Kefine Arnar: Hybrid Planar dengan Tuning Warm yang Bikin Betah!

Review Kefine Arnar

Kayaknya baru kemarin deh Mimin ngebahas IEM dari KEFINE. Sekarang mereka merilis lagi IEM baru dengan konfigurasi driver yang unik. Namanya Kefine Arnar. Mau tau seperti apa suara dari IEM ini? Kita langsung masuk ke pembahasannya aja yuk!

 

PEMBUKA :

Kefine Arnar merupakan IEM hybrid generasi terbaru yang menggabungkan 1 planar driver berukuran besar 14.5mm dengan 1 balanced armature dari Knowles. Konfigurasi driver yang baru diimplementasikan oleh Kefine. Mengingat Kefine memang suka membuat IEM yang konfigurasinya berbeda-beda untuk setiap modelnya. Kombinasi 1 Planar dan 1 BA juga dalam sebuah IEM sepertinya belum atau jarang ditemukan di pasaran sejauh ini. Untuk harganya marketplace Indonesia adalah 3,2 jutaan.

 

PACKAGING :

Box-nya memiliki tampilan minimalis berwarna hitam yang sudah menjadi ciri khas dari Kefine. Di depannya terdapat nama, konfigurasi driver, dan juga tampilan housing dari IEM-nya. Untuk isi kelengkapannya juga sangat banyak dan lengkap. Di dalamnya terdapat sepasang IEM, kabel modular, jack 3.5mm single ended, jack 4.4mm balanced, jack type-C, hardcase, 3 pasang nozzle (silver, gold, dan black), 3 pasang eartips hitam normal bore, 3 pasang eartips hitam narrow bore, 3 pasang eartips bore hitam dome putih, 3 pasang eartips putih transparan, dan sepasang eartips hitam yang sudah terpasang. Ga nanggung ya isi kelengkapan IEM-nya, wkwk.

Gambar Kelengkapan KEFINE Arnar

 

DESAIN :

Tampilan dari IEM ini juga bisa banget memberikan kesan mahal dan premium. Di faceplate-nya terdapat motif yang diberi nama “Wish Window”. Desain ini terinspirasi dari budaya tradisional Tiongkok yang memberikan tampilan unik dan estetik. Faceplate-nya terdapat 2 bagian utama, di bagian luarnya terdapat kerangka yang memiliki motif Wish Window tersebut. Sedangkan bagian dalamnya terdapat jaring-jaring metal yang seakan-akan membuat IEM ini terasa memiliki desain open back. Pahadal nyatanya, IEM ini masih memiliki desain close back seperti kebanyakan IEM pada umumnya, wkwk.

Gambar Faceplate KEFINE Arnar

Material yang digunakan dari IEM ini terbuat dari aviation-grade aluminium alloy yang diproses dengan CNC machining presisi tinggi. Hal tersebut membuat build quality-nya menjadi kokoh, solid, dan rapi finishing-nya. Bobot housing-nya juga masih termasuk ringan.

Mimin juga suka dengan tampilan kabelnya. Warnanya abu-abu kecokelatan yang senada dengan warna hitam dari housing-nya. Bahannya lentur, fleksibel, dan cukup ringan. Jadinya kabel ini gampang banget buat diatur. Kabelnya terbuat dari silver-plated OFC, 4 strands dengan bagian bawahnya yang braided dan atasnya twisted. Kabel ini juga memiliki sistem modular plug. Jadinya kita bisa mengganti jacknya antara 3.5mm single ended, 4.4mm balanced, dan juga type-C.

 

FITTING :

Untuk sebuah IEM yang menggunakan driver hybrid (planar dan BA), ukuran housing-nya termasuk normal loh. Ukurannya tidak sebesar beberapa IEM yang menggunakan driver planar. Bentuknya juga pas dan aman banget saat bersentuhan dengan bagian dalam telinga Mimin. Ukuran diameter dan panjang dari nozzle-nya juga masih terasa normal saja. Mimin masih bisa mengganti banyak eartips ke nozzle dari IEM ini. Belum lagi karena bobotnya yang ringan, membuat IEM ini menjadi nyaman untuk digunakan berlama-lama.

 

DRIVABILITY :

IEM ini menurut Mimin masih mudah untuk di-drive untuk sebuah IEM berdriver planar. Untuk patokannya, Mimin coba pasang IEM ini dengan kabel bawaan dan jack 4.4mm nya ke DAC/AMP TimeEar BTE-9 di mode bluetooth-nya. Di low gain, untuk Mimin yang low volume listener (orang yang suka mendengarkan IEM di volume yang lebih rendah daripada kebanyakan orang), volume yang cocok untuk mendengarkan IEM ini diantara 5-6 dari 63.

 

SUARA :

Di penjelasan suara dari Kefine Arnar ini, Mimin akan menggunakan nozzle yang berwarna black. Suara yang dihasilkan dari nozzle gold merupakan yang paling bright dengan vokal yang paling maju juga. Sedangkan untuk nozzle silvernya menghasilkan suara yang paling balance bila dibandingkan kedua nozzle lainnya. Tetapi IEM ini terasa spesial saat menggunakan nozzle black-nya dengan suaranya yang U-shape warm. Kuantitas bass-nya pas dengan impact yang solid, mid-nya yang relaks, dan juga treble yang eksten dan cukup smooth.

Gambar Grafik Suara KEFINE Arnar

BASS :

IEM ini memiliki kuantitas bass yang pas. Tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil. Sub bass dan mid bass-nya juga terdengar setara banget. Keduanya sama sekali tidak saling mendominasi. Hal itu bisa kita rasanya di lagunya Giga yang berjudul “dear”. Suara sub bass-nya masih terasa dalam. Mid bass-nya juga masih terdengar pukulannya.

Walaupun secara kuantitas bassnya bukan yang paling besar, namun ternyata kualitas bass dari IEM ini termasuk yang bagus loh. Suara mid bass yang dihasilkan dari IEM ini terasa berbobot dan memiliki impact yang mantap. Bass nya juga sangat terkontrol. Mimin tidak merasakan adanya bass yang menyeberang ke area frekuensi mid-nya.

 

MID :

Frekuensi mid dari IEM ini sebenarnya agak plus-minus. Presentasi suara mid dari IEM ini dengan menggunakan nozzle black-nya terdengar relaks dan santai. Secara posisi, vokalnya akan terasa sedikit lebih maju. Untuk kebanyakan suara vokal laki-laki ataupun perempuan yang bernada rendah, suaranya terdengar smooth dan natural. Namun untuk suara vokal yang bernada tinggi akan sedikit terdengar kurang lepas dan agak sengau. Contohnya di lagunya Kenshi Yonezu dan Hikaru Utada yang berjudul “JANE DOE”, suara dari Hikaru Utada saat di nada rendah terdengar natural, berbodi, dan apa adanya. Namun saat dia menyentuh nada tinggi, suara vokalnya terdengar sedikit tertahan.

Suara dari kebanyakan alat musik instrumen seperti gitar dan piano juga masih termasuk aman. Posisinya sedikit di belakang suara vokalnya. Kalau di-nitpicking, Mimin merasakan adanya suara terompet yang terdengar kurang lepas dan agak hilang (dark).

 

TREBLE :

Mimin lumayan suka dengan suara treble dari IEM ini. Biasanya IEM yang menggunakan driver planar sebagai penghasil suara utamanya memiliki timbre planar yang metalik dan ringan. Hal itu biasanya disebabkan karena driver planar yang digunakannya bukanlah driver yang terbaik. Timbre tersebut tidak Mimin rasakan di IEM ini.

Presentasi treble-nya juga terasa smooth dan minim peak. Ekstensinya juga terdengar jelas sampai ke ujung treble-nya. Treble yang dihasilkan IEM ini sedikit lebih fokus ke upper treble daripada mid treble-nya. Hal itu bisa dirasakan karena suara treble-nya lebih terasa sparkling dan airy daripada suara treble yang splashy di mid treble-nya. Attack dari mid treble yang dihasilkan IEM ini juga masih terdengar pas.

Hal itu bisa dirasakan di lagu andalan Mimin dari Sambomaster yang berjudul “Seishun Kyousoukyoku. Suara simbalnya terdengar mantap dan jelas. Bukan yang soft dan kurang berenergi. Sayangnya lower treble dari IEM ini agak kurang kuantitasnya. Hal itu akan berdampak pada suara seperti distorsi gitar listrik yang terdengar kurang garang dan kasar. Untungnya karena itu juga, IEM ini menjadi aman dari treble yang terdengar minim dari sibilance, menusuk, ataupun kasar. Jadinya IEM ini bisa didengarkan dalam waktu yang agak lama.

 

TEKNIS :

Level teknikalitas yang dimiliki oleh IEM ini sebenarnya masih pas untuk di kelas harganya. Bagian teknis yang menonjol dari IEM ini ada di resolusi yang mantap, impact solid, micro detail jelas, timbre natural, dan imaging yang cukup presisi untuk sebuah IEM berdriver planar. Walaupun IEM tidak begitu menonjolkan teknikalitasnya, namun setidaknya dia hadir dengan arah suara yang unik dan jarang dimiliki oleh IEM lain untuk di kelas harganya.

 

PENUTUP :

Kefine Arnar hadir sebagai IEM hybrid dengan suara yang cukup unik. Dengan menggabungkan karakter planar yang dengan tuning yang mengarah ke U-Shape warm dan smooth dengan nozzle black. IEM ini menawarkan suara bass yang terkontrol dan berisi, mid yang santai dan natural, serta treble yang halus, namun tetap memiliki ekstensi yang baik. Karakter ini membuatnya terasa nyaman dan enjoyable untuk mendengarkan lagu dengan waktu yang agak jangka panjang.

Di sisi lain, Kefine Arnar bukanlah IEM yang berfokus pada performa teknikal semata, melainkan lebih ke arah suara yang musikal dan santai. IEM ini memiliki build yang premium, kelengkapan melimpah, serta fleksibilitas tuning dari nozzle, Arnar tetap menjadi pilihan menarik bagi pengguna yang mencari IEM dengan karakter unik dan berbeda di kelas harga 3 jutaan.

Gambar Nozzle dan Jack KEFINE Arnar

Cocok untuk siapa?

  • Pecinta tuning warm, smooth, dan sedikit U-shape (dengan nozzle black)
  • Penikmat musik santai untuk long listening (anti fatigue)
  • Pendengar yang suka bass berisi tapi tetap terkontrol
  • Pengguna yang lebih mengutamakan musicality dibanding teknikalitas
  • Audiophile yang suka eksplorasi tuning lewat nozzle
  • Pengguna yang mencari paket lengkap (aksesoris melimpah & kabel modular)

 

Kelebihan:

  • Tuning unik: warm U-shape dengan karakter santai
  • Bass berkualitas: berisi, solid, dan terkontrol
  • Mid natural dan nyaman untuk vokal rendah
  • Treble smooth, minim sibilance, tetap punya ekstensi
  • Timbre planar terasa natural (tidak metalik)
  • Resolusi & micro detail cukup baik di kelasnya
  • Imaging cukup presisi
  • Build quality premium & desain estetik
  • Aksesoris sangat lengkap + nozzle & modular plug

 

Kekurangan:

  • Vokal tinggi terasa kurang lepas dan sedikit sengau
  • Tidak cocok untuk yang mencari suara bright atau agresif

 

Segitu aja yang bisa Mimin jelasin ya. Terima kasih buat temen-temen yang sudah baca. Kalau ada yang ingin ditanyakan, bisa langsung tulis saja di kolom komentar. Sampai ketemu lagi di review selanjutnya. Cheers!