QoA Matador: Berenergi & Rapi seperti Banteng yang Dikendalikan oleh Matador!

Review QoA Matador

Ada IEM baru lagi dari QoA nich, wkwk. Sekarang nama IEM-nya adalah QoA Matador. IEM ini memiliki filosofi yang sesuai dengan namanya, yaitu IEM yang memberikan keseimbangan antara power dan kontrol, sama seperti seorang matador yang kuat dan dapat mengendalikan banteng yang berhadapan dengannya. Mau tau segimana kekuatan dan pengendalian suara dari IEM ini? Yuk, kita langsung masuk ke pembahasannya!

 

PEMBUKA :

QoA Matador merupakan IEM hybrid yang terdiri dari 6 driver, diantaranya 2 Dynamic Driver berukuran 8mm (PU + PEEK dual chamber) dan 4 Custom Balanced Armature. Dengan jumlah driver sebanyak ini, IEM ini dijual di marketplace Indonesia dengan harga 3,4 jutaan.

 

PACKAGING :

IEM ini memiliki ukuran box yang termasuk besar. Kurang lebih ukurannya mirip dengan box-nya QoA Bijou dan QoA Misty Blue. Sepertinya ukuran box sebesar ini sudah menjadi ciri khas dari IEM-IEM dari QoA ya.

Gambar Isi Kelengkapan QoA Matador

Secara keseluruhan, tampilan dari box-nya terasa dramatis dan berani seperti seorang matador. Box-nya didominasi dengan warna hitam yang ditambah dengan corak putih merah. Di depannya juga terdapat tulisan dari nama IEM-nya. Sedangkan untuk isi kelengkapan di dalamnya terdapat sepasang IEM, kabel, hardcase, 3 pasang eartips hitam, 3 pasang eartips ungu wide bore, 3 pasang eartips hitam merah, jack modular 3.5mm, jack 4.4mm, dan jack type-C. Pokoknya paket banyak isi kelengkapannya sudah sesuai dengan besar box-nya, wkwk.

 

DESAIN :

Tampilan dari IEM-nya bisa memberikan kesan yang elegan, garang, dan misterius secara bersamaan. Karena di kedua belah faceplate-nya terdapat motif abstrak 3D berwarna hitam, abu-abu, dan merah. Di sana juga terdapat tulisan “Matador” yang elok. Material housing IEM ini terbuat dari resin yang dibentuk dengan proses 3D printing. Permukaannya halus dan rapi, tidak ada bagian yang kasar pada keseluruhan housing-nya.

Gambar Desain QoA Matador

Kabelnya juga termasuk bagus loh. Mimin suka dengan kabel ini karena memiliki ketebalan yang pas, mudah untuk diatur/digulung, dan ringan saat digunakan. Kabel ini juga tidak terasa microphonic waktu digoyangkan atau bergesekan dengan pakaian. Material yang digunakan pada kabel ini adalah Silver-plated Copper (SPC) yang terdiri dari 2 strands dengan konektor 0.78mm 2 pin. Oh ya, kabel ini juga sudah modular, dari 3.5mm, 4.4mm, dan Type-C yang di dalamnya sudah terdapat chip DAC CX31993. Kayaknya jarang deh kabel yang memiliki konektor modular type-C yang di dalamnya terdapat chip DAC branded seperti ini, wkwk.

 

FITTING :

Ukuran housing dari IEM ini termasuk yang besar dan gendut. Housing IEM-nya terasa lebih tebal bila dibandingkan IEM-IEM lain yang sudah Mimin coba. Untungnya ukuran tersebut tidak membuat fitting dari IEM ini menjadi mengganggu atau tidak nyaman. Karena bentuk shell-nya dibuat menjadi ergonomis yang cocok untuk kebanyakan bentuk telinga orang. Bahan resin dari IEM ini juga membuat housing-nya menjadi ringan saat dipakai.

Ukuran nozzle-nya juga masih termasuk normal. Diameternya tidak terlalu besar, panjangnya juga termasuk yang sedang saja. Mimin juga bisa mengganti banyak eartips ke nozzle dari IEM ini. Ditambah dengan kabelnya yang ringan dan fleksibel juga membuat IEM-nya bisa Mimin gunakan dengan nyaman dalam waktu yang lama tanpa gangguan.

 

DRIVABILITY :

IEM ini menurut Mimin masih termasuk mudah untuk di-drive. Mimin biasa menggunakan IEM ini dengan menggunakan kabel bawaan dan jack 4.4mm-nya ke DAC/AMP Hiby W4 di mode USB-C nya. Di medium gain, untuk Mimin yang low volume listener (orang yang suka mendengarkan IEM di volume yang lebih rendah daripada kebanyakan orang), volume yang cocok untuk mendengarkan IEM ini diantara 5-7 dari 30 atau sekitar 20% dari volume maksimalnya.

Mimin juga sempat mencoba IEM ini menggunakan jack Type-C nya. Kalau dipasangkan ke laptop, Mimin bisa nyaman mendengarkan IEM ini di volume 5% dari 100%. Jadinya kelihatan ringan bangetkan drivability dari IEM ini, wkwk.

 

SUARA :

Tuningan suara dari QoA Matador ini termasuk W-shape sedikit bright ataupun balance yang sedikit bright. Suara mid-nya cukup maju, bersih dan agak tipis, treble-nya eksten, dengan bass-nya yang jelas sekali fokus di sub bass.

Gambar Grafik Suara QoA Matador

BASS :

Kuantitas bass dari IEM ini termasuk yang pas. Tidak terlalu besar ataupun terlalu kecil. Fokusnya lebih ke sub bass daripada mid bass-nya. Mimin pun jelas lebih bisa mendengarkan suara sub bass yang terasa dalam dan bergemuruh dibandingkan pukulan atau hentakan dari mid bass-nya. Suara mid bass-nya mungkin akan terasa kurang untuk sebagian orang, namun hal itu juga yang membuat IEM ini memiliki kontrol bass yang sangat baik. Mimin tidak merasakan adanya bass yang menyeberang atau bleeding ke frekuensi mid-nya.

Saat Mimin mendengarkan lagunya Creepy Nuts yang berjudul “doppelgänger”, suara sub bass-nya masih terasa dalam dan cukup berisi. Bagusnya lagi, suara bass yang dihasilkannya terasa terpisah dari frekuensi lainnya loh. Mimin juga coba mendengarkan lagunya Dysmn yang berjudul “Please, Take Away The Pain”, suara double pedal-nya terasa gesit banget. Jarang sekali Mimin mendengarkan suara bass yang memiliki kualitas sebagus ini. Hal ini disebabkan karena 2DD-nya dituning dengan matang.

 

MID :

Suara mid dari IEM ini terdengar maju, terutama untuk vokal perempuannya. Vokal perempuan yang dihasilkannya terdengar maju, bening, bersih, dan sangat lepas. Suaranya tidak ada yang tertahan sampai terdengar sengau. Bagusnya lagi, suara vokal perempuannya sama sekali tidak terasa shouty loh. Contohnya saat Mimin mendengarkan lagunya 9Lana yang berjudul “BALALAIKA”, suara vokalnya terdengar jelas, lepas dan maju. Mimin sama sekali tidak merasa terganggu dari vokalnya saat penyanyinya berteriak.

Sedangkan saat Mimin mencoba mendengarkan lagunya Penthouse yang berjudul “Taxi to the Moon”, suara vokal laki-lakinya terdengar kurang berisi dan berbobot. Secara posisinya juga terasa lebih mundur bila dibandingkan dengan vokal perempuannya. Hal itu menunjukan kalau IEM ini lebih cocok untuk mendengarkan lagu yang memiliki suara vokal perempuan dibandingkan vokal laki-laki.

Hal ini juga sedikit berpengaruh ke suara alat musiknya. Suara alat musik bernada tinggi seperti terompet, saksofon, dan biola terdengar lebih jelas dan maju di sini. Sedangkan untuk suara alat musik yang bernada rendah seperti bass gitar akan terdengar mundur dan kurang jelas bunyinya.

 

TREBLE :

Mimin paling suka dengan suara treble dari IEM ini. Suara dari mid treble sampai upper treble–nya juga terasa seimbang dan setara. Keduanya tidak terdengar saling mendominasi. Suaranya terdengar jelas dan detail tanpa terasa pedas, harsh, dan sibilance yang berlebih. Ekstensi treble-nya juga terdengar banget sampai ke upper treble-nya. Saat Mimin coba menggunakan IEM ini untuk mendengarkan lagunya tricot yang berjudul “Orange Juice”, suara attack dari simbalnya terdengar jelas dan natural. Energi dari suara simbalnya terasa pas. Sama sekali bukan yang kasar banget dan bukan juga yang terasa mendem atau tumpul. Distorsi gitarnya juga masih terdengar menggigit. Pokoknya top banget suara treble dari IEM ini. 

 

TEKNIS :

Teknikalitas yang dimiliki IEM ini juga termasuk yang bagus loh untuk di kelas harganya. Mimin paling suka dengan soundstage-nya yang lebar dan cukup luas, separasinya yang terasa banget pemisahannya, imaging-nya yang cukup on point, clarity-nya yang bening, dan juga detail dari treble-nya jelas banget. Bentuk soundstage-nya terasa melonjong karena presentasi suara width kanan-kirinya yang lebar banget, tapi kurang diimbangi dengan depth depan-belakang dan juga height atas-bawahnya. Untuknya depth dan height-nya masih terdengar dan sama sekali bukan yang sampai hilang.

 

PENUTUP :

QoA Matador merupakan IEM hybrid yang menawarkan keseimbangan antara power dan kontrol, sesuai dengan filosofi namanya. Dengan konfigurasi 2DD + 4BA serta tuning yang mengarah ke W-shape sedikit bright, Matador mampu menghadirkan bass yang fokus di sub bass dengan kontrol yang sangat baik, mid yang bersih dan maju (terutama vokal perempuan), serta treble yang detail, extended, dan tetap nyaman didengar. Karakter ini membuatnya terasa modern, energik, namun tetap refined.

Di sisi teknikal, Matador juga menunjukkan performa yang solid di kelasnya dengan soundstage yang lebar, separasi yang jelas, dan detail yang menonjol terutama di area treble. Walaupun tidak sepenuhnya sempurna di semua aspek, secara keseluruhan IEM ini tetap menawarkan pengalaman listening yang engaging dan cukup versatile. IEM ini masih cocok untuk dipakai mendengarkan berbagai genre lagu dengan pendekatan yang lebih clean dan sedikit analitikal.

Gambar Detail Faceplate QoA Matador

Cocok untuk siapa:

  • Penikmat vokal perempuan (female vocal lovers),
  • Pendengar yang suka tuning balance sedikit bright,
  • Pengguna yang mencari bass cepat & terkontrol,
  • Pencari detail & treble lovers yang tetap ingin halus,
  • Listener yang suka soundstage lebar & separasi jelas,
  • Pengguna yang ingin IEM yang cocok untuk kebanyakan genre lagu.

 

Kelebihan:

  • Tuning balance dengan sentuhan bright yang menarik,
  • Sub bass dalam, cepat, dan sangat terkontrol,
  • Vokal perempuan sangat bersih, jelas, dan forward,
  • Treble detail, extended, tapi tetap smooth & minim sibilance
  • Teknikal solid: soundstage lebar, separasi rapi, clarity tinggi
  • Kabel modular lengkap (3.5mm, 4.4mm, Type-C dengan DAC)
  • Build ringan, ergonomis, dan nyaman dipakai lama

 

Kekurangan:

  • Mid bass terasa agak kurang untuk sebagian orang
  • Vokal laki-laki kurang berbobot / sedikit mundur

 

Segitu aja yang bisa Mimin jelasin ya. Terima kasih buat temen-temen yang sudah baca. Kalau ada yang ingin ditanyakan, bisa langsung tulis saja di kolom komentar. Sampai ketemu lagi di review selanjutnya. Cheers!