Review NiceHCK Tears
Cihuyy!! Akhirnya di awal tahun ini NiceHCK ngerilis IEM baru. Namanya NiceHCK Tears, IEM baru dari NiceHCK yang siap bersaing di kelas budget. Walaupun termasuk kelas entry level, ternyata IEM ini datang dengan teknologi dan desain akustik kelas atas yang dibuat lebih terjangkau. Penasaran dengan teknologi IEM-nya seperti apa? Yuk, kita langsung masuk ke pembahasannya.
PEMBUKA :
Tahun lalu nama NiceHCK pernah menjadi sorotan di mata banyak orang karena IEM flagship mereka, yaitu NiceHCK Rockies. Hal itu terjadi karena NiceHCK Rockies merupakan IEM yang memiliki suara yang mendekati target suara JM1 dan juga di dalamnya terdapat driver EST yang terkenal mahal. Mereka membuat IEM tersebut di harga yang lebih murah daripada kebanyak IEM lain yang menggunakan konfigurasi driver yang serupa. Dari situ kita bisa sedikit merasakan kalau NiceHCK merupakan brand yang all out saat membuat IEM. Hal itu Mimin rasakan juga di NiceHCK Tears ini.

Gambar NiceHCK Tears
NiceHCK Tears merupakan IEM budget dengan teknologi yang sangat advanced. Di dalam IEM ini terdapat teknologi Dual-Magnet Dual-Chamber Dynamic Driver, Acoustic Labyrinth Chamber (Bass Engineering), Large Open-Back Cavity + Vent Array, Fibonacci Acoustic Mesh, Tuning Philosophy yang mendekati Etymotic target. Dengan teknologi yang banyak tersebut, IEM ini dijual di marketplace Indonesia dengan harga sekitar 500 ribuan.
PACKAGING :
Box dari IEM ini berwarna putih yang termasuk yang kecil dan simpel. Di depan box-nya terdapat nama dan juga gambar dari housing IEM-nya. Dari sini juga kita bisa langsung mengetahui kalau IEM ini memiliki 2 varian warna, ada yang berwarna black-red dan white-gold. Di dalam box-nya terdapat sepasang IEM, kabel, 4 pasang eartips normal bore, dan sebuah pouch. Paket kelengkapannya termasuk minimalis, hal yang masih bisa diwajarkan untuk sebuah IEM budget. Oh ya, IEM ini juga memiliki 3 varian kabel, yaitu 3.5mm Non Mic, 3.5mm With Mic, dan juga Type-C With Mic.

Gambar Kelengkapan NiceHCK Tears
DESAIN :
Menurut Mimin, desain dari IEM ini termasuk yang unik. Karena masih jarang IEM-IEM yang memiliki bentuk faceplate segilima seperti ini. Untuk varian yang berwarna hitam memiliki warna aksen merah, sedangkan varian yang berwarna putih memiliki warna aksen emas. Bahan dari housing IEM ini terbuat dari ABS yang ringan, namun memiliki ketahanan benturan yang sangat baik dan daya tahan lama. Hal tersebut juga menunjukan kalau IEM ini memiliki build quality yang solid.

Gambar Desain NiceHCK Tears
Kabel bawaan dari IEM ini juga memiliki warna yang sama dengan warna housing IEM-nya. Bahan yang digunakan oleh kabel ini adalah Oxygen-Free Copper Plated with Silver, 2 strands yang bagian bawahnya yang twisted. Kabelnya termasuk yang tipis, ringan, dan mudah diatur. Kabel seperti ini juga membuatnya menjadi aman sekali dari masalah microphonic. Walaupun bukan yang tebal, tapi kabel seperti ini sudah fungsional banget.
FITTING :
IEM ini pasti cocok buat kalian yang memiliki ukuran telinga kecil. Soalnya ukuran NiceHCK Tears ini memiliki ukuran yang kecil. Karena bahannya yang terbuat dari ABS, membuat IEM ini menjadi ringan saat dipakai. Bagian shell-nya juga memiliki bentuk yang agak unik loh. Biasanya bagian shell yang menempel di kuping memiliki bentuk semi pseudo ataupun datar. Nah, sedangkan NiceHCK Tears ini memiliki bentuk shell yang bertingkat seperti tangga, wkwk. Kalau di kuping Mimin, bentuk seperti ini masih nyaman digunakan lama.
Nozzle dari IEM ini juga memiliki diameter dan panjang yang normal kok. Mimin masih bisa mengganti banyak eartips dengan mudah ke IEM ini. Bentuk earhook-nya juga pas melingkar ke belakang telinga Mimin. Intinya Mimin tidak memiliki masalah dari fitting IEM ini.
DRIVABILITY :
IEM ini termasuk yang sangat mudah untuk di-drive. Mimin biasa memakai IEM ini dengan kabel 3.5mm bawaannya yang dipasangkan ke DAC/AMP TimeEar BTE-9 di mode bluetooth-nya. Di low gain, untuk Mimin yang low volume listener (orang yang suka mendengarkan IEM di volume yang lebih rendah daripada kebanyakan orang), volume 5-7 dari 63 sudah terasa cukup kok.
SUARA :
Agak tulisan ini tidak makin panjang, Mimin di sini hanya membahas NiceHCK Tears saat menggunakan kabel analog (3.5mm)nya saja ya. Dengan setup tersebut, IEM ini memiliki suara yang cukup balance. Tuningan dari IEM ini bisa disebut juga mild V-shape. Beberapa orang juga sepertinya akan menganggap tuningan dari IEM ini terasa balance warm. Bass-nya punchy dan dalam, mid-nya cukup maju, dengan treble yang cukup extend.

Gambar Grafik Suara NiceHCK Tears
BASS :
Mimin suka sekali dengan presentasi bass dari IEM ini. Secara kuantitas, bass yang dihasilkan dari IEM ini termasuk yang lumayan besar. Kalian tidak akan merasa kekurangan kuantitas bass dari IEM ini. Tapi belum sampai ke levelnya basshead. Presentasi bass dari IEM ini sedikit lebih dominan di mid bass daripada sub bass-nya, tapi menurut Mimin keduanya masih bisa dibilang setara kok.
Contohnya waktu dicoba mendengarkan lagunya Giga yang judul “Dear”. Di awal lagunya langsung terdengar suara pukulan mid bass-nya yang terasa solid banget hentakannya. Sub bass-nya juga masih bisa memberikan suara gemuruh dan sensasi dalam yang mantap. Dari lagu ini juga bisa menunjukan kalau bass yang dihasilkan dari IEM ini memiliki impact bass yang tegas. Bukan yang lemas sampai terasa pillowy.
Selain itu, untuk sebuah IEM budget yang menggunakan konfigurasi driver single DD, bass-nya masih terbilang cukup terkontrol. Walaupun bukan yang paling bersih, tapi hal itu juga yang membuat suara dari IEM ini tidak terasa tipis.
MID :
Suara dari mid-nya juga masih terbilang natural dan sedikit tebal. Vokal perempuan dan laki-lakinya juga terasa cukup setara. Tuningan vokal yang seimbang seperti ini sangat jarang ditemui di IEM-IEM lain. Namun kalau didengarkan lebih teliti, vokal laki-lakinya terasa sedikit saja lebih maju daripada vokal perempuannya. Benar-benar tipis banget perbedaan posisinya.
Contohnya seperti di lagunya Masayuki Suzuki yang berjudul “Daddy! Daddy! Do!”. Suara dari penyanyi laki-lakinya terasa berisi dan memiliki bobot yang mantap. Begitu juga dengan suara vokal perempuan di nada tingginya yang masih terasa lepas dan pas energinya. IEM ini juga aman sekali dari masalah vokal yang terlalu maju (shouty).
Sedangkan untuk suara dari alat musik instrumennya terdengar mundur dan berada di belakang vokalnya. Presentasi suaranya masih terasa natural dengan sedikit bumbu warm. Hal itu menyebabkan suara alat musik instrumen yang bernada rendah seperti bass gitar dan juga drum nya terasa lebih muncul daripada alat musik instrumen lainnya.
TREBLE :
Treble dari IEM ini termasuk yang smooth dan aman sekali dari sibilance. Secara kuantitas, treble-nya juga terasa pas. Bukan yang bright ataupun dark. Fokusnya lebih ke upper treble daripada lower treble dan mid treble-nya. Hal itu menyebabkan suara micro detail-nya menjadi lebih terasa muncul daripada macro detail dari mid treble-nya. Untungnya suara dari mid treble-nya ini bukan yang terasa tumpul gitu. Soalnya waktu dicoba mendengarkan lagu andalan Mimin untuk mengetes suara treble, yaitu “Seishun Kyousoukyoku” dari Sambomaster, suara attack simbalnya masih terasa pas.
TEKNIS :
IEM ini memiliki teknikalitas yang termasuk bagus untuk di kelas harganya. Mimin suka dengan segi soundstage-nya yang terasa luas dan lebar, ekstensi suara atas (upper treble) sampai ke suara bawah (sub bass) yang jelas, dan juga dinamika dan juga note wight-nya yang mantap. Clarity dan juga micro detail-nya juga masih dapet banget. Belum lagi imaging dan juga separasi antar suara yang munculnya juga termasuk yang rapih loh. Hal itu pastinya disebabkan oleh teknologi-teknologi yang sudah Mimin sebutkan di atas.
PENUTUP :
Secara keseluruhan, NiceHCK Tears berhasil menjadi salah satu IEM budget yang menarik di kelas harganya. Dengan berbagai teknologi akustik seperti Dual-Magnet Dual-Chamber Dynamic Driver, Acoustic Labyrinth Chamber, hingga desain open-back cavity, IEM ini mampu menghadirkan suara yang balance warm / Mild V-shape. Bass-nya punchy dan memiliki impact yang mantap, mid-nya natural dengan vokal yang terasa berisi dan seimbang antara laki-laki dan perempuan, serta treble yang smooth dan aman dari sibilance. Kombinasi tersebut membuat presentasi suaranya terasa nyaman didengarkan dalam waktu lama tanpa terasa melelahkan.
Selain itu, kemampuan teknikal dari IEM ini juga cukup impresif untuk kelas budget. Soundstage yang terasa luas, imaging yang rapi, serta clarity dan micro detail yang masih terasa jelas membuat pengalaman mendengarkan musik menjadi lebih hidup. Dengan harga sekitar 500 ribuan di marketplace Indonesia, NiceHCK Tears menawarkan paket performa yang solid dengan tuning yang matang, sehingga sangat layak dipertimbangkan bagi kalian yang sedang mencari IEM entry-level dengan karakter suara yang balance dan musikal.

Gambar Keseluruhan NiceHCK Tears
IEM ini cocok untuk:
- Pendengar yang mencari IEM budget dengan tuning balance warm / Mild V-Shape.
- Pengguna yang menyukai vokal yang natural dan sedikit tebal.
- Penikmat musik J-Pop, Pop, Rock ringan, hingga Acoustic.
- Pengguna yang ingin IEM ringan dan nyaman untuk dipakai lama.
- Pemula yang ingin mencoba IEM dengan teknikalitas yang cukup bagus di kelas harganya.
Kelebihan:
- Tuning balance dengan sedikit sentuhan warm yang nyaman didengar.
- Bass punchy dengan impact yang tegas.
- Vokal natural dengan bobot yang pas.
- Treble cukup smooth dan minim sibilance.
- Soundstage terasa luas untuk kelas budget.
- Imaging dan separasi cukup rapi.
- Ukuran housing kecil dan ringan, nyaman dipakai lama.
- Drivability sangat mudah.
Kekurangan
- Paket aksesoris tergolong minimalis
- Housing berbahan ABS terasa biasa saja untuk sebagian orang
Segitu aja yang bisa Mimin jelasin ya. Terima kasih buat temen-temen yang sudah baca. Kalau ada yang ingin ditanyakan, bisa langsung tulis saja di kolom komentar. Sampai ketemu lagi di review selanjutnya. Cheers!