Review Crinear Daybreak
Kali ini Mimin mau ngebahas soal Crinear Daybreak nih. IEM Crinear pertama yang dijual secara massal dan resmi masuk ke Indonesia loh. Gas langsung ke pembahasannya yuk!
PEMBUKA :
Buat yang belum tau, Crinear itu adalah merek dari barang audio portabel yang dibuat oleh Crinacle. Crinacle sendiri dulunya adalah seorang reviewer audio, khususnya audio portabel. Dulu dia cukup sering membagikan review-nya berupa video di kanal YouTube-nya, Crinacle. Sebelum itu, dia juga suka membuat review dalam bentuk tulisan di situs webnya yang bernama In-Ear Fidelity. Crinacle juga sudah melakukan kolaborasi untuk membuat IEM bersama banyak merek, diantaranya adalah Truthear Zero Series (Blue 2022, Red, dan Blue 2), 7hz Salnotes Zero 2, Moondrop Dusk, dan lain-lain.
Crinear Daybreak ini merupakan IEM tribrid. Maksudnya di dalam IEM ini terdapat 3 macam driver yang berbeda. Driver yang terdiri dari 1 Dynamic Driver (DD), 2 Balance Armature (BA), dan 2 micro-Planar Tweeters (mPT). Untuk harganya sendiri di marketplace Indonesia sekitar 2,6 jutaan.

PACKAGING :
Buat box-nya cukup simpel. Di depannya ada nama dari IEM-nya. Isi kelengkapannya terdapat sepasang IEM, kabel, hardcase, 3 pasang eartips silikon, sepasang eartips foam/busa, dan juga pilihan jack 3,5mm dan 4.4mm. Adanya pilihan jack disini menandakan kalau kabelnya sudah interchangeable ya guys.
Housing dari IEM ini sebagian besar terbuat dari resin dengan faceplate yang terbuat dari CNC Aluminium. Warnanya dominan hitam dengan aksen silver di pinggir faceplate-nya. Jadinya kerasa elegan, tapi masih tetep simpel. Build quality dari housing-nya sendiri termasuk bagus. Finishing-nya rapih. Ga ada bagian yang kasar di housing-nya. Secara keseluruhan, Mimin suka banget dengan housing dari Crinear Daybreak ini.
Kabelnya juga bagus loh guys.. Terbuat dari silver plated copper yang terdiri dari 4 strands. Ketebalan kabelnya kalau menurut Mimin juga pas. Ga terlalu tebal dan ga terlalu tipis. Kabelnya juga gampang banget untuk diatur karena ringan dan lentur. Jadinya ga gampang kusut. Di bagian bawahnya braided, diatasnya twisted. Seperti yang Mimin tulis di atas, jack-nya juga interchangeable antara 3,5mm dan 4,4mm dengan bentuk L. Konektor ke IEM-nya 2 pin. Kabelnya juga ga microphonic kalau bergesekan dengan baju. Oh iya, warna kabelnya juga kan putih. Cocok banget loh sama warna housing-nya yang hitam dengan sedikit aksen silver nya. Jadinya seperti ngasih kesan monokrom banget gitu.

FITTING :
Fitting dari Crinear Daybreak ini cocok banget buat telinga Mimin. Bentuknya pas banget dengan bentuk telinga Mimin. Bobotnya juga ringan. Finch/Sayapnya sama sekali ga mengganggu. Ukuran nozzlenya juga masih terbilang normal. Mimin masih bisa memasang eartips lain yang bentuknya narrow bore tanpa kesusahan. Bentuk eartips-nya juga sebenernya termasuk bagus. Bagian dari payungnya lembut, tapi bagian dalamnya kaku. Sayangnya ukuran M nya agak kebesaran, sedangkan ukuran S nya juga kekecilan buat telinga Mimin. Earhook-nya pas melingkar ke belakang daun telinga. Jadinya Mimin bisa pakai IEM ini lama-lama tanpa ada keluhan dari fittingnya.
DRIVABILITY :
Crinear Daybreak ini termasuk gampang buat di-drive. Mimin pakai Crinear Daybreak ini dengan jack 4.4mm yang dipasangkan ke Hiby FC5. Pengaturannya di medium gain dengan volume 3-4 dari 30.
Nah, karena ukuran dari eartips bawaannya kurang cocok di telinga Mimin, jadi buat pengetesan suaranya Mimin ganti eartips bawaannya dengan eartips Softear Ultra Clear ya. DAC-nya masih menggunakan Hiby FC5.

SUARA :
Waktu pertama kali nyobain IEM ini, yang ada dipikiran Mimin cuman meme “Oh My God, BEAUTIFULL, AMAZING. Ini yang papa cari selama ini. Papa mau 3”, hahaha. Suaranya balance banget. Mimin sama sekali ga ngerasain kekurangan di suatu frekuensi dari Crinear Daybreak ini. Hampir semua lagu yang ada di playlist Mimin cocok hanya dengan 1 IEM ini. Menurut Mimin, All-rounder yang sesungguhnya itu yang seperti ini.
BASS :
Kuantitas bass dari Crinear Daybreak ini pas. Ga kebanyakan, dan ga kekurangan juga. Pukulannya kerasa. Rumble/gemuruhnya juga masih ada. Mimin merasa kalau bass dari Crinear Daybreak ini beneran balance antara subbass dan mid bassnya. Sama sekali ga ada yang mendominasi. Kalau lagunya punya mid bass yang besar, pukulannya berasa. Kalau lagunya punya subbass yang dalam, sensasi dalam dan gemuruhnya juga hadir. Tekstur dan impact dari bassnya juga termasuk bagus. Begitu juga dengan kontrol dari bassnya. Mimin sama sekali ga ngerasain bleeding dari bass ke mid nya. Pokoknya bersih banget. Selain itu, transient speed-nya juga termasuk bagus loh. Masih cocok buat diajak lagu-lagu cepet.
MID :
Midnya juga menurut Mimin termasuk pas. Agak tipis tapi ga sampai ketipisan juga. Emosi dari vokal cewek kerasa lepas. Vokal cowok juga masih kerasa bobotnya. Pokoknya, mid dari Crinear Daybreak ini ga bikin shouty, sengau, atau hal negatif lainnya dari mid-nya. Posisi mid-nya agak maju. Tapi itu juga ga bikin bass sama treble-nya jadi ke belakang banget posisinya. Bagus banget memang balancing suara dari Crinear Daybreak ini.
TREBLE :
Treble dari Crinear Daybreak ini juga bagus banget. Treblenya bisa kerasa ekstensinya sampai ke ujung upper treble. Dan treble-nya ini ga bikin sibilance. Suara dari lower treble sampai ke upper treble-nya rapih, ga ada yang mendominasi. Suara dari simbalnya masih natural. Ga metalik atau plasticy. Ekstensi di upper treble nya juga bikin kesan airy yang pas. Ga berlebihan sampai bikin suaranya zingy.
TEKNIS :
Teknis dari Crinear Daybreak ini juga solid banget buat IEM di bawah 3 juta. Mulai dari separasi dan layering yang kerasa banget. Soundstage-nya juga luas dan lebar. Bentuknya kayak bola yang sedikit dibuat benjol. Jadinya lebar kanan-kiri nya kerasa banget, tapi depth (depan-belakang) nya juga sama sekali ga kekurangan. Imaging juga masih cukup presisi. Yang bagus lainnya itu ada di detail sama resolusinya. Mimin baru pertama kali ngedengerin ada detail baru dari lagu yang baru sebulan Mimin masukin playlist loh, wkwkwk. Ada dari lower mid-nya, ada juga dari upper treble-nya. Ciamik banget deh. Timbrenya mungkin belum senatural IEM single DD, tapi buat IEM multi driver sih ini bagus banget.
PENUTUP :
Intinya, Crinear Daybreak ini cocok banget buat temen-temen yang cari IEM balance tok. Enak banget buat dipakai ngedengerin kebanyakan genre lagu. Teknis dari IEM ini juga jadi salah satu yang terbagus buat harganya. Fittingnya juga nyaman untuk dipakai lama-lama. Belum lagi koneksi kabelnya yang sudah interchangeable dan build quality dari IEM nya yang sudah bagus.
Segitu aja yang bisa Mimin jelasin ya. Terima kasih buat temen-temen yang sudah baca. Sampai ketemu lagi di review selanjutnya. Cheers!