan IEM ini menggunakan kabel bawaan yang dipasangkan ke DAC/AMP TimeEar BTE-9 dengan mode bluetooth-nya. Di low gain, untuk Mimin yang low volume listener (orang yang suka mendengarkan IEM di volume yang lebih rendah daripada kebanyakan orang), volume 5-7 dari 63 sudah terasa cukup.
SUARA :
Impresi pertama waktu Mimin pertama kali menggunakan Hisenior Mega7 ini rasanya membuat Mimin tersenyum sendiri. IEM ini berhasil membuat Mimin merinding, karena belakangan ini Mimin sering mendengarkan lagu dari suatu game yang kebanyakan memberikan nuansa yang lebar dan megah. Contohnya seperti lagu “Ode to the Nameless Martyr” dari game Wuthering Waves. Suara dari kedua penyanyinya yang terdengar jelas emosinya, diiringi juga dengan suara alat musiknya yang terasa mengelilingi kepala. IEM ini terasa membuat Mimin masuk sendiri dalam dunia gamenya, wkwk. Kuantitas bass-nya pas dan masih dalam. Mid-nya bersih, bening, dan natural. Treble-nya smooth sekaligus airy secara bersamaan. Jarang banget IEM bisa menghasilkan suara mid dan treble serapi ini.
BASS :
Kuantitas bass secara keseluruhan terasa pas. Mimin sama sekali ga ngerasain kekurangan kuantitas bassnya, tapi untuk kalian yang basshead mungkin akan merasa kekurang di pukulan mid bass-nya. Karena Hisenior Mega7 ini memiliki bass yang lebih fokus di sub bass daripada mid bass-nya. Walaupun kuantitas bass-nya pas aja, tapi IEM ini masih bisa memberikan tekstur bass yang mantap banget. Sub bass-nya bisa banget memberikan sensasi dalam dan gemuruh/rumble yang cukup menggelegar. Mimin cobain di lagu yang punya sub bass besar seperti lagunya Creepy Nuts yang “doppelgänger”. Suara dari sub bass-nya beneran kerasa dalam dan bergemuruh. Mid bass-nya juga bukan yang sampai hilang banget kok. Pukulan dari mid bass-nya masih hadir, tapi bukan yang paling maju.
Hisenior Mega7 ini juga punya kualitas bass yang bagus banget. Bassnya bisa memberikan tekstur bass yang jelas dan bagus. Contohnya seperti suara gendang dari lagu “DamiDami” HOYO-MiX juga kerasa bagus banget tekstur dari kulit gendangnya. Pokoknya satisfying banget deh. Kontrol dari bassnya juga terasa rapi banget. Mimin sama sekali ga ngerasain adanya bass yang bleeding ke mid-nya.
MID :
Mid-nya juga kerasa natural, rapi, dan bening banget. Suara dari vokal perempuan dan vokal laki-laki terdengar setara. Contohnya di lagu “Jane Doe” nya Kenshi Yonezu & Hikaru Utada. Suara dari kedua penyanyi ini sangat terdengar jelas emosinya. Bobot suara dari vokal laki-lakinya juga dapet banget. Tidak terdengar tipis sama sekali. Suara dari Hikaru Utada juga lepas banget, ga ada yang menahannya. Jadinya IEM ini memiliki mid yang sangat terkontrol. Mimin sama sekali ga ngerasain adanya vokal yang sengau ataupun shouty (terlalu maju) dari IEM ini. Suara dari alat musik seperti gitar, piano, bass gitar, dan violinnya juga masih normal dan tetap jelas. Di beberapa IEM, suara dari alat musik akan terdengar sedikit lebih mundur bila dibandingkan dengan suara vokalnya, sedangkan di Hisenior Mega7 ini, suaranya alat musiknya lumayan terdengar setara dengan suara penyanyinya. Pokoknya suara dari keseluruhan frekuensi mid dari IEM ini spesial banget deh.
TREBLE :
Treble dari Hisenior Mega7 ini terasa natural dan smooth, tapi bagusnya bisa lepas dan airy juga. Secara keseluruhan, dari lower treble sampai upper treble-nya, Hisenior Mega7 ini terasa memiliki treble yang balance aja. Ga ada bagian treble yang lebih mendominasi. Kuantitas treble-nya juga menurut Mimin pas banget. Ga kerasa kekurangan dan ga kerasa berlebihan juga. IEM ini juga aman banget dari sibilance atau treble yang pedes. Suara crash simbal kerasa natural. Ga kerasa tumpul ataupun terlalu nyerang. Ekstensi dari upper treble nya juga dapet banget. Jadinya IEM ini bisa memberikan sensasi airy yang pas. Dan pastinya membuat IEM ini memiliki macro dan micro detail yang mantap dan jelas.
TEKNIS :
Teknis dari Hisenior Mega7 ini menurut Mimin sudah di atas kelasnya. Beneran kerasa tinggi banget level teknisnya. Separasi dan layering-nya mantap banget. Di lagu “Ghost Dance” dari LITE, suara dari setiap alat musiknya terdengar banget misah-misahnya, dan terasa seperti ada ruangan sendiri. Imaging-nya juga kerasa banget. Mimin mudah banget nge-pin point dari mana suaranya berasal. Soundstage-nya juga luas banget. Bentuknya seperti bola yang agak besar. Di beberapa lagu, soundstage-nya akan terasa sedikit di luar kepala. Resolusinya juga mantap banget. Detailnya dapet, clarity-nya kerasa beningnya. Dan dari semua itu, timbre-nya juga masih natural loh. Pokoknya ajib banget deh teknis dari Hisenior Mega7 ini.
PENUTUP :
Hisenior Mega7 adalah IEM flagship yang berhasil menghadirkan kualitas premium dari sisi build, kenyamanan, hingga performa suara. Desain housing-nya elegan, solid, dan ergonomis, ditemani kabel Hisenior Orca yang sama kerennya serta paket kelengkapan yang sangat lengkap.
Secara suara, Mega7 menawarkan karakter yang bersih, natural, dan sangat rapi di seluruh frekuensinya. Bass-nya fokus di sub bass yang dalam dan bertekstur, mid-nya bening sekaligus emosional, sementara treble-nya smooth namun tetap airy dan aman dari sibilance. Semua itu didukung teknikalitas yang sangat matang. Mulai dari separasi dan layering yang jelas, imaging presisi, detailnya mantap, dan juga soundstage luas. Dari semua itu, Hisenior Mega7 terasa seperti IEM yang “serba bisa” untuk menikmati berbagai genre musik dengan pengalaman yang megah dan imersif.
Segitu aja yang bisa Mimin jelasin ya. Terima kasih buat temen-temen yang sudah baca. Kalau ada yang ingin ditanyakan, bisa langsung tulis saja di kolom komentar. Sampai ketemu lagi di review selanjutnya. Cheers!