Juzear Defiant Game Fidelity: IEM Gaming Rasa Audiophile?

Review Juzear Defiant Game Fidelity Edition

Banyak di antara kalian pasti sudah tahu soal IEM Juzear Defiant-kan? Salah satu IEM keluaran Juzear yang banyak disukai karena kualitas suaranya yang sangat bagus untuk di kelas harganya. Sekarang mereka membuat versi gamingnya yang dikasih nama Juzear Defiant Gamefidelity Edition. IEM ini pun tidak hanya sekedar ganti nama aja loh. Ada beberapa perbedaan bila dibandingkan dengan versi originalnya. Tanpa panjang lebar lagi, kita langsung masuk ke pembahasannya yuk!

 

PEMBUKA :

Juzear x Z-Reviews Defiant Gamefidelity Edition merupakan versi terbaru dari Juzear Defiant. IEM ini juga masih tetap membawa nama Z-Reviews sebagai tanda hasil kolaborasinya. Namun terdapat beberapa perbedaan dari seri ini dengan seri sebelumnya, mulai dari tampilan, aksesoris, dan juga suaranya. Sesuai dengan namanya, IEM ini dirancang untuk menggabungkan kualitas audio yang baik serta kebutuhan gaming kompetitif dalam satu perangkat.

Konfigurasi driver yang digunakannya pun masih menggunakan 1 Dynamic Driver and 3 Balanced Armatures. Untuk harganya sendiri di marketplace Indonesia adalah 1,7 jutaan.

 

PACKAGING :

Box-nya memiliki ukuran yang cukup besar yang didominasi dengan warna biru. Di depannya terdapat nama dan juga tampilan dari housing IEM-nya. Isi kelengkapan dari box-nya juga sangat banyak loh, mulai dari sepasang IEM, kabel, hardcase, 3 pasang eartips wide bore, 3 pasang eartips narrow bore, 1 pasang eartips foam, cleaning cloth, jack modular 3.5mm dan type-C, serta akrilik stand berlogokan Z-Reviews.

Gambar Juzear Defiant Gamefidelity Edition

Jadi yang membedakan seri ini dengan seri sebelumnya terdapat di jenis varian eartips dan juga varian jack modularnya. Dulu eartips yang didapatkan oleh seri lamanya adalah eartips hitam dan putih yang sama sama narrow bore, sedangkan di versi game fidelity ini mendapatkan eartips hitam narrow bore dan juga eartips wide bore. Seri sebelumnya juga mendapatkan jack modular 3.5mm dan 4.4mm, sedangkan di versi ini mendapatkan jack modular 3.5mm dan type-C. Kabel bawaan dari Juzear Defiant Game Fidelity juga sekarang sudah memiliki In-Line Microphone loh. Jadinya kita bisa menggunakan mic ini untuk berkomunikasi dengan rekan kita di dalam game, menerima telepon ataupun meeting online.

 

DESAIN :

IEM ini memiliki desain faceplate yang sangat cantik dan elegan. Hampir sama dengan box-nya, faceplate IEM ini berwarna biru muda yang mengingatkan Mimin dengan warna langit cerah atau air laut yang bening dan jernih. Faceplate dari masing-masing sisinya juga memiliki ciri khasnya tersendiri. Di faceplate pada housing sebelah kanan terdapat tulisan “Juzear”, sedangkan faceplate dari housing sebelah kirinya terdapat logo versi melingkarnya Juzear.

Bahan dari faceplate-nya terbuat dari CNC & Multi-Layer Finish untuk memberikan kesan kedalaman dan juga tekstur yang menarik. Sedangkan untuk keseluruhan housing-nya terbuat dari resin berwarna hitam dengan finishing yang rapi dan halus.

Gambar Desain Juzear Defiant Gamefidelity Edition

Kabel bawaan dari IEM ini memiliki tampilan yang berbeda. Warnanya biru muda, mirip dengan warna faceplate IEM-nya. Kabel ini terbuat dari 6N SPOCC + SCCW Hybrid, 2 strands yang twisted. Bahan dari kabelnya termasuk yang ringan, elastis dan fleksibel. Jadinya kabel ini tidak akan mudah kusut karena termasuk mudah untuk diatur. Ketebalan kabelnya juga pas. Kabelnya juga sekarang sudah memiliki mic yang bisa digunakan dengan jack 3.5mm ataupun type-C nya.

 

FITTING :

Ukuran dari housing IEM ini termasuk yang sedang saja. Terdapat sedikit lekukan pada bagian sheel-nya yang cukup cocok dengan bentuk concha/konka telinga kebanyakan orang. Ukuran nozzle-nya juga masih termasuk normal. Mimin dengan mudah mengganti banyak eartips ke IEM ini. Bobot dari housing-nya juga terasa ringan. Juzear sendiri mengklaim kalau masing-masing housing-nya berbobot 6.1 gram saja.

IEM ini sebenarnya memiliki pressure build up yang akan mengganggu kenyamanan sebagian orang. Pressure build up tersebut terjadi karena minimnya vent atau saluran udara pada housing IEM-nya. Masalah tersebut ternyata dapat diatasi oleh Juzear dengan memberikan varian eartips wide bore dengan stem pendek di paket pembeliannya. Dengan adanya eartips tersebut, membuat fitting dari IEM ini menjadi tidak terlalu kedap dan pastinya akan mengurangi masalah pressure build up tersebut.

Dan apabila dipikirkan lagi, pressure build up tersebut ternyata bukan sepenuhnya masalah loh. Hal tersebut ternyata bisa dianggap sebagai passive noise isolation. Menurut Juzear sendiri, apabila IEM ini digunakan dengan fitting yang benar, akan mengisolasi suara dari luar sebesar 26db loh. Passive noise isolation tersebut bisa berguna untuk kalian yang tidak ingin terganggu dengan dari luar. Mantap banget kan?

 

DRIVABILITY :

IEM ini menurut Mimin sedikit lebih berat untuk di-drive bila dibandingkan beberapa IEM lain di kelas harganya. Untuk patokannya, Mimin coba pasang IEM ini dengan kabel bawaan dan jack 3.5mm nya ke DAC/AMP TimeEar BTE-9 di mode bluetooth-nya. Di low gain, untuk Mimin yang low volume listener (orang yang suka mendengarkan IEM di volume yang lebih rendah daripada kebanyakan orang), volume yang cocok untuk mendengarkan IEM ini diantara 8-10 dari 63.

Kalau IEM ini menggunakan kabel Type-C ke HP, Mimin sendiri memerlukan volume 3-4 dari 15 step. Suara yang dihasilkannya dengan setup ini juga terasa lebih berbobot dan berisi. Begitu juga dengan resolusi, soundstage, dan imaging-nya yang menjadi lebih baik. Jadi di review ini Mimin menjelaskan suara dari IEM nya saat menggunakan jack Type-C-nya.

Gambar Kabel Juzear Defiant Gamefidelity Edition

 

SUARA :

Tuningan suara dari IEM ini menurut Mimin termasuk mild V-Shape yang agak warm. Bass-nya lumayan besar, tapi belum ke levelnya basshead, dengan mid yang terasa cukup maju dan treble-nya yang lumayan sparkling dengan presentasinya yang smooth.

Gambar Grafik Suara Juzear Defiant Gamefidelity Edition

BASS :

IEM ini memiliki bass yang agak besar, namun masih jauh dari levelnya para basshead. Sub bass dan mid bass-nya terdengar setara. Keduanya sama sekali tidak saling mendominasi. Jadinya baik suara rumble dan sensasi dalam dari sub bass-nya, maupun pukulan dari mid bass-nya juga akan terdengar jelas dan mantap. Mimin coba mendengarkan lagunya BLU-SWING yang berjudul “満ちていく体温” atau “Michiteiku Taion”, suara bass gitarnya terasa bertekstur dan berisi. Suara dari kick drum-nya juga masih bisa memberikan kesan suara yang dalam.

Bass yang dihasilkannya juga ternyata memiliki kualitas yang tidak bisa dianggap sebelah mata loh. IEM ini masih memiliki kontrol bass yang baik, karena tidak begitu terasa adanya bass yang menyebrang ke area mid-nya. Bass-nya juga masih memiliki impact yang solid dengan tekstur yang masih terdengar juga.

 

MID :

Secara positioning, vokal yang dihasilkan dari IEM ini terasa agak maju dan full body. Suara vokal laki-laki dan perempuan masih terdengar balance / setara. Kedua suara vokalnya sama sekali tidak saling mendominasi. Vokal perempuannya terasa jelas, lepas, dan aman dari shouty. Suara dari vokal laki-lakinya juga masih terdengar cukup ber-body. Sejauh ini masih jarang sebuah IEM di kelas harga 1 jutaan yang memiliki vokal se-sweet ini. Pokoknya suara vokal yang dihasilkannya sangat bisa memuaskan.

 

TREBLE :

Presentasi treble dari IEM ini juga menurut Mimin termasuk yang bagus untuk di kelas harganya. Walaupun bukan yang paling eksten, tapi treble yang dihasilkannya terasa lumayan linear dan smooth. Sibilance-nya juga terasa sangat minim di sini. Fokusnya lebih ke upper treble daripada mid treble-nya. Jadinya detail-detail kecil yang muncul dari upper treble-nya akan terdengar jelas.

Saat Mimin coba mendengarkan lagunya andalan Mimin yaitu lagunya Sambomaster yang berjudul “Seishun Kyousoukyoku”. Suara seperti cymbal crash memiliki attack yang agak soft. Namun sensasi sparkling dan airy dari upper treble-nya masih terasa di sini.

Suara treble seperti ini dibuat agar kita tidak kesakitan saat mendengarkan suara tembakan, ledakan, ataupun suara nyaring lainnya saat kita bermain game. Jadinya kita bisa menggunakan IEM ini lebih lama dan nyaman dari suara treble yang menusuk dan bikin capek.

 

TEKNIS :

Teknikalitas yang dihasilkan oleh IEM ini masih bisa bersaing dengan IEM-IEM yang harganya 2 jutaan loh. Contohnya seperti soundstage-nya yang luas, resolusi jelas, dinamika mantap, imaging yang lumayan akurat, separasinya yang masih terasa, sampai micro detail yang sangat baik. Soundstage-nya yang luas ini bentuknya masih agak melebar ke samping. Karena suara secara width kanan-kirinya terasa lebar, tapi kurang diseimbangi dengan dimensi depth depan-belakang dan height atas-bawahnya. Untungnya kedua arah tersebut masih terasa jelas, dan sama sekali bukan yang kekurangan. Bentuk soundstage seperti ini akan lebih cocok untuk dipakai bermain game open world yang biasanya terasa lebar kanan-kirinya.

Resolusi dan dinamika yang dihasilan oleh IEM ini juga termasuk yang sangat jelas bobot nadanya. Imaging-nya juga masih cukup bisa diandalkan. Suara yang dihasilkannya juga masih terasa lumayan terpisah-pisah. Suara micro detail seperti gemericik di upper treble-nya juga masih terdengar jelas di sini.

 

PENUTUP :

Juzear Defiant Gamefidelity Edition merupakan IEM yang fokus ke arah penggunaan gaming tanpa mengorbankan kualitas musikalitasnya. Dengan tuning mild V-shape yang cenderung warm, bass yang berisi dan terkontrol, vokal yang sweet dan cukup forward, serta treble yang smooth dan minim sibilance, IEM ini menawarkan pengalaman dengar yang nyaman untuk jangka panjang, baik untuk mendengarkan musik maupun bermain game.

Tidak hanya dari sisi suara, peningkatan juga terasa dari aspek fungsionalitas seperti kehadiran jack Type-C dan in-line microphone, yang membuatnya lebih praktis untuk kebutuhan gaming modern. Ditambah dengan kemampuan teknikal yang solid seperti soundstage luas, imaging yang cukup akurat, dan detail yang terjaga, membuat IEM ini terasa seperti paket lengkap di kelas harganya, bahkan mampu bersaing dengan produk di atasnya.

Gambar Keseluruhan Juzear Defiant Gamefidelity Edition

Cocok Untuk Siapa?

– Gamer kompetitif maupun casual yang butuh imaging & positioning jelas,

– Pengguna yang cari IEM all-rounder (musik + gaming),

– Pengguna yang sensitif terhadap treble dan ingin suara yang smooth & tidak capek,

– User yang butuh IEM dengan mic untuk komunikasi (in-line mic),

– Pengguna yang butuh passive noise isolation cukup tinggi.

 

Kelebihan

– Tuning balance fun, tapi tetap nyaman (mild V-shape warm),

– Vokal terasa sweet, full, dan engaging,

– Treble smooth, minim sibilance (aman untuk gaming lama),

– Bass berisi, punchy, dan terkontrol,

– Teknikal kuat: soundstage luas, imaging & detail bagus,

– Aksesoris lengkap + ada jack Type-C & mic,

Build quality & desain premium di kelasnya.

 

Kekurangan

Pressure build-up bisa terasa untuk sebagian pengguna,

Soundstage lebih dominan ke arah width (kurang diseimbangi depth & height).

 

Segitu aja yang bisa Mimin jelasin ya. Terima kasih buat temen-temen yang sudah baca. Kalau ada yang ingin ditanyakan, bisa langsung tulis saja di kolom komentar. Sampai ketemu lagi di review selanjutnya. Cheers!