Review Tangzu Li Zhi
Bass Audio sekarang kedatangan IEM flagship baru nih, namanya Tangzu Li Zhi. IEM ini merupakan hasil penyempurnaan dari prinsip tuning yang Tangzu bentuk dari banyak produk sebelumnya. Penasaran ga sih suara seperti apa yang disempurnakan oleh Tangzu di IEM ini? Yuk, kita langsung masuk ke pembahasannya!
PEMBUKA :
Tangzu Li Zhi merupakan IEM flagship dari Tangzu yang menggunakan 10mm Dynamic Driver Genuine Diamond Crystal Evaporated Diaphragm. Jenis dynamic driver yang digunakan IEM ini merupakan Diamond Diaphragm beneran yang diaplikasikan melalui proses evaporasi khusus. Jadinya bukan DD jenis DLC (Diamond-Like Carbon) yang umumnya dipakai oleh IEM-IEM single DD pada umumnya. Diamond Diaphragm ini memiliki beberapa sifat, diantaranya:
- Memiliki resolusi yang tinggi,
- Memiliki kekakuan (Rigidity) 40% lebih baik daripada diaphragm DD biasa,
- Menghasilkan distorsi yang sangat rendah,
- Mengurangi splitting vibration secara signifikan,
- Memiliki karakter suara yang nyaman didengarkan berlama-lama.
Dynamic driver jenis ini juga digunakan di IEM flagship Tangzu sebelumnya loh, yaitu Tangzu The King Wukong. Di Tangzu Wukong, driver ini dipakai hanya untuk menghasilkan suara pada frekuensi bass. Sedangkan di Tangzu Li Zhi, driver tersebut dituning ulang menjadi full range (menghasilkan suara dengan frekuensi yang lebih banyak).

Gambar Tangzu Li Zhi
Nama “Li Zhi” dari IEM ini sebenarnya diambil dari Kaisar Gaozong, salah satu penguasa penting Dinasti Tang yang dikenal karena melanjutkan fondasi kejayaan yang telah dibangun pendahulunya dan membawa Dinasti Tang menuju puncak perkembangan wilayah, ekonomi, serta pemerintahannya. Filosofi tersebut tampaknya tercermin juga pada Tangzu Li Zhi yang diposisikan sebagai hasil penyempurnaan dari generasi sebelumnya dan menjadi representasi paling matang dari visi tuning yang ingin dihadirkan oleh Tangzu. Dengan beberapa keistimewaan tersebut, Tangzu Li Zhi ini dijual di marketplace Indonesia dengan harga sekitar 10 jutaan.
PACKAGING :
IEM ini datang dengan tampilan box yang minimalis. Tampilannya sangat berbeda bila dibandingkan dengan IEM-IEM flagship Tangzu sebelumnya yang memiliki gambar karakter di depan box-nya. Di depan box IEM ini terdapat aksara Cina atau Hanzi dan juga tulisan latin “Li Zhi”. Pada kiri atasnya juga terdapat tulisan “TANGZU” beserta beberapa nama lainnya yang menjadi kelengkapan dari IEM ini.
Saat box-nya dibuka, kita akan langsung menemukan kotak kayu yang besarnya sama dengan box luarnya. Rasa unboxing-nya sama persis seperti saat membuka box-nya Tangzu The King Wukong. Jadinya kerasa premium dan mewah banget saat meng-unboxing-nya. Sepertinya untuk sebuah IEM flagship di kelas harga segini, masih belum ada yang memiliki feeling unboxing seniat ini.

Gambar Kotak Kayu dan Beberapa Kelengkapan Tangzu Li Zhi
Isi kelengkapan yang ada di dalamnya terdapat sepasang IEM, 3 pasang eartips Sonic hitam, 3 pasang eartips Sonic Galaxy, 3 pasang eartips Divinus Prism Wide Bore, 3 pasang eartips Tang Sancai Balance Bore, 3 pasang eartips Tang Sancai Wide Bore, 3 pasang eartips Tang Sancai Narrow Bore, kabel, dan juga hardcase spesialnya Tangzu. Bukan banyak, tapi BUANYAK banget isi kelengkapannya, wkwk. Eartipsnya juga sampai 6 macam dengan total 18 pasang. Memang dermawan banget ya Tangzu ini.
DESAIN :
Tampilan dari faceplate IEM ini menurut Mimin eye-cathing banget. IEM ini memiliki desain yang bertemakan Imperial Dragon dari kerajaan Tiongkok. Di faceplate-nya terdapat motif naga yang dibuat 3D embossed. Jadinya kita bisa meraba-raba bentuk naga berwarna emas ini. Bagian luar housing IEM ini sudah melalui proses Vacuum Plating dengan Finishing Matte. Dengan begitu, housing dari IEM ini akan lebih tahan dari korosi/oksidasi bila dibandingkan dengan IEM lain yang berbahan metal.
Housing dari IEM ini terbuat dari Zinc Alloy yang solid, tebal, dan cukup berbobot. Material housing tersebut menurut Tangzu memiliki stabilitas akustik yang tinggi, durabilitas yang baik, dan juga konstruksi yang kokoh tanpa terasa terlalu berat. Ukurannya juga termasuk kecil dan ramping. Hal tersebut merupakan salah satu hal yang bisa diunggulkan, karena membuatnya bisa dipakai oleh hampir setiap orang dengan nyaman dalam waktu yang cukup lama. Berbeda dengan IEM-IEM sekarang yang memiliki ukuran besar dan bulky.

Gambar Desain Tangzu Li Zhi
Mimin juga suka sekali dengan kabel bawaannya. Kabel ini dibuat oleh Zephone yang sudah memiliki pengalaman selama lebih dari 25 tahun. Warna kuning keemasannya sangat senada dengan warna faceplate dari IEM-nya. Kabelnya terbuat dari Furukawa Silver-Copper Alloy dan juga Silver-Copper Alloy yang dibuat menjadi 4 strands yang cukup tebal dengan ujung jack 4.4mm balance. Bagian atasnya twisted, sedangkan bagian bawahnya braided. Bagian luar dari kabelnya juga dilapisi dengan benang tenun yang memiliki kekuatan tarik yang sangat besar. Jadinya kabel dari IEM ini akan tahan lama walaupun sering tertarik-tarik. Sayangnya kabel dengan bahan permukaan seperti ini akan sedikit terasa microphonic saat digoyangkan ataupun bergesekan dengan baju. Walaupun bagian kainnya terasa sangat kuat, ternyata kabelnya masih bisa diatur dengan mudah. Kabelnya masih terasa soft dan bukan yang kaku sekali.
FITTING :
Karena ukuran housing-nya kecil dan ramping, seharusnya membuat IEM ini menjadi lebih nyaman digunakan untuk kebanyakan orang. Bentuk housing-nya memiliki banyak sudut yang dibuat tumpul. Walaupun bukan bentuk yang semi-pseudo, tapi bentuknya masih cukup ergonomik. Bobot dari IEM-nya juga tidak begitu membuat kuping Mimin menjadi mudah lelah. Mimin saja bisa menggunakan IEM ini berlama-lama sampai lebih dari 1 jam non-stop tanpa terasa pegal atau bahkan sakit. Waktu tersebut sudah termasuk sangat lama untuk Mimin yang biasanya melepas IEM dari kuping setiap 20 menit sekali.
Nozzle dari IEM ini juga memiliki ukuran yang termasuk normal. Mimin sendiri bisa memasangkan semua jenis eartips bawaannya dengan mudah. Yang mungkin perlu diperhatikan mungkin hanya di panjang nozzle-nya yang agak pendek. Hal tersebut membuat beberapa orang yang tidak akan bisa menggunakan IEM ini secara deep fit. Tapi mengingat banyaknya model eartips yang diberikan IEM ini, masalah tersebut seharusnya langsung bisa teratasi dengan sangat mudah. Kita bisa memilih eartips mana saja yang nyaman untuk kita gunakan nantinya ke IEM ini.
DRIVABILITY :
Menurut Mimin, IEM ini termasuk yang sangat mudah untuk di-drive. Mimin biasa menggunakan IEM ini dengan kabel 4.4mm balance bawaannya ke DAC/AMP HiBy W4 di mode USB-C nya. Di medium gain, untuk Mimin yang low volume listener (orang yang suka mendengarkan IEM di volume yang lebih rendah daripada kebanyakan orang), volume yang cocok untuk mendengarkan IEM ini di antara 4-7 dari 30 atau sekitar 20% dari volume maksimalnya.
IMPRESI SUARA :
Arah suara dari IEM ini menurut Mimin termasuk warm yang masih balance. Kuantitas bass-nya terasa lebih besar bila dibandingkan frekuensi lainnya. Dengan mid yang agak tebal dan sedikit mundur, serta treble yang sangat smooth. Suara dari IEM ini sangat nyaman digunakan dalam waktu yang lama. Soundstage-nya terasa luas dan lumayan mengitari kepala. Kalian akan merasakan sensasi suara yang benar-benar terasa mewah dan megah dari IEM ini.

Gambar Grafik Suara Tangzu Li Zhi
BASS :
Kuantitas bass dari IEM ini cukup besar, namun masih belum sampai ke levelnya basshead. Fokusnya lebih ke mid bass daripada sub bass. Jadinya suara ‘dug’ atau pukulan dari mid bass-nya akan lebih terasa daripada sensasi dalam dan gemuruh dari sub bass-nya. Untungnya frekuensi sub bass dari IEM ini tidak dibuat roll off atau turun. Jadinya masih terdapat ekstensi di sub bass-nya walaupun bukan yang paling dalam.
Contohnya waktu Mimin mendengarkan lagunya Penthouse yang berjudul “Taxi to the Moon”, suara hentakan dari mid bass-nya terasa solid dan sangat berisi. Impact dan physicality dari pukulannya terasa bagus sekali. Bukan pukulan yang lemas atau pillowy. Sensasi dalamnya juga masih tetap terdengar di sini. Bass dari IEM ini juga masih bisa memberikan tekstur yang termasuk baik.
Untuk sebuah IEM single DD, kualitas bass dari IEM ini sudah sangat bagus. Karena dapat memberikan impact dan tekstur yang bagus, serta transient speed yang tidak terasa lambat untuk kuantitas bass yang agak banyak. Pokoknya kalian harus merasakan betapa bagusnya kualitas bass dari IEM ini.
MID :
Menurut Mimin, presentasi frekuensi mid dari IEM ini termasuk yang agak relax dan lumayan tebal. Jadinya buat kalian penikmat lagu dengan vokal yang berat (kebanyakan suara laki-laki) pasti akan suka dan cocok dengan suara mid dari IEM ini. Vokal laki-laki akan terasa sangat berbodi. Suara vokal tidak akan terasa tipis di sini. Lalu karena vokal dari IEM ini dibuat agak relax, pastinya membuat IEM ini menjadi sangat aman dari gejala shouty atau suara vokal yang terlalu maju.
Sayangnya untuk suara vokal perempuannya menjadi terasa sedikit mundur. Contohnya di lagunya Penthouse yang berjudul “One Two Three”. Posisi suara vokal perempuannya terasa sedikit berada di belakang suara vokalis laki-lakinya. Untungnya suara teriakannya masih terdengar lepas dan tidak terasa tertahan ataupun terdengar sengau. Tapi bagusnya, suara mid seperti ini akan membuat suara alat musik bernada rendah seperti bass gitar dan kick drum menjadi lebih ter-highlight. Sedangkan untuk suara alat musik lainnya seperti gitar, violin, dan piano, menurut Mimin masih termasuk pas dan normal saja.
TREBLE :
Buat kalian yang sensitif dengan suara treble, pasti akan cocok dengan suara treble dari IEM ini. Secara keseluruhan, suara treble yang dihasilkan oleh IEM ini terasa sangat smooth dan aman sekali dari treble yang nusuk. Mimin tidak pernah merasakan adanya treble yang terdengar sibilance ataupun kasar. Pokoknya treble dari IEM ini akan membuat kalian merasa nyaman menggunakan IEM ini dalam waktu yang sangat lama. Belum lagi timbre-nya yang sangat organik. Suara simbal yang muncul saat menggunakan IEM ini sama sekali tidak terasa metalik ataupun plastiky.
Fokus treble-nya lebih terasa di mid treble daripada upper treble-nya. Jadinya attack awal dari suara simbal seperti ‘cess’ nya akan lebih terasa disini, daripada suara gemericik di upper treble-nya. Sebenarnya IEM ini masih terasa kurang eksten di upper treble-nya, bahkan sudah termasuk dark. Namun karena itu juga, dia bisa menjadi IEM yang bisa menemani kita untuk mendengarkan banyak sekali lagu yang kita sukai.
TEKNIS :
Walaupun bukan yang paling besaing, namun secara teknikalitasnya IEM ini ternyata masih memiliki level teknis yang cukup baik untuk sebuah IEM dengan konfigurasi single DD. Bagian teknikalitas yang sangat menonjol dari IEM ini ada di resolusinya yang sangat jelas, dinamika yang sangat mantap, soundstage yang termasuk luas dengan bentuknya yang cukup membulat, transient speed yang masih cukup gesit untuk sebuah IEM yang memiliki bass yang agak besar, dan juga timbre-nya yang sangat natural. IEM ini pokoknya cocok untuk menjadi salah satu pilihan upgrade kalian yang suka dengan IEM dengan konfigurasi single DD.
PENUTUP :
Tangzu Li Zhi hadir sebagai salah satu IEM single DD yang menawarkan keseimbangan menarik antara karakter suara musikal dan kemampuan teknikal yang masih kompetitif di kelas harganya. Dengan tuning yang matang serta penyajian yang nyaman untuk didengarkan dalam waktu lama, Li Zhi mampu menghadirkan pengalaman mendengarkan yang menyenangkan tanpa terasa terlalu berlebihan di salah satu frekuensi. Karakter suaranya juga cukup fleksibel untuk berbagai genre musik dan masih mampu mempertahankan kesan natural serta mudah dinikmati.
Selain kualitas suara yang solid, Tangzu Li Zhi juga menawarkan build quality dan pengalaman penggunaan yang baik secara keseluruhan. Kombinasi tonal yang enak didengar, performa teknikal yang memadai, serta karakter yang tidak terlalu ekstrem membuat IEM ini menjadi salah satu pilihan menarik bagi pendengar yang mencari keseimbangan antara musikalitas dan kemampuan detail. Secara keseluruhan, Tangzu Li Zhi merupakan IEM yang mampu memberikan pengalaman mendengarkan yang menyenangkan dan nyaman untuk penggunaan sehari-hari.

Gambar Detail Faceplate dan Kelengkapan Lain dari Tangzu Li Zhi
Cocok untuk siapa:
- Pendengar yang mencari karakter suara yang warm balance dan musikal.
- Pengguna yang menyukai presentasi suara natural dan nyaman untuk sesi mendengarkan panjang.
- Penikmat berbagai genre musik yang membutuhkan IEM serba bisa.
- Pendengar yang mengutamakan keseimbangan antara kualitas tonal dan kemampuan teknikal.
- Pengguna yang menginginkan IEM dengan karakter mudah dinikmati tanpa tuning yang terlalu ekstrem.
- Para kolektor IEM yang suka dengan desain faceplate yang menarik.
- Pengguna yang menyukai IEM dengan ukuran housing kecil.
- User yang ingin mendapatkan banyak kelengkapan dalam satu paket pembelian
Kelebihan:
- Tuning yang seimbang dan nyaman didengarkan.
- Karakter suara musikal dengan presentasi natural.
- Performa teknikal yang kompetitif di kelasnya.
- Fleksibel untuk berbagai genre musik.
- Detail dan separasi yang baik.
- Cocok untuk sesi mendengarkan dalam waktu lama.
- Build quality dan kenyamanan penggunaan yang baik.
- Bentuknya yang kecil membuatnya nyaman digunakan untuk kebanyakan orang.
- Motif dan desain yang sangat menarik.
- Terdapat banyak sekali kelengkapan di dalam box-nya.
Kekurangan:
- Kurang cocok untuk treblehead.
- Beberapa aspek teknikal masih dapat dikalahkan oleh kompetitor di kelas yang sama.
Segitu aja yang bisa Mimin jelasin ya. Terima kasih buat temen-temen yang sudah baca. Kalau ada yang ingin ditanyakan, bisa langsung tulis saja di kolom komentar. Sampai ketemu lagi di review selanjutnya. Cheers!