Review Tangzu The King Wukong
Selamat datang para hadirin yang terhormat. Izinkan Mimin sampaikan pengalaman pribadi Mimin saat menggunakan Tangzu The King Wukong. IEM TOTL (Top of The Line) terbaru dari Tangzu. Untuk kali ini, Mimin harus bisa menggunakan bahasa yang lebih elegan, formal, dan baku untuk menggambarkan sensasi saat menggunakan IEM ini. Mengingat nama dari IEM-nya sendiri ada kata “King”, dan barangnya tidak dijual dengan harga yang sembarangan. Walaupun sepertinya bahasa dari penulisan Mimin akan tetap kembali ke versi yang lebih santai, friendly, dan ‘mencoba’ untuk lucu, hehe.

PEMBUKA :
Tangzu The King Wukong merupakan IEM TOTL dari brand Tangzu. IEM ini memiliki kelas yang berbeda dengan IEM Tangzu sebelumnya. Sebelumnya, IEM termahal yang dijual Tangzu adalah Tangzu Tian Peng dengan harga 10 jutaan. Sedangkan Tangzu The King Wukong untuk sekarang dijual dengan harga kurang lebih 33 jutaan.
Buat kalian yang belum tau, Wukong (Monkey King) itu merupakan raja monyet yang lahir dari batu sakti, dan kemudian jadi murid dari biksu Xuanzang untuk perjalanan mencari kitab suci ke India. Wukong terkenal karena cerita “Journey to the West” yang menggabungkan petualangan, mitologi, komedi, dan filosofi. “Journey to the West” (西遊記 / Saiyūki) merupakan novel klasik dari Tiongkok yang ditulis di abad ke-16 oleh Wu Cheng’en. Wukong sering kali menjadi simbol perlawanan terhadap otoritas, semangat bebas, dan kecerdikan. Wukong juga digambarkan sebagai karakter yang bandel, nakal, tapi juga punya hati baik.
Wukong juga memiliki banyak kemampuan spektakuler. Beberapa kemampuan dari Wukong bisa kita lihat dari IEM Tangzu The King Wukong itu sendiri. Diantaranya Wukong memiliki kekuatan yang bisa dirasakan melalui bassnya; kecerdikan dan kebijaksanaan melalui midrangenya; kelincahan dan kecepatan melalui trebelnya, serta ketangguhan dan keabadiannya lewat housing dari IEM nya.
Selain itu, soal packaging, pengalaman membuka box, dan isi kelengkapannya juga sangat mewah, premium, dan melimpah. Di dalam box-nya terdapat kotak kayu besar yang cantik. Di dalamnya berisikan banyak sekali kelengkapan yang jarang didapatkan dari paket penjualan sebuah IEM.
Tangzu The King Wukong juga memiliki konfigurasi driver yang ga main-main. IEM ini menggunakan konfigurasi driver tribrid, yang berarti di dalamnya terdapat 3 jenis driver, diantaranya 1 Tangzu Proprietary Diamond Diaphragm Dynamic Driver (DD), 6 Knowles Balance Armature Driver (BA), dan 4 Shengyang Electrostatic Drivers (EST).

PACKAGING :
Packaging dan kelengkapan dari Tangzu The King Wukong ini mewah dan lengkap banget. Ukuran box-nya besar sekali. Bobotnya juga agak berat untuk sebuah box IEM. Di depan box-nya terdapat gambar dari 2 wujud Wukong nya. Di atas ada wujud asli (monyet) dari Wukong yang sedang serius atau marah. Kalau kalian suka bermain game, pasti sudah tidak asing dengan istilah “Rage Mode”. Nah, gambar Wukong dalam wujud monyetnya ini sedang dalam fase Rage Mode. Matanya menyala dan memberikan aura berwarna merah yang garang sekali. Sedangkan di bagian bawahnya ada wujud manusia dari Wukong yang lebih tenang dan tampan, kayak Mimin, hehe. Mimin berfikir kalau gambar manusia di bawahnya adalah wujud lain dari Wukong karena mengingat Wukong sendiri bisa mengubah wujudnya menjadi 72 macam bentuk. Di dahinya juga terdapat ikat kepala emas yang berfungsi untuk mengendalikan sifat liar dan memberontaknya Wukong.
Di dalam box itu terdapat kotak kayu dengan tulisan Mandarin di depannya. Kotak kayu ini yang membuat box dari Tangzu The King Wukong ini menjadi berat. Jarang juga ada IEM yang memberikan kotak kayu seperti ini. Jadinya bisa memberikan kesan yang mewah dan eksklusif. Di dalamnya terdapat banyak sekali kelengkapan IEM-nya. Mulai dari sepasang IEM, kabel, 4 pasang eartips Tangzu Tang Sancai Noble, 3 pasang eartips Tangzu Tang Sancai Balance, 3 pasang eartips Tangzu Tang Sancai Wide Bore, 3 pasang eartips Tangzu Tang Sancai Narrow Bore, 3 pasang eartips Divinus Prism, 3 pasang eartips Azla SednaEarfit Origin, dan juga hardcase. Kalau dijumlahkan, Tangzu The King Wukong ini memberikan 19 pasang eartips di dalam paket penjualannya. Dari itu aja sudah menunjukan seberapa cocok nama “The King” dari IEM ini.

IEM ini memiliki bentuk housing yang elegan. Warna dari housing Tangzu The King Wukong ini didominasi oleh warna silver. Di bagian faceplate-nya terdapat motif simpel serta lingkaran logo Tangzu yang terbuat dari gold plated. Desain tersebut menggambarkan keseimbangan antara kekuatan liar Wukong dengan kecerdikan & keanggunannya. Housing dari keseluruhan IEM ini terbuat dari grade 4 titanium. Bahan tersebut membuat housing dari Tangzu The King Wukong ini menjadi ringan, kuat, hypoallergenic, anti-korosi, serta dapat meredam getaran suara di dalam housingnya. Karena terbuat dari bahan yang kuat, itu juga membuat build quality dari Tangzu The King Wukong ini menjadi sangat bagus dan kuat. Sama seperti Wukong yang memiliki durabilitas yang sangat kokoh. Finishing-nya juga rapi. Mimin ga ngerasain adanya bagian yang kasar dari housing IEM ini.

Tangzu juga berkolaborasi dengan Flash Acoustics untuk membuat kabel dari IEM Tangzu The King Wukong ini. Flash Acoustics juga pernah bekerja sama dengan Tangzu saat membuat kabel dari IEM Tangzu Zetian Wu Legend. Kabel Tangzu The King Wukong berwarna putih dengan sedikit aksen berwarna emas. Bahannya tebal dan agak kaku. Untungnya masih gampang untuk diatur dan ga mudah kusut juga. Bahannya juga ga bikin microphonic waktu bergesekan dengan baju. Kabel ini terbuat dari Silver-Copper Alloy dengan multi-plating (silver and gold plating, silver-plated palladium, single crystal silver and single crystal copper with silver plating, silver-plated copper), 2 strands. Jack bawaannya sudah menggunakan jack 4.4mm balance dan konektor 2 pin.
FITTING :
Fitting dari Tangzu The King Wukong ini masih termasuk nyaman untuk telinga Mimin. Ukuran telinga Mimin sebenarnya masih termasuk sedang yang agak kecil. Masih ukuran normal dari telinga laki-laki di Asia. Tapi ukuran housing dari Tangzu The King Wukong ini termasuk besar. Ukuran housing Tangzu The King Wukong ini lebarnya hampir 2 kali lipat housing-nya Tangzu x HBB Xuan Nv.
Namun, apabila dibandingkan dengan lebar housing-nya Thieaudio Monarch MK2, Tangzu The King Wukong masih lebih kecil daripada itu. Telinga Mimin masih tidak nyaman saat menggunakan beberapa IEM dari seri Monarch nya Thieaudio, tapi kalau Tangzu The King Wukong ini, ukurannya masih bisa diterima. Bentuknya juga masih termasuk aman. Bentuk dari finch/sayapnya tidak begitu mengganggu.
Walaupun bahan housingnya terbuat dari metal, tapi untuk IEM sebesar ini bobotnya tidak terlalu berat loh. Kabelnya yang tebal juga sama sekali tidak mengganggu. Karena bahannya termasuk ringan untuk kabel setebal itu, dan bahannya juga tidak begitu kaku. Mimin masih bisa menggunakan IEM ini berlama-lama tanpa ada keluhan dari fitting IEM nya.
Walaupun nozzle dari IEM ini termasuk besar, tapi Mimin masih bisa mengganti banyak eartips ke IEM ini. Termasuk dengan eartips Azla SednaEarfit Origin yang memiliki lubang stem yang sempit pun masih bisa Mimin pasang ke IEM ini. Dari 6 jenis eartips yang disediakan oleh Tangzu The King Wukong ini, Mimin paling cocok dengan eartips Tangzu Tang Sancai Noble. Karena bentuknya yang normal, nyaman di telinga Mimin, dan juga suaranya masih termasuk balance.
DRIVABILITY :
Tangzu The King Wukong ini termasuk IEM yang mudah di-drive. Mimin biasa pakai IEM ini dengan kabel bawaan yang dipasangkan dengan DAC ifi Go Bar Kensei, Hiby FC5, dan juga Luxury & Precision W1. Oh ya, Mimin mau ngasih tahu dulu kalau Mimin adalah seorang yang low volume listener (orang yang suka mendengarkan IEM di volume yang lebih rendah daripada kebanyakan orang) ya. Dengan ifi Go Bar Kensei dan Hiby FC5, Mimin biasa menggunakan IEM nya di volume 4-5 klik. Sedangkan di Luxury & Precision W1, Mimin biasa menggunakannya di volume 19-36 dari 100.

SUARA :
Impresi pertama Mimin waktu pertama kali mencoba IEM ini adalah mewah, megah, immersive. Bassnya cukup besar, vokalnya tebal, treble-nya smooth tapi tetap terasa ekstensinya. Pokoknya tonal yang akan disukai oleh banyak orang. Tonalnya termasuk balance warm. Kalau dibuat bentuk grafiknya mungkin termasuk yang v-shape dengan sedikit tambahan warm dari bassnya.
BASS :
Bass dari Tangzu The King Wukong punya kuantitas yang termasuk besar, tapi masih belum sampai ke levelnya basshead. Fokus bassnya lebih ke mid bass daripada sub bass, tapi itu pun hanya sedikit. Overall, sub bass dan mid bass-nya masih bisa disebut balance. Tidak ada frekuensi bass yang dominan banget disini. Pukulan dari mid bass-nya mantap dan solid. Sensasi dalam dan gemuruh dari sub bass-nya juga berasa. Kualitas dari bassnya juga bagus banget untuk IEM yang memiliki bass sebesar ini.
Impact-nya bagus, tekstur dari bassnya juga kerasa banget. Kontrol dari bassnya juga termasuk OK untuk IEM dengan bass sebesar ini. Terdapat sedikit bleeding dari bass ke mid nya, tapi itu juga yang membuat IEM ini spesial loh. Nanti Mimin jelaskan di bagian frekuensi mid nya. Recovery dari bassnya juga termasuk cepat. Hal itu terjadi karena DD yang digunakan di IEM ini sangat berkualitas. Intinya Tangzu sudah berhasil menunjukan kekuatan dari Wukong melalui bassnya yang powerful ini.
MID :
Mid dari Tangzu The King Wukong ini juga bagus banget. Walaupun menurut Mimin yang ditonjolkan oleh IEM ini adalah bassnya, namun mid dari IEM ini juga ga kalah spesial. Mid-nya termasuk tebal. Secara imaging, posisi vokal masih di tengah. Namun secara frekuensi karena bassnya agak besar, terkadang mid-nya akan terasa sedikit lebih mundur daripada bassnya. Vokal perempuan terasa lebih maju daripada vokal laki-laki. Emosi dari vokal perempuannya juga masih lepas.
Tidak ada yang menahan vokalnya. Jadinya tidak ada suara vokal yang sengau. Belum lagi vokalnya bukan yang maju banget. Pokoknya bebas dari shouty atau suara vokal yang terlalu maju sampai menyemprot. Vokal laki-laki dari IEM ini juga bagus banget. Vokal laki-laki terasa berbobot. Tidak seperti kebanyakan IEM yang vokal laki-lakinya tipis. Posisinya juga bukan yang jauh lebih mundur kalau dibandingkan dengan vokal perempuannya.
Selain vokal, suara dari instrumen yang biasanya ada di frekuensi mid seperti gitar akustik, keyboard, piano, dll. Masih terasa natural. Biasanya suara-suara instrumen akan terasa lebih mundur daripada suara vokalnya, tapi Tangzu The King Wukong ini, suara instrumen masih terdengar cukup hadir dan tidak terlalu tertutupi oleh vokalnya. Jarang sekali IEM yang punya mid yang spesial seperti ini selain IEM dengan tonal yang mid centric. Mid yang natural ini juga berhasil menunjukan kecerdikan dari Wukong itu sendiri.
TREBLE :
Treble dari Tangzu The King Wukong termasuk smooth namun tetapi eksten sampai ke upper treble-nya. Treble-nya sedikit lebih dominan di upper treble. Suara dari distorsi gitar listrik masih terasa garang dan menggigit. Suara crash dari simbal kerasa natural dan masih nyata. Tidak begitu tertahan dan sama sekali tidak menyerang telinga. Sensasi airy dari upper treble-nya juga ada. Jadinya IEM ini jauh sekali dari istilah treble yang dark.
Oh ya, karena bagian treble dari IEM ini dihasilkan oleh Electrostatic Drivers (EST), hal itu membuat timbre dari treble-nya terasa natural. Tidak ada timbre BA atau planar yang terasa ringan dan kurang berbobot. Intinya, Tangzu The King Wukong berhasil memberikan detail yang baik dari treble-nya. Mulai dari macro sampai ke micro detailnya. Sama seperti tongkatnya Wukong yang bisa membesar menjadi sebesar gunung dan mengecil sampai sekecil jarum.
TEKNIS :
Teknis dari Tangzu The King Wukong ini juga sama sekali tidak perlu diragukan lagi. Soundstage-nya luas dan lebar. Terasa banget sensasi 3D nya. Lumayan terasa membulat seperti bola yang agak besar. Suara width kanan-kirinya terasa lebar dan cukup jauh. Depth depan-belakangnya juga termasuk yang terasa kedalamannya. Level height atas-bawahnya juga kerasa banget. Selain itu, resolusi dan dinamik dari IEM ini juga terasa solid dan mantap sekali.
Separasi dan layering-nya juga sama ajibnya. Setiap instrumen suara terasa terpisah dan punya area atau ruangan sendiri. Hal itu juga membuat imaging dari IEM ini menjadi presisi. Mimin cukup mudah nge-pin point dari mana suara berasal. Belum lagi detail, clarity, timbre dan transient speed dari IEM ini juga sudah bagus.
PENUTUP :
Tangzu The King Wukong bukan sekadar IEM flagship, tetapi sebuah karya seni yang memadukan kekuatan, kecerdikan, kelincahan, dan ketangguhan. Persis seperti sosok legendaris Sun Wukong yang menjadi inspirasinya. Dari kemasan mewah, build titanium yang elegan, kabel premium, hingga 19 pasang eartips dalam paket penjualan, semua detail terasa dipikirkan matang.
Secara suara, The King Wukong menghadirkan bass yang menghentak dengan kontrol yang rapi, midrange yang tebal dan natural, serta treble yang halus namun tetap berkilau penuh detail. Ditambah teknikalitas yang megah, soundstage luas, dan resolusi tinggi, pengalaman mendengarkan jadi benar-benar imersif dan memikat.
Singkatnya, Tangzu berhasil menciptakan IEM yang bukan hanya layak disebut sebagai “The King”, tapi juga pantas dipandang sebagai salah satu standar baru di dunia high-end IEM. Cocok bagi kalian yang mencari perpaduan antara performa absolut dan sentuhan artistik.
Segitu aja yang bisa Mimin jelasin ya. Jujur agak capek Mimin waktu ngereview Tangzu The King Wukong ini, karena yang dibahasnya banyak banget, wkwk. Terima kasih buat temen-temen yang sudah baca. Sampai ketemu lagi di review selanjutnya. Cheers!