Review Khadas Tea Pro
Pasti banyak diantara kalian yang males memakai DAC/AMP dongle saat berada di outdoor. Entah itu waktu kalian jalan kaki, commute dengan transportasi umum, ataupun diam di suatu tempat yang tidak memiliki meja. Nah, masalah-masalah tersebut sekarang bisa diatasi dengan DAC/AMP bluetooth seperti Khadas Tea Pro ini. Banyak loh hal menarik yang ditawarkan oleh DAC bluetooth ini. Kita langsung masuk ke pembahasannya yuk!
PEMBUKA :
Khadas adalah perusahaan teknologi yang didirikan pada tahun 2016, dengan fokus utama pada pengembangan produk elektronik yang modular, fleksibel, dan mudah digunakan. Beberapa jenis barang yang mereka produksi diantaranya adalah
- Mind Series, merupakan PC modular ultra-compact dengan dukungan ekspansi seperti eGPU dan display portable.
- Maker Series, merupakan SBC (Single-Board Computer) berkualitas tinggi yang populer di komunitas kreator dan developer.
- Music Series, merupakan Produk audio hi-fi seperti DAC dan headphone amplifier dengan fokus pada kualitas suara dan inovasi desain.

Gambar Khadas Tea Pro
Khadas Tea Pro merupakan salah satu hasil dari produk Music Series-nya Khadas. Benda ini merupakan DAC/AMP portable ultra-slim dengan konsep magnetic wireless Hi-Fi audio yang dirancang untuk memberikan kualitas suara yang bagus dalam form factor yang sangat ringkas dan praktis digunakan sehari-hari. Hal itu sejalan dengan misi dari kategori Music Series-nya Khadas. Untuk harganya sendiri di marketplace Indonesia adalah 3,3 jutaan.
PACKAGING :
Tampilan dari box-nya memiliki gaya yang hampir sama dengan kebanyakan produk Apple. Desainnya simpel, minimalis, dan premium. Warna dari box-nya didominasi dengan warna putih. Di depannya terdapat tulisan “Tea Pro” dengan gambar dari DAC/AMP di belakangnya.
Untuk isi kelengkapannya juga termasuk yang minimalis. Di dalamnya hanya terdapat unit Khadas Tea Pro, user manual, dan juga kabel interconnect USB type C to type C putih. Kurang lebih masih sama dengan paket kelengkapan dari kebanyakan DAC/AMP Portable.
DESAIN & BUILD QUALITY :
DAC/AMP portable ini memiliki desain yang sangat elegan dan mewah. Di bagian depannya terdapat 2 glass panel dengan ukuran yang berbeda. Di bagian glass panel yang kecil hanya terdapat tulisan dari seri DAC/AMP nya, sedangkan di bagian atasnya terdapat sebuah layar AMOLED berwarna dengan ukurannya 0.95 inci. Saat berada di home page, layarnya bisa menampilkan banyak hal yang bisa membantu saat navigasi dan kontrol. Diantaranya:
- Bluetooth/USB-C Connection,
- Gain,
- EQ Mode,
- Audio Format,
- Battery Status,
- Sample Rate.

Gambar Layar Khadas Tea Pro
Lalu untuk bagian pinggirnya terbuat dari aluminium yang solid dan kokoh berwarna abu-abu, serta bagian belakangnya terbuat dari leather yang memberikan kesan premium. DAC/AMP ini juga diklaim memiliki bodi yang sangat tipis, yaitu 7.85mm saja. Hal tersebut membuat Khadas Tea Pro ini menjadi DAC/AMP dengan ketebalan paling tipis yang pernah Mimin gunakan. Bobotnya juga ringan loh, hanya sekitar 96 gram saja.

Gambar Perbandingan Ketebalan Khadas Tea Pro dengan iPhone 12 Mini
Dengan bodi se-compact itu, ternyata build quality-nya juga termasuk yang mantap banget. Body-nya terasa solid dan tidak terdapat celah di setiap sambungannya. Seakan-akan benda ini merupakan aksesoris resmi untuk iPhone, wkwk.
DAC/AMP ini memiliki total memiliki 4 tombol. 2 tombol berada di bagian kanan, 2 lainnya terdapat di bagian kiri. Ke empat tombol ini juga memiliki fungsi yang berbeda-beda, diantaranya:
- Tombol kiri atas, berfungsi sebagai tombol power, tombol kembali/return, dan tombol menolak telepon,
- Tombol kiri bawah, berfungsi untuk tombol menu, tombol pilih/confirm, dan tombol untuk menjawab telepon,
- Tombol kanan atas, berfungsi untuk menaikan volume, previous song (tahan 1 detik), dan juga tombol naik di halaman menu,
- Tombol kanan bawah, berfungsi untuk menurunkan volume, next song (tahan 1 detik), dan juga tombol turun di halaman menu.
Khadas Tea Pro ini memiliki 3 port di bagian bawah bodi-nya, diantaranya port jack 3.5mm single ended, jack 4.4mm balance, dan USB type C.

Gambar Port Khadas Tea Pro
SPECIFICATIONS :
Untuk spesifikasi yang digunakan oleh DAC/AMP Khadas Tea Pro ada di bawah ini:
Bluetooth Chip: Qualcomm QCC5181
DAC Chip: ESS ES9039Q2M
USB Chip: XMOS XU316-1024
Bluetooth Version: 5.4
Bluetooth Codec Support: SBC/AAC/LDAC/aptX/aptX HD/aptX Adaptive
Max Sampling Rate:
- PCM 768 kHz/32 bit
- DSD512 (Native)
USB Mode Support
- UAC 2.0
- UAC 1.0
Precision Resistors: 32 high-precision resistors
Audio Performance:
- THD+N (1 kHz, No load): 0.000126% (-118dB)
- SNR (1 kHz, no load): 122 dB
- DNR (1 kHz, no load): 121 dB
Headphone Jack:
- 3.5 mm headphone jack
- 4.4 mm headphone jack
Headphone Compatibility:
- Supports 4-pole headphones
- CTIA: Full functionality (audio, mic, inline control)
- OMTP: Audio only
Screen: 0.95″ AMOLED color display
Back Panel Material: Premium wear-resistant leather
Volume Control: Analog tuning with independent volume control chip for reduced noise
Power Management:
- Independent MPS power management chip
- ~2 hrs to full charge
- JEITA-compliant
4.4 mm Headphone Jack:
- THD+N (1 kHz, No load): 0.000126% (-118dB)
- Max Noise: < 3.5 μVrms
- SNR (1 kHz, No load): 122 dB
- DNR (1 kHz, No load): 121 dB
- Max Output @600 Ω: 41.67 mW (5.0Vrms), THD+N < -90dB
- Max Output @150 Ω: 167 mW (5.0Vrms), THD+N < -90dB
- Max Output @33 Ω: 165 mW (2.33Vrms), THD+N < -90dB
- Max Output @16.5 Ω: 180 mW (1.72Vrms), THD+N < -90dB
3.5 mm Headphone Jack
- THD+N (1 kHz, No load): 0.000158% (-116dB)
- Max Noise: < 2.5 μVrms
- SNR (1 kHz, No load): 120 dB
- DNR (1 kHz, No load): 119 dB
- Max Output @300 Ω: 20.8 mW (2.5Vrms), THD+N < -90dB
- Max Output @150 Ω: 42 mW (2.5Vrms), THD+N < -90dB
- Max Output @33 Ω: 120 mW (2.0Vrms), THD+N < -90dB
- Max Output @16.5 Ω: 100 mW (1.28Vrms), THD+N < -90dB
Sampling Rate:
- UAC1.0: Up to PCM 96 kHz/24 bit (DSD not supported, incompatible with iPhone)
- UAC2.0: Up to PCM 768 kHz, DSD512 (Native)
- Bluetooth: Up to PCM 96 kHz/24 bit (DSD not supported)
Audio Formats
- Supports SBC / AAC / aptX / aptX Adaptive / aptX HD / LDAC
USER EXPERIENCE :
Pengalaman Mimin saat menggunakan DAC/AMP portable ini rasanya asik banget. Yang paling Mimin suka itu adalah bentuknya yang slim dan bobotnya yang ringan. Di bagian belakang body-nya juga terdapat semacam magnet seperti magsafe-nya iPhone. Untuk Mimin yang menggunakan HP Android pun, masih bisa menggunakan fitur ini dengan menggunakan casing HP yang sudah memiliki magnetnya juga. Jadinya DAC/AMP ini bisa dipasangkan ke bagian belakang HP kita tanpa harus takut jatuh atau tergelincir dari tangan kita.

Gambar Khadas Tea Pro yang Menempel di Belakang iPhone 12 Mini
Belum lagi koneksi bluetooth-nya yang bagus, lancar, dan cepat banget proses pairing-nya. Mimin sudah mengetes jangkauan koneksi bluetooth-nya ini masih bisa berfungsi dengan normal saat DAC/AMP ini di tempatkan sekitar 9 meter dari HP dipasangkan dengannya. Itu pun sudah dihalangi dengan sebuah tembok loh, wkwk.
Kalau soal kapasitas baterai-nya, DAC/AMP ini masih terbilang normal. Untuk skenario penggunaan Mimin saat mendengarkan lagu selama sekitar 1 jam, yang menggunakan mode bluetooth dan jack 4.4 balance, baterainya berkurang sekitar 12% saja. Jadinya masih cukup untuk dipakai seharian penuh. Sedangkan untuk waktu pengisian baterainya, DAC/AMP ini memerlukan waktu kurang lebih selama 2 setengah jam. Bukan yang paling cepat, mengingat DAC/AMP ini hanya bisa menerima daya sebesar 5V/1.5A atau 7.5Watt saja.
Kita juga bisa menggunakan mode kabelnya dengan sangat mudah loh. Kita hanya perlu menyalakan DAC/AMP-nya, lalu pasangkan kabel C to C nya dari DAC/AMP ke HP atau laptop kita. Beres deh. Simpel bangetkan?
SUARA :
Di review ini, Mimin biasa menggunakan DAC/AMP ini dengan menggunakan mode bluetooth dan setingan low gain. Suaranya terasa sangat netral dengan sedikit mengarah ke bright. Namun saat DAC/AMP ini menggunakan mode kabelnya, suaranya akan lebih terasa netral warm. Karena secara keseluruhan suara dari mode bluetooth-nya memiliki sensai bass yang agak kering, namun dengan mid yang normal dan cukup natural dengan treble yang sedikit memberikan tambahan detail-detail kecil.
Bass:
Kuantitas bass-nya sedikit lebih kecil daripada kebanyakan DAC/AMP yang sering Mimin pakai. Fokusnya lebih ke sub bass daripada mid bass-nya. Jadi DAC/AMP ini cocok untuk kalian yang ingin sedikit mengurangi kuantitas dari pukulan mid bass IEM kalian. Presentasi bass-nya juga termasuk yang tight dan cepat. Contoh IEM yang cocok dengan karakteristik bass tersebut adalah Xenns Mangird Tea Pro original, karena menurut Mimin IEM ini memiliki suara bass yang cukup besar dan agak lambat. Nama dari IEM dan DAC/AMP-nya juga sama-sama “Tea Pro” lagi, wkwk.
Mid:
Suara dari mid-nya menurut Mimin masih terasa normal. Vokal perempuan dan laki-lakinya terdengar setara loh kuantitasnya. Kedua suara vokalnya sama sekali tidak saling mendominasi. Secara positioning-nya juga pas banget di tengah. Tidak semaju kebanyakan DAC/AMP yang Mimin coba, dan juga tidak sampai terasa mundur atau membuat vokalnya menjadi mendem/teredam.
Namun untuk beberapa orang, DAC/AMP ini mungkin akan tidak cocok untuk kalian yang menginginkan suara vokal yang berisi dan tebal. Itu karena DAC/AMP ini memiliki suara mid yang sangat bersih dengan clarity yang sangat bening. Suara teriakan dari penyanyinya akan terasa lepas banget disini. Tidak ada suara vokal yang tertahan di sini. Suara dari kebanyakan alat musik instrumental juga masih terdengar natural dan apa adanya. Bukan yang mundur ataupun terlalu maju. Pokoknya kebanyakan suara dari frekuensi mid-nya akan terdengar jelas di sini.
Treble:
Treble yang dihasilkan dari DAC/AMP ini juga memiliki kuantitas yang masih terasa pas. Mungkin akan terdengar banyak untuk beberapa orang karena kuantitas bass-nya yang terasa sedikit dikurangi. Untuknya presentasi treble-nya di sini masih termasuk yang smooth, tanpa peak ataupun treble yang tajam dan bikin sibilance. Detail-detail kecil (micro detail) akan banyak terdengar disini, karena suara treble-nya lebih fokus ke upper treble-nya daripada mid treble-nya. Jadinya DAC/AMP ini akan terdengar airy. Misalnya suara crash simbal akan terdengar gemericik/sparkling di ujung nada atasnya. Suara kasar dari gitar listrik di lagu rock seperti lagunya mudy on the sakuban yang berjudul “YOUTH” pun masih terdengar menggigit dan garang.
TEKNIS :
Teknikalitas dari DAC/AMP wireless ini juga sudah termasuk bagus, terutama di bagian separasi dan layering-nya. Suara dari berbagai macam alat musik dan juga vokalnya terasa bagus pemisahannya. Imaging-nya juga tidak bisa dibilang jelek loh. Micro detail dan clarity yang dihasilkannya juga terasa bening dan jelas banget. Soundstage-nya juga lumayan terasa lebar ke kanan-kiri nya. Untuk sebuah DAC/AMP wireless sih, teknikalitas seperti ini sudah mantap banget.
PENUTUP :
Khadas Tea Pro hadir sebagai solusi praktis untuk kamu yang ingin menikmati kualitas audio yang serius tanpa ribet membawa DAC dongle saat beraktivitas di luar. Dengan desain ultra-slim, build premium, serta fitur magnetik ala MagSafe yang memudahkan penggunaan sehari-hari, DAC/AMP ini menawarkan pengalaman yang simpel namun tetap terasa mewah. Ditambah koneksi bluetooth yang stabil dan fleksibilitas penggunaan wired maupun wireless, Khadas Tea Pro menjadi perangkat yang sangat nyaman untuk dipakai on-the-go.
Dari sisi suara, Khadas Tea Pro menawarkan karakter netral dengan sedikit kecenderungan bright (di mode Bluetooth), menghadirkan clarity yang bersih, detail yang jelas, serta separasi yang rapi. Bass yang tight, mid yang natural, dan treble yang airy membuatnya cocok untuk menikmati detail musik secara lebih jernih. Didukung teknikalitas yang solid seperti separasi, layering, dan soundstage yang cukup luas, Tea Pro menjadi pilihan menarik bagi pengguna yang mengutamakan kejernihan dan kepraktisan dalam satu perangkat.

Gambar Bagian Belakang (Leather) Khadas Tea Pro
Cocok untuk Siapa?
- Pengguna yang sering mobile / outdoor dan butuh DAC praktis
- Yang ingin upgrade DAC/AMP tanpa ribet kabel
- Penikmat suara netral, clean, dan detail-oriented
- Pengguna IEM/headphone dengan karakter bass besar (buat balancing)
- Yang suka clarity tinggi & micro detail
- User yang butuh fleksibilitas bluetooth + kabel
Kelebihan
- Desain ultra slim, ringan, dan premium
- Fitur magnetic (MagSafe-like) sangat praktis
- Bluetooth stabil & jarak jauh
- Bisa digunakan wireless atau wired
- Suara clean, detail, dan airy
- Separasi & layering bagus
- Tersedia 3.5mm single ended & 4.4mm balanced output
- Layar AMOLED informatif
Kekurangan
- Bass terasa sedikit tipis / kurang punch
- Mid kurang cocok untuk yang suka vokal tebal & warm
- Charging tidak terlalu cepat
Segitu aja yang bisa Mimin jelasin ya. Terima kasih buat temen-temen yang sudah baca. Sampai ketemu lagi di review selanjutnya. Cheers!