Review ZiiGaat x Hangout.Audio Odyssey 2
Halo guys, balik lagi sama Mimin di sini. Sekarang Mimin mau ngebahas soal penerus dari Ziigaat Odyssey yang pernah menjadi IEM favorit banyak orang, yaitu Ziigaat x Hangout.Audio: Odyssey 2. Kita langsung masuk ke pembahasannya yuk!
PEMBUKA :
Kalau kamu belum tau, Hangout.Audio itu merupakan channel YouTube sekaligus toko online baru yang fokus pada perlengkapan audio. Untuk sekarang mereka lebih banyak menjual IEM (In-Ear Monitor), dengan rencana ekspansi produk di masa depan. Hangout.Audio juga dikelola oleh Crinacle. Seseorang yang dulu sudah dikenal sebagai reviewer audio, khususnya audio portabel.Ziigaat Odyssey 2 ini menggunakan konfigurasi driver yang sama persis dengan pendahulunya, yaitu 1 Dynamic Driver (DD), dan 3 Balance Armature (BA). Untuk harganya sendiri di marketplace Indonesia sekitar 4,2 jutaan.

PACKAGING :
Untuk keseluruhan packaging-nya sudah ada peningkatan dari versi sebelumnya. Tampilan box-nya masih menggunakan gaya ala Ziigaat. Di depan box-nya ada gambar, nama, dan keterangan driver yang digunakan dari IEM-nya, dengan background berwarna kecoklatan. Isi kelengkapannya terdapat sepasang IEM, kabel, hardcase, 3 pasang eartips liquid silikon berwarna transparan, 3 pasang eartips liquid silikon berwarna gelap, sepasang eartips foam/busa, 2 pasang filter cadangan, dan juga plug jack 3,5mm, dan 4,4mm karena kabelnya modular/interchangeable.

Housing dari IEM ini sebagian besar terbuat dari aluminium. Aluminiumnya terdapat di bagian shell-nya, sedangkan faceplate-nya terbuat dari resin dengan desain warna biru es, abu-abu muda, dan hitam. Oh iya, untuk motif dari faceplate-nya ini dibuat secara handmade loh guys, jadi setiap unit pasti akan terlihat unik, cantik, dan berbeda. Karena bahan dari shell-nya itu juga membuat build quality dari housing-nya kerasa solid banget loh. Finishing-nya juga rapih. Overall, Mimin suka banget sama housing dari Ziigaat Odyssey 2 ini.

Kabelnya juga menurut Mimin jadi lebih bagus. Terbuat oxygen-free copper and silver litz yang terdiri dari 4 core/strands. Kabelnya agak tipis, tapi itu juga membuat kabelnya jadi lebih ringan, lentur, dan gampang diatur. Di bagian bawahnya braided, di atasnya twisted. Lalu, sekarang kabel bawaan dari Ziigaat Odyssey 2 ini sudah modular/interchangeable antara 3,5mm dan 4,4mm. Hal itu merupakan salah satu peningkatan dari Odyssey sebelumnya. Oh iya, bagusnya lagi kabel ini ga microphonic kalau bergesekan dengan baju. Secara keseluruhan, warnanya masih cocok dengan IEM-nya. Hijau dan hitam gelap kayak Kamen Rider W yang Cyclone Joker gitu wkwkwk.
FITTING :
Fitting dari Ziigaat Odyssey 2 ini termasuk cocok buat telinga Mimin. Ukuran housingnya pas di telinga Mimin. Walaupun IEM-nya terbuat dari metal, tapi bobotnya sama sekali ga kerasa berat loh. Belum lagi bentuknya yang aman banget. Ga ada Finch/sayap di shell-nya. Ukuran nozzle-nya juga termasuk normal. Mimin bisa gunta-ganti eartips dengan mudah. Tapi, nozzle-nya tidak begitu panjang, jadi mungkin untuk beberapa orang akan tidak akan cocok dengan fitting IEM ini kalau menggunakan eartips yang pendek.
Mimin suka banget dengan eartips bawaanya. Yang warnanya transparan beneran mirip dengan Softears Ultra Clear. Ada juga yang warnanya transparan tapi agak kehitaman, bentuknya juga agak mirip dengan eartips yang transparan, hanya saja ukuran M nya sedikit lebih besar. Kalau dari suara, yang transparan ngebuat ekstensi di subbass sama upper treblenya bertambah, sedangkan yang gelap suaranya seperti lebih fokus di tengah. Subbass dan upper treble-nya tidak seberasa yang transparan, tapi mid bass nya jadi lebih memukul lagi dan lower treblenya jadi lebih menggigit juga. Mungkin karena eartips yang warnanya gelap lubangnya lebih sempit (narrow bore) daripada yang transparan ya.
Kalau kamu tanya Mimin suka eartips yang mana, Mimin sih jawabnya yang transparan. Hanya karena ukuran M nya lebih pas di telinga Mimin. Yang gelap terasa lebih besar dan lebih penuh aja, tapi kalau dari suara, Mimin suka keduanya. Tinggal cocokin sama mood aja, hehe. Overall, fitting dari Ziigaat Odyssey 2 ini nyaman banget. Mimin bisa pakai IEM ini berlama-lama tanpa ada keluhan dari fitting-nya.
DRIVABILITY :
Ziigaat Odyssey 2 termasuk IEM yang mudah untuk di-drive. Mimin biasa pakai Ziigaat Odyssey 2 dengan jack 4.4mm yang dipasangkan ke Hiby FC5. Pengaturannya di medium gain dengan volume 3 dari 30. By the way, Mimin mau ngasih tau kalau Mimin itu low volume listener atau orang yang suka mendengarkan IEM di volume yang rendah daripada kebanyakan orang ya.

SUARA :
Impresi Mimin waktu pertama kali coba ngedengerin IEM ini tuh rasanya kayak kenal dengan suaranya deh, tapi bukan Ziigaat Odyssey yang sebelumnya. Tonalnya termasuk balance warm. Kalau dibandingin langsung dengan Ziigaat Odyssey 1, bass dari Odyssey 2 kerasa lebih rapih, mid nya lebih maju dan lively, treble nya lebih smooth. Dipakai untuk kebanyakan lagu juga terasa lebih all-rounder daripada Odyssey 1.
BASS :
Ziigaat Odyssey 2 ini punya bass yang terasa berisi. Porsi/kuantitasnya mantap, tanpa terasa berlebihan. Subbass dan mid bassnya termasuk balance dan tidak ada yang kerasa dominan banget. Rumble/gemuruhnya dari subbass-nya mantap. Pukulan dari mid bass-nya juga pas. Selain itu, tekstur dan impact dari bassnya ini juga ciamik banget buat harganya. Ga selemes beberapa IEM di kelas harganya. Terus biasanya ya, IEM yang punya sound signature warm itu punya kontrol bass yang kurang rapih, tapi Ziigaat Odyssey 2 ini kontrol bassnya termasuk bagus loh. Mimin ga begitu ngerasain adanya bleeding dari bass ke mid nya. Sedikit nitpicking dari Mimin mungkin hanya di transient speed-nya yang biasa aja.
MID :
Kalau di Odyssey 1 mengunggulkan bassnya, kalau di Odyssey 2 ini malah lebih menonjolkan mid nya. Mid nya lebih maju, tapi masih tetap agak tebal. Jadinya vokal laki-laki masih berbobot, vokal perempuan juga jadi lebih bening dan lepas emosinya. Mid nya juga bebas dari suara vokal yang shouty dan sengau. Saking bagusnya, Mimin aja baru ngerasain adanya suara keyboard dari lagu yang biasa Mimin dengerin loh.
TREBLE :
Treble-nya Ziigaat Odyssey 2 ini pun jadi lebih rapih. Beberapa orang yang pernah coba Odyssey 1 ngerasa kalau treble-nya kerasa pedes dan kurang natural. Sedangkan di Odyssey 2 ini treble-nya lebih smooth dan natural. Lower treble-nya ga kerasa kasar sama sekali. Mimin juga ngerasa kalau treble-nya Odyssey 2 lebih kerasa ekstensinya loh. Mungkin karena bassnya lebih rapih dan lower treble yang lebih smooth itu juga yang ngebuat ekstensi ke upper treble-nya lebih berasa.
TEKNIS :
Kalau soal teknis, Ziigaat Odyssey 2 ini menurut Mimin masih tetep ajib untuk IEM 4 juta. Separasi dan layering-nya mantap. Soundstage-nya bukan yang paling melebar ke kanan-kirinya, tapi buat keseluruhan, IEM ini punya soundstage yang termasuk luas. Depth depan-belakangnya terasa hadir. Height atas-bawahnya juga ada. Jadinya ngebuat bentuk dari soundstage-nya terasa membulat daripada melonjong. Perpaduan dari soundstage yang luas dan separasi-layering yang bagus juga membuat imaging dari IEM ini jadi presisi banget. Resolusi suara dari Ziigaat Odyssey 2 juga mantap banget. Mimin jadi bisa lebih jelas mendengarkan banyak suara yang biasanya ga Mimin denger dari IEM lain. Belum lagi karena treblenya yang smooth itu ngebuat timbre dari IEM ini kerasa lebih natural. Ga ada suara yang metalik atau plasticy.
PENUTUP :
Ziigaat x Hangout.Audio: Odyssey 2 hadir sebagai penerus yang layak dari Odyssey pertama dengan peningkatan di hampir semua aspek. Dari housing aluminium dengan faceplate handmade terasa premium dan solid, ditambah kabel baru yang nyaman untuk dipakai dan sudah modular/interchangeable antara 3.5mm & 4.4mm. Eartips bawaan juga memberikan variasi karakter suara yang menarik. Odyssey 2 ini cocok untuk teman-teman yang suka dengan tonal balance warm tapi masih natural. Bass-nya berisi tapi tetap terkontrol, mid lebih maju dan natural, serta treble lebih smooth tanpa rasa pedas seperti pendahulunya. Ditambah teknikalitas solid, Odyssey 2 terasa all-rounder dan lebih refined, menjadikannya pilihan menarik di kelas harga 4 jutaan.
Segitu aja yang bisa Mimin jelasin ya. Terima kasih buat temen-temen yang sudah baca. Sampai ketemu lagi di review selanjutnya. Cheers!