Review NiceHCK Octave
Akhirnya DAC/AMP dari NiceHCK ada di Bass Audio. Sebenarnya DAC/AMP ini sudah ada dari tahun lalu, tapi baru masuk ke marketplace Indonesia beberapa waktu yang lalu. Nama DAC/AMP nya adalah NiceHCK Octave. Apakah DAC/AMP ini masih bisa bersaing dengan DAC/AMP lain di kelas harganya? Yuk kita langsung masuk ke pembahasannya!
PEMBUKA :
NiceHCK merupakan brand audio portable yang sudah terkenal karena earbud dan kabel IEM budget-nya, sampai IEM menengah atasnya seperti NiceHCK Rockies yang tahun lalu dicari oleh banyak orang. Sekarang mereka membuat jenis barang lain yang sebelumnya belum mereka buat, yaitu sebuah dongle DAC/AMP yang bernama NiceHCK Octave.
Dongle DAC/AMP ini dibuat dengan beberapa banyak fitur seperti output balanced 4.4mm bertenaga besar hingga 550mW@32ohm, gain switch, dedicated volume control 100 level, support aplikasi untuk mengatur EQ, dan kompatibilitasnya yang luas. DAC/AMP dongle ini bisa digunakan dengan Android, iOS, Windows, dan juga MacOS. Dengan beberapa keunggulan tersebut, DAC/AMP dongle ini dijual di marketplace Indonesia dengan harga sekitar 1,5 jutaan.
PACKAGING :
Box dari DAC/AMP ini sebenarnya cukup sederhana seperti kebanyakan DAC/AMP lain di kelas harganya. Di depannya terdapat gambar dari 2 varian warna DAC/AMP beserta dengan namanya. Desainnya termasuk yang simpel dan minimalis. Ukuran box-nya juga termasuk yang kecil dan compact. Sedangkan untuk isi di dalamnya terdapat DAC/AMP-nya, kabel C to C, serta adapter Type C to USB Type A. Overall packaging dari DAC/AMP ini masih termasuk yang normal dan apa adanya saja seperti DAC/AMP lainnya.

Gambar Box NiceHCK Octave
DESAIN & BUILD QUALITY :
Tampilan bodi dari DAC/AMP ini menurut Mimin keren banget. Di bagian dengan dan belakang bodinya terbuat dari tempered glass. Untuk bagian depannya terdapat logo merek, tulisan nama dari barangnya dan juga sedikit informasi soal kemampuan memutar file musik dari DAC/AMP-nya. Sebagian besar bodi dari DAC/AMP ini terbuat dari material aerospace-grade aluminum alloy yang dibuat melalui proses CNC. Bagian aluminum ini juga dibuat dengan finishing matte, jadinya bisa membuat tampilan dari DAC/AMP-nya menjadi lebih elegan dan premium saat dilihat maupun dipegang. Ukurannya juga cukup normal. Sama sekali tidak terasa lebar dan tebal.
Pada bodi dari DAC/AMP ini juga terdapat sebuah switch/sakelar yang berfungsi untuk mengatur gain-nya, tombol dedicated volume up & down, tombol play/pause lagu, port Type-C, port 3.5mm single ended, dan juga port 4.4mm balanced. Pokoknya semua bagian tersebut terasa fungsional banget deh.

Gambar Kelengkapan NiceHCK Octave
Mimin juga suka dengan build quality dari DAC/AMP ini. Karena bahannya terbuat dari aluminium kokoh dan juga feeling klik dari tombol volumenya yang terasa tactile dan cukup solid. Untuk sebuah DAC/AMP dongle dengan material aluminum ini juga, ternyata masih memiliki bobot yang masih termasuk ringan, yaitu hanya sekitar 25 gram saja. Jadinya DAC/AMP ini masih bisa Mimin pakai dengan cukup nyaman, walaupun menggantung di HP Mimin.
SPECIFICATIONS :
Untuk spesifikasi yang digunakan oleh DAC/AMP NiceHCK Octave ada di bawah ini:
- Brand: NiceHCK
- Model: Octave
- Input Port: Type-C USB
- Output Jacks: 3.5mm/4.4mm
- DAC Chip: ES9039Q2M
- Op-Amp Chips: SGM8262*2
- Decoding Format: PCM 768kHz/32bit, DSD64/DSD128/DSD256
- Frequency Response: 20Hz-40kHz
- Dynamic Range: 130dB
- SNR: 130dB
- Distortion: 120dB(4.4mm), 120dB(3.5mm), 0.0001%(600ohm)
- Output Power: 150mW(3.5mm SE)@32ohm 550mW(4.4mm BAL)@32ohm
- Weight: 25g (cable excluded)
- Compatible Systems: Android / HarmonyOS / Windows 10&11 / iOS / MacOS, and other mainstream system devices.
USER EXPERIENCE :
Pengalaman Mimin saat menggunakan DAC/AMP ini rasanya menyenangkan sekali. Soalnya karena bodi dari DAC/AMP nya masih termasuk ringan, kabel C to C nya yang tipis dan sangat fleksibel, dan juga sensasi suara yang diberikannya sangat asik untuk IEM-IEM yang Mimin gunakan. DAC/AMP ini juga masih support mic loh. Jadinya kalian bisa menggunakan DAC/AMP ini dengan kabel IEM 3.5mm yang memiliki in-line mic (mic ada pada kabelnya) untuk menelepon, meeting online, ataupun bermain game.
Selain itu, pengaturan volume dedicated-nya juga berguna sekali. Kita dapat mengatur volume dari DAC/AMP ini sebanyak 100 step. Jadinya volumenya bisa diatur dengan lebih presisi dan smooth tanpa terasa terlalu jomplang setiap menaikan atau menurunkan volumenya.
Dan ternyata NiceHCK sendiri sudah memiliki aplikasi sendiri loh. Aplikasi tersebut bisa kita download langsung di Play Store untuk Android yang bernama “NiceHCK”. Jadinya kita bisa lebih mudah untuk men-download aplikasi tersebut daripada harus ribet-ribet mencari aplikasi dari website yang belum tentu benar atau aman kita pakai. Hal-hal yang bisa kita atur di dalam aplikasi tersebut diantaranya custom parametric EQ 10 band, mengganti filter, dan update firmware.

Gambar Aplikasi NiceHCK
Yang mungkin agak kurang bagus dari IEM ini adalah kompabilitas dengan beberapa merek HP. Waktu Mimin bandingkan HP A dengan HP B, bodi dari DAC/AMP dongle ini bisa menjadi agak hangat di HP B, tapi bodi hangat tersebut tidak terasa saat dipakaikan di hp A. Hal ini mungkin bisa diperbaiki di-update firmware selanjutnya. Soalnya saat Mimin menggunakan DAC/AMP ini ke laptop yang biasa Mimin gunakan, masalah bodi DAC yang hangat tersebut sama sekali tidak terasa.
SUARA :
DAC/AMP dongle ini memiliki power yang besar untuk di kelas harganya, yaitu 550mW di 32Ω saat menggunakan port 4.4mm balance-nya. Sensasi suara yang diberikan oleh DAC/AMP ini masih termasuk yang netral dengan sedikit sekali bumbu di bass dan treble-nya. Jadinya kita bisa menggunakan DAC/AMP dongle ini dengan banyak IEM tanpa membuat suaranya berubah banget, tapi masih terdengar asik.
Bass:
Saat menggunakan DAC/AMP ini, Mimin merasakan suara IEM-nya tidak terasa bertambah ataupun berkurang. Rasanya masih pas saja, tapi pukulan atau hentakan dari mid bass-nya masih hadir dan terasa. Kualitasnya juga bagus sekali. IEM-IEM yang biasa Mimin pakai saat menggunakan DAC/AMP ini memiliki bass yang bertekstur dan ber-impact. Sensasi bass yang dihasilkannya tidak terasa lemas ataupun kurang berbobot.
Waktu Mimin mendengarkan lagunya tiny yawn yang berjudul “flower raft”, suara kick drum-nya satisfying banget. Suara bass nya terdengar gebuk dan dalem banget, tapi tidak membuat vokalnya ketutupan. Pokoknya kalian harus cobain pakai DAC/AMP ini untuk mendengarkan lagu ini, wkwk.
Mid:
Suara mid yang diberikan dari DAC/AMP nya juga terdengar natural dan apa adanya. Overall Mimin tidak mendengarkan adanya suara mid yang berubah menjadi lebih tipis ataupun lebih tebal. Suara vokal perempuan dan juga vokal laki-laki yang dihasilkannya juga masih terdengar sama seperti apa yang seharusnya dikeluarkan oleh IEM-nya. Vokal perempuan terdengar lepas dan cukup bersih. Begitu juga untuk vokal laki-lakinya terdengar cukup berisi dan berbobot. Mimin juga tidak merasakan adanya suara vokal yang terlalu maju sampai terdengar shouty ataupun kurang lepas sampai terdengar sengau.
Saat Mimin coba mendengarkan lagunya Penthouse yang berjudul “One Two Three”, suara dari kedua vokalis yang kembar (laki-laki dan perempuan)nya terdengar setara dan balance. Suara dari kedua penyanyinya ini sama sekali tidak saling mendominasi. Suara alat musiknya juga masih terdengar jelas dan posisinya bukan yang terlalu mundur. Secara keseluruhan, suara mid yang dihasilkan oleh DAC/AMP ini terdengar on point banget.
Treble:
Frekuensi treble yang dihasilkan oleh DAC/AMP ini juga merupakan bagian suara yang Mimin suka juga. Treble-nya terdengar lepas dan eksten banget sampai ke upper treble-nya. Porsi treble-nya terasa pas. Mimin tidak merasakan adanya smoothing ataupun suara treble yang kasar banget dari DAC/AMP ini. Pokoknya suaranya terdengar natural saja.
Contohnya waktu Mimin mendengarkan lagunya LITE yang berjudul “Ghost Dance”, suara gitar listrik masih terdengar cukup garang. Suara attack simbal di mid treble dan sensasi sparkling di upper treble-nya juga masih terdengar jelas. Bagusnya lagi, suara treble-nya ini tidak terasa harsh dan nyerang banget. Mimin juga tidak merasakan adanya sibilance yang mengganggu.
TEKNIS :
Level teknikalitas yang dihasilkan oleh DAC/AMP dongle ini juga masih bisa banget bersaing di kelas harganya. Bagian teknikalitas yang menurut Mimin paling menonjol dari DAC/AMP ini adalah separasi, dinamika, resolusi, clarity, imaging dan juga soundstage-nya. Saat Mimin menggunakan DAC/AMP ini untuk mendengarkan banyak lagu, kebanyakan suara yang muncul dari lagunya bisa terdengar jelas pemisahannya. Dinamika dan resolusinya juga terdengar jelas dan bagus banget. Clarity-nya juga masih dapat kesan beningnya. Mimin juga masih bisa menentukan arah suara yang datang dengan cukup mudah dengan DAC/AMP ini. Intinya kalian tidak akan merasa kekurangan level teknikalitas dari kebanyakan IEM saat dipakai menggunakan DAC/AMP tersebut.
PENUTUP :
NiceHCK Octave hadir sebagai DAC/AMP dongle yang menawarkan kombinasi tenaga besar, fitur lengkap, dan kualitas suara yang matang di kelas harganya. Dengan DAC flagship ES9039Q2M, output balanced hingga 550mW, serta dukungan gain switch dan dedicated volume control 100 level, dongle ini mampu memberikan pengalaman penggunaan yang terasa premium dan fleksibel untuk banyak kebutuhan audio portable. Karakter suaranya sendiri cenderung netral dan natural dengan sedikit sentuhan energi di bass dan treble, sehingga masih cocok dipadukan dengan banyak jenis IEM tanpa mengubah karakter aslinya secara berlebihan.
Selain itu, NiceHCK Octave juga memiliki performa teknikal yang sangat solid. Separasi, resolusi, clarity, imaging, hingga soundstage-nya terasa bersaing di kelas harga sekitar 1 jutaan. Build quality aluminium dan tempered glass-nya juga terasa premium, ditambah aplikasi resmi yang mempermudah pengaturan EQ dan firmware update. Secara keseluruhan DAC/AMP ini tetap menjadi pilihan menarik bagi pengguna yang mencari dongle bertenaga, teknikal kuat, dan tetap nyaman digunakan sehari-hari.

Gambar Tampilan Depan NiceHCK Octave
Cocok untuk siapa:
- Pengguna yang mencari DAC/AMP netral dan natural
- Pengguna yang suka suara bening, detail, terpisah, dan beresolusi tinggi
- Pengguna IEM maupun headphone yang butuh power cukup besar
- Pendengar yang ingin dongle DAC/AMP versatile untuk banyak genre
- Pengguna yang suka fitur lengkap seperti gain switch dan app EQ
- Orang yang mencari DAC/AMP portable dengan build premium
- Pengguna yang ingin volume control presisi dan nyaman digunakan harian
Kelebihan:
- Power besar hingga 550mW @32Ω di 4.4mm balanced
- Karakter suara netral-natural dan tetap musikal
- Bass bertekstur dan impactful tanpa berlebihan
- Mid natural dengan vokal yang balance
- Treble extended, detail, tapi tetap smooth
- Teknikal kuat: separasi, imaging, clarity, dinamika, dan soundstage bagus
- Build quality premium dan tetap ringan
- Dedicated volume control 100-step yang presisi
- Support aplikasi NiceHCK untuk EQ dan firmware update
- Support mic dan inline control
- Kabel bawaan ringan dan fleksibel
Kekurangan:
- Bodi bisa terasa agak hangat di beberapa perangkat tertentu
- Packaging masih terasa cukup sederhana
Segitu aja yang bisa Mimin jelasin ya. Terima kasih buat temen-temen yang sudah baca. Sampai ketemu lagi di review selanjutnya. Cheers!