Review QoA Bijou
QoA lagi rajin-rajinnya ya ngerilis IEM baru, wkwk. Bulan kemarin Mimin sudah nge-review QoA x Eir Aoi Misty Blue, sekarang Mimin mau nge-review IEM baru QoA lagi yang bernama QoA Bijou. IEM ini sangat spesial karena memiliki konfigurasi driver tribrid dengan harga 1,3 jutaan aja. Penasaran kayak gimana suara dari IEM ini? Kita langsung masuk ke pembahasannya aja yuk!
PEMBUKA :
QoA Bijou merupakan IEM tribrid terbaru dari QoA yang terdiri dari 1 Dynamic Driver berukuran 10mm + 1 Balanced Armature Custom + 1 Bone Conduction Driver berukuran 7mm. IEM dengan konfigurasi seperti ini masih jarang ditemukan, apalagi di harga 1,3 jutaan.
Salah satu daya tarik dari IEM ini yaitu terdapat pada Bone Conduction Driver-nya. Fungsi dari Bone Conductor ini berbeda dengan headphone bone conductor yang biasanya digunakan untuk berolahraga ya. Driver Bone Conduction yang terdapat di dalam IEM ini berfungsi untuk menambahkan sensasi suara yang luas, megah, dan immersive. Suara yang dihasilkan dari driver ini ada di frekuensi sub bass, mid bass dan sedikit ke lower mid-nya. Bisa dibilang driver BC ini membantu driver DD-nya dalam menghasilkan suara bass agar lebih memuaskan lagi.
PACKAGING :
Ukuran box-nya sangat besar bila dibandingkan IEM lain di kelas harganya. Bahkan mungkin seingat Mimin untuk IEM di kelas harga segini, ukuran dari box QoA Bijou ini adalah yang terbesar. Warna box-nya didominasi dengan warna biru dengan pola seperti permata. Tampilannya cantik banget. Di depannya terdapat nama dan spesifikasi singkat dari IEM-nya. Untuk isi kelengkapannya terdapat sepasang IEM, kabel, 3 pasang eartips wide bore hitam biru, 3 pasang eartips hitam pendek, dan hardcase.

Gambar Kelengkapan QoA Bijou
DESAIN :
Tampilan dari IEM ini sangat cantik, elegan, dan estetik. Warnanya biru tua dengan tulisan “bijou” dengan efek kilauan metallic foil pada faceplate-nya membuat IEM ini menjadi mirip dengan sebuah permata. Pas sekali dengan nama “Bijou”-nya yang berarti permata. Desain faceplate dari IEM ini juga dibuat secara handmade loh.
Housing dari IEM ini terbuat dari resin transparan dari hasil 3D printing. Kita jadi dapat melihat bagian struktur internal dari IEM-nya. Finishing-nya juga termasuk yang rapi dan halus. Mimin sama sekali tidak menemukan adanya bagian yang kasar pada keseluruhan housing-nya.

Gambar Desain QoA Bijou
Untuk harganya, IEM ini memiliki kabel yang berkualitas. Kabelnya memiliki ketebalan yang pas, warnanya abu-abu, dan terbuat dari OFC silver-plated yang terdiri dari 2 strands. Bahannya lentur, ringan, dan fleksibel. Jadinya kita bisa mengatur atau menggulung kabel IEM ini dengan mudah. Kabel ini juga tidak berasa microphonic saat digerak-gerakan atau bergesekan dengan pakaian. IEM ini juga memiliki 2 varian kabel yang terdiri dari kabel 3.5mm single ended, dan juga kabel 4.4mm balanced.
FITTING :
Untuk sebuah IEM yang memiliki 3 jenis driver yang berbeda, ukuran housing-nya malah masih termasuk kecil bila dibandingkan dengan kebanyakan IEM lain belakangan ini. Bentuknya termasuk yang ergonomis karena memiliki lekukan yang pas dengan concha/konka telinga kebanyakan orang. Dan bagusnya lagi, bentuk shell yang ergonomi ini tidak memiliki finch/sayap yang bisa mengganggu kenyamanan sebagian orang. Bobotnya juga ringan, mengingat bahan housing-nya yang terbuat dari resin. Bentuk dan ukuran nozzle-nya juga masih aman-aman saja. Mimin bisa mengganti banyak eartips ke nozzle IEM ini. Pokoknya bagi Mimin, fitting dari IEM ini sangat nyaman untuk digunakan dalam waktu yang lama.
DRIVABILITY :
IEM ini menurut Mimin masih mudah untuk di-drive. Mimin biasanya menggunakan IEM ini dengan kabel bawaan yang jack-nya 4.4mm ke DAC/AMP TimeEar BTE-9 di mode bluetooth-nya. Di low gain, untuk Mimin yang low volume listener (orang yang suka mendengarkan IEM di volume yang lebih rendah daripada kebanyakan orang), volume yang cocok untuk mendengarkan IEM ini diantara 7-9 dari 63.
SUARA :
Arah suara dari IEM ini termasuk V-shape warm. Bass-nya memiliki kuantitas yang besar dan beneran terdengar megah. Bone Conduction dari IEM ini benar-benar terasa di sini. Sedangkan untuk suara mid terdengar sedikit mundur dengan treble-nya termasuk smooth.

Gambar Grafik Suara QoA Bijou
BASS :
Mimin yakin IEM ini cocok banget buat kalian yang basshead. Karena kuantitas bass yang dihasilkan IEM ini jelas termasuk yang besar. Fokusnya lebih ke mid bass daripada sub bass-nya. Jadinya bass yang dihasilkan IEM ini akan lebih terasa menghasilkan gebukan yang berisi daripada sub bass yang dalam. Untungnya sub bass-nya di sini tidak dibuat roll off, jadinya sensasi dalam dan gemuruhnya masih tetap hadir dan terasa memiliki ekor disini.
Waktu Mimin coba mendengarkan lagunya Creepy Nuts yang berjudul “doppelgänger”, suara dari keseluruhan bass-nya itu terdengar penuh, berisi, dan memantul. Implementasi dari driver bone conductor-nya terasa di sini. Jadinya IEM ini enak dan cocok banget kalau dipakai lagu-lagu EDM yang butuh suara bass yang memukul dan berisi. Dan walaupun kuantitas bass-nya lebih besar daripada frekuensi lainnya, tetapi bagusnya suara dari instrumen lainnya masih terasa terpisah loh.
Untuk kualitas bassnya juga termasuk bagus buat di kelas harganya. Mimin suka dengan efek membal atau memantul dari IEM ini. Sensasi yang sangat jarang ditemukan dari IEM 1 jutaan. Mungkin transient speed-nya akan terasa lambat, namun itu juga yang membuat bass dari IEM memiliki sensasi yang memantul tersebut.
MID :
Secara positioning, suara vokal yang dihasilkan dari IEM ini akan terasa lebih mundur. Untungnya presentasi vokalnya masih terdengar lepas dan tidak dibuat dark. Mimin masih bisa merasakan energi dari suara vokal penyanyinya saat mereka bernyanyi di nada tinggi. Apabila IEM ini dipakai di lagu-lagu yang minim dengan suara bass, vokalnya bisa terdengar sangat jelas.
TREBLE :
Suara treble dari IEM ini lebih fokus di lower treble daripada mid treble dan upper treble-nya. Hal itu sebenarnya cocok untuk kalian yang suka dengan suara dari petikan gitar akustik akan terasa lebih menggigit dan jelas nada-nadanya. Tapi apabila beberapa diantara kalian merasa lower treble-nya berlebihan, Mimin sarankan kalian untuk menggunakan eartips yang memiliki bore yang panjang seperti eartips biru-hitam bawaan dari IEM ini.
Lalu kalau soal mid treble dan upper treble dari IEM ini termasuknya yang smooth aja. Bukan yang paling eksten, tapi tidak sampai yang terasa dark atau rolloff banget juga treble-nya. Mimin juga ngerasa kalau IEM ini lumayan aman dari masalah sibilance.
TEKNIS :
Untuk sebuah IEM dengan suara yang mengarah ke warm, ternyata IEM ini masih bisa memberikan teknikalitas yang bersaing untuk di kelas harganya. Bagian teknis yang paling menonjol dari IEM ini adalah soundstage-nya yang sangat luas, separasinya yang terasa memisah-misah, imaging-nya yang cukup akurat, dan juga dinamikanya yang mantap. Saat Mimin coba menonton film dengan IEM ini, suara yang dihasilkannya terasa megah sekali. Apalagi waktu ada suara ledakan, suaranya terdengar imersif dan kerasa physicality-nya.
PENUTUP :
QoA Bijou hadir sebagai IEM tribrid yang cukup unik di kelas harganya. Dengan kombinasi driver yang jarang ditemui serta implementasi bone conduction yang terasa nyata. Karakter suaranya yang warm V-shape dengan bass besar dan sensasi immersive jadi daya tarik utama, apalagi didukung dengan soundstage yang luas dan presentasi yang terasa megah.
Dengan desain yang estetik, fitting yang nyaman, serta build quality yang solid, Bijou bukan cuma menarik dari segi suara, tapi juga dari sisi pengalaman penggunaan secara keseluruhan. Secara keseluruhan IEM ini tetap menawarkan value yang menarik di kelasnya.

Gambar Detail QoA Bijou
Cocok untuk:
- Pecinta bass / basshead
- Penikmat musik EDM, hip-hop, dan genre dengan bass dominan
- Pendengar yang suka soundstage luas & immersive
- User yang cari IEM nyaman untuk pemakaian lama
- Yang penasaran dengan sensasi bone conduction di IEM
Kelebihan:
- Konfigurasi tribrid unik di kelas harga 1 jutaan
- Bass besar, berisi, dan impactful (dengan sensasi “memantul”)
- Soundstage luas & immersive
- Separasi dan imaging cukup baik
- Fitting nyaman & ergonomis
- Desain estetik dan rapi
- Kabel bawaan berkualitas dan minim microphonic
Kekurangan:
- Transient bass cenderung lebih lambat
- Lower treble bisa terasa agak dominan untuk sebagian orang
Segitu aja yang bisa Mimin jelasin ya. Terima kasih buat temen-temen yang sudah baca. Kalau ada yang ingin ditanyakan, bisa langsung tulis saja di kolom komentar. Sampai ketemu lagi di review selanjutnya. Cheers!