Yu9 Que: Sensasi IEM Flagship dengan Musikalitas yang Bikin Ketagihan!

Review Yu9 Que

Setelah sekian lamanya, akhirnya Mimin bisa membahas IEM yang diam-diam banyak diminati, yaitu Yu9 Que. IEM ini merupakan IEM yang spesial karena digadang-gadang memiliki ciri khas yang sama seperti kebanyakan IEM flagship loh. Mau tau sespesial apa IEM ini? Yuk, kita langsung masuk ke pembahasannya!

 

PEMBUKA :

Yu9 Que merupakan IEM yang dibuat oleh produsen butik yang berasal dari Cina. Oleh karena itu, ketersediaan IEM ini terasa tidak sebanyak IEM-IEM yang dibuat oleh pabrik yang mampu membuatnya dengan jumlah yang lebih banyak dalam satu waktu. Namun hal tersebut tidak membuat mereka menjadi kalah saing. Karena nyatanya IEM ini masih terus menjadi incaran oleh banyak sekali audiophile portable di dunia, termasuk di Indonesia juga.

IEM ini memiliki konfigurasi driver yang cukup sederhana, yaitu 1 Dynamic Driver dan 3 Balance Armature. Di marketplace Indonesia, IEM ini dijual dengan harga sekitar 7,9 jutaan.

Gambar Tampilan Yu9 Que

 

PACKAGING :

Bentuk box dari IEM ini seperti kubus sama sisi. Rasanya bentuk box seperti ini sangat unik dan jarang kita temui. Karena biasanya bentuk box dari kebanyakan IEM belakangan ini adalah persegi panjang. Hal itu merupakan salah satu aspek yang memperlihatkan kalau produsen butik bisa lebih berkreasi, tidak hanya untuk isinya, tapi juga sampai ke bagian terluarnya (box-nya). Ukurannya termasuk besar dengan warna hitam di keseluruhan box-nya. 

Di dalamnya terdapat banyak sekali kelengkapan dari IEM-nya. Mulai dari sepasang IEM, kabel, hardcase, 3 pasang eartips silicon, 4 pasang eartips liquid silicon beserta casing eartips-nya, cleaning cloth, cable clip, dan pouch kecil untuk housing IEM-nya. Secara keseluruhan, isi kelengkapannya sudah sangat fungsional.

Gambar Kelengkapan Yu9 Que

 

DESAIN :

IEM ini memiliki tampilan faceplate yang sangat menarik. Terdapat banyak garis yang meliuk-liuk seperti membentuk sebuah peta topografi. Motif ini juga dibuat 3D, jadinya kita bisa merasakan tekstur dan lekukan dari garis-garis tersebut. Di masing-masing housing-nya juga terdapat sedikit tulisan “YU9 Audio” pada faceplate sebelah kanan, dan “QUE” pada faceplate sebelah kiri. Yu9 Que juga memiliki dua varian warna faceplate. Ada yang berwarna grey, ada juga yang berwarna silver.

Sebagian besar material facepate-nya terbuat dari metal. Sedangkan untuk sisa faceplate-nya ada yang terbuat dari plastik berlubang yang menyambung dari bagian faceplate ke bagian shell-nya. Di bagian plastiknya juga terdapat beberapa lubang yang berfungsi sebagai vent hole. Oh ya, shell dari IEM ini terbuat dari resin dengan finishing yang sangat rapi dan halus. Mimin tidak menemukan adanya bagian yang kasar atau sambungan yang tidak presisi di setiap sisi dari IEM ini. Pokoknya untuk build quality, IEM ini patut banget diacungi jempol.

Gambar Desain Faceplate Yu9 Que

Namun sayangnya, kabel bawaan dari IEM ini terasa biasa saja. Kabelnya berwarna hitam yang terdiri dari 2 strands. Ukurannya termasuk yang agak tipis dan bukan yang paling fleksible. Karena saat Mimin coba menggulung kabelnya, IEM ini masih sedikit bergerak untuk menyesuaikan dengan bentuk awalnya. Kabelnya memiliki jack 4.4mm balance yang fix, bukan modular. Setidaknya kabel dari IEM ini masih cukup nyaman digunakan karena bobotnya yang ringan, bentuknya yang agak tipis, dengan bentuk earhook yang pas melingkar ke belakang daun telinga Mimin.

 

FITTING :

Ukuran housing dari IEM ini termasuk yang agak besar dan bulky. Housing-nya terlihat dan terasa lebih besar bila dibandingkan beberapa IEM lain di kelas harganya. Untungnya kalau dilihat dari aspek ukuran tinggi dan lebarnya, IEM ini masih termasuk normal. Untuk Mimin yang memiliki ukuran kuping yang sedang masih terasa nyaman menggunakan IEM ini berlama-lama. Hal itu didukung juga dengan bentuk shell-nya yang memiliki lekukan seperti semi-pseudo. Bentuknya cukup pas saat menempel ke concha/konka telinga Mimin. Bobot dari IEM ini juga masih termasuk ringan, mengingat sebagian besar housing-nya terbuat dari resin. Permukaannya yang halus juga sangat nyaman saat menyentuh kulit telinga Mimin.

Sedangkan untuk ukuran nozzle-nya terasa sedikit lebih besar daripada kebanyak nozzle dari IEM lain. Bagian ujung dari nozzle-nya juga dibuat lurus tanpa adanya penahan untuk menahan posisi dari eartipsnya. Jadi mungkin kita harus sedikit berhati-hati untuk memasangkan beberapa eartips yang memiliki ukuran bore yang agak sempit ke nozzle IEM ini. Untungnya kedua jenis eartips bawaan dari IEM ini masih bisa Mimin pasangkan dengan cukup mudah. Bahan dari kedua eartipsnya juga sangat nyaman untuk digunakan berlama-lama.

 

DRIVABILITY :

IEM ini menurut Mimin masih sangat mudah untuk di-drive. Mimin biasa menggunakan IEM ini dengan kabel bawaan dan jack 4.4mm-nya ke DAC/AMP Hiby W4 di mode USB-C nya. Di medium gain, untuk Mimin yang low volume listener (orang yang suka mendengarkan IEM di volume yang lebih rendah daripada kebanyakan orang), volume yang cocok untuk mendengarkan IEM ini di antara 2-4 dari 30 atau sekitar 10% dari volume maksimalnya.

 

SUARA :

IEM ini memiliki suara yang balance dengan sedikit tambahan bumbu pada mid bass dan upper treble-nya. Suaranya sangat musikal dengan bass yang menghentak, vokal yang agak maju dengan bobot yang sedikit tebal, serta treble yang sangat eksten dan sangat halus. Kita juga akan dibuat kagum dengan soundstage-nya yang terdengar sangat megah saat pertama kali mendengarkan IEM ini. Secara keseluruhan, IEM ini masih termasuk kategori IEM dengan suara yang all-rounder atau bisa digunakan untuk mendengarkan berbagai macam genre lagu.

Gambar Grafik Suara Yu9 Que

BASS :

Sebenarnya secara kuantitas, bass dari IEM ini bukan yang paling besar. Tetapi Mimin yakin kebanyakan orang pasti akan puas dengan hentakan mid bass dari IEM ini. Saat Mimin coba mendengarkan lagunya Creepy Nuts yang berjudul “doppelgänger”, suara ‘dug’ dari pukulan mid bass-nya mantap dan satisfying banget. Impact-nya terasa solid, begitu juga dengan bobotnya yang sangat berisi. Physicality-nya juga sangat terasa di sini.

Mimin cobain juga mendengarkan lagu lain yang berjudul “With Glory I Shall Fall” dari soundtrack game Wuthering Waves. Hampir sebelum lagunya masuk ke bagian Chorus/Reff, Mimin bisa merasakan adanya tekstur yang muncul dari suara bass gitar yang enak sekali didengar. Pokoknya untuk kalian yang suka dengan suara bass (ataupun basshead sekalipun) wajib banget nyobain IEM ini.

Hal itu menunjukan kalau IEM ini memiliki bass yang lebih fokus ke mid bass daripada sub bass-nya. Untungnya suara sub bass dari IEM ini tidak dibuat roll off atau turun. Sensasi dalam dan gemuruh dari sub bass-nya masih kerasa kok, tapi sayangnya bass dari IEM ini bukan yang paling gesit apabila dipakai untuk mendengarkan lagu yang cepat seperti double pedalan. Untungnya kontrol bass dari IEM ini masih termasuk rapi loh. Mimin hanya sedikit saja merasakan adanya bagian bass yang menyeberang ke bagian mid-nya.

 

MID :

Frekuensi mid dari IEM ini juga tidak kalah bagus dengan suara di frekuensi bass-nya. Suara vokalnya secara keseluruhannya terasa sweet, agak tebal, dan lush. Mimin suka dengan suara vokal yang dihasilkan dari IEM ini, karena suaranya terasa full bodi dan bukan yang tipis. Posisinya sedikit saja terasa agak maju. Energi yang disampaikan oleh penyanyinya saat berada di nada tinggi pun masih termasuk OK, tapi walaupun bukan yang energik banget. Bagusnya karena suara vokal dari IEM ini dibuat agak santai, hal itu membuat IEM ini menjadi aman sekali dari suara vokal yang terlalu menyemprot atau shouty. Mimin juga tidak menemukan adanya suara vokal yang tertahan atau bahkan sampai membuatnya terdengar sengau.

Suara vokal laki-laki dan perempuannya juga bisa terdengar setara di IEM ini. Keduanya tidak saling mendominasi. Hal itu Mimin dengarkan dari lagu vokalan andalan Mimin yang berjudul “One Two Three” dari Penthouse. Saat kedua vokalis laki-laki dan perempuannya bernyanyi, keduanya terasa seimbang dan tidak saling mendominasi. Namun karena presentasi vokalnya dibuat agak santai atau relax, di beberapa saat suara alat musik bernada rendah seperti kick drum dan bass gitar terasa sedikit mengganggu vokalnya. Sedangkan untuk suara alat musik lain seperti terompet, piano, gitar, dll. Masih terdengar natural apa adanya.

 

TREBLE :

Suara dari frekuensi ini lah yang paling Mimin suka dari IEM ini. Secara kuantitas, treble yang dihasilkan dari IEM ini masih terasa pas. Banyak sekali detail yang bisa dimunculkan oleh IEM ini. Biasanya IEM yang memiliki banyak detail akan terasa bright dan mungkin mengganggu untuk sebagian orang yang sensitif dengan suara treble. Namun bagusnya, IEM ini masih bisa membuat suara treble-nya menjadi sangat smooth, linear dan aman sekali dari suara treble yang nyakitin. Mimin tidak merasakan adanya suara treble yang nusuk, harsh ataupun sibilance. Sepertinya masih jarang ya IEM yang bisa memberikan banyak detail dari treble tanpa membuat kita menjadi gampang capek saat mendengarkannya.

Bagian mid treble dan upper treble-nya juga dibuat sangat seimbang. Jadinya saat suara simbal muncul, suara splashy dari attack awalnya seperti suara ‘ces’-nya berasa pas. Ekstensi ke upper treble-nya juga seperti suara ‘sssh’ atau gemericik kecilnya bisa terdengar jelas sampai ke ujung frekuensinya. Jadinya sensasi airy dan sparkling-nya juga dapet banget di sini.

 

TEKNIS :

Kalau soal teknikalitasnya, IEM ini masih termasuk bersaing untuk di kelas harganya. Detailnya masih dapet, dinamikanya jelas, dengan timbre-nya sangat natural. Soundstage-nya juga bisa terdengar megah dan lebar banget. Bentuknya agak lonjong karena lebar kanan-kirinya terasa kurang diimbangi dengan depth depan-belakang dan height atas-bawahnya. Imaging masih termasuk bagus, separasinya masih cukup terpisah, resolusinya juga masih OK untuk kelas harganya. 

 

PENUTUP :

Yu9 Que merupakan IEM butik yang berhasil menghadirkan kombinasi antara musikalitas dan performa teknikal yang sangat matang. Karakter suaranya terasa balance dengan tambahan sedikit energi pada mid bass dan upper treble, menghasilkan presentasi yang menyenangkan untuk berbagai genre musik. Bass-nya menghentak dan bertekstur, vokalnya sweet dan agak tebal, sedangkan treble-nya sangat detail, airy, namun tetap smooth dan nyaman didengarkan dalam waktu lama. Soundstage yang luas dan megah juga menjadi salah satu daya tarik utama dari IEM ini.

Selain kualitas suaranya yang sangat solid, Yu9 Que juga menawarkan build quality yang sangat baik, fitting yang nyaman, serta paket penjualan yang cukup lengkap. Walaupun masih memiliki beberapa kekurangan seperti kabel bawaan yang biasa saja dan karakter bass yang bukan yang paling cepat, secara keseluruhan Yu9 Que tetap menjadi salah satu IEM di kelasnya yang mampu memberikan sensasi suara ala flagship dengan musikalitas tinggi dan karakter yang sangat all-rounder.

Gambar Yu9 Que

Cocok untuk siapa?

  • Pengguna yang mencari IEM all-rounder untuk berbagai genre musik.
  • Pendengar yang menyukai bass menghentak dengan physicality kuat.
  • Pengguna yang mengutamakan kualitas dan tekstur bass dibanding kuantitas berlebihan.
  • Pengguna yang menyukai vokal sweet, lush, dan agak tebal.
  • Pendengar yang sensitif terhadap treble tetapi tetap menginginkan detail yang tinggi.
  • Penggemar soundstage luas dengan presentasi yang megah.
  • Pengguna yang mengutamakan musikalitas tanpa mengorbankan kemampuan teknikal.
  • Pendengar yang mencari sensasi suara yang mengingatkan pada IEM flagship.

 

Kelebihan

  • Karakter suara balance dan sangat musikal.
  • Mid bass menghentak dengan physicality dan tekstur yang memuaskan.
  • Sub bass tetap dalam dan tidak roll-off.
  • Vokal sweet, lush, dan memiliki body yang bagus.
  • Treble sangat detail, airy, dan extended.
  • Treble halus tanpa harsh ataupun sibilance.
  • Timbre yang natural.
  • Soundstage sangat besar dan megah.
  • Dinamika dan imaging yang bagus.
  • Build quality sangat rapi dan premium.
  • Fitting nyaman walaupun ukuran housing cukup besar.
  • Paket penjualan lengkap dan fungsional.
  • Mudah untuk di-drive.

 

Kekurangan

  • Kabel bawaan terasa biasa saja dan fleksibilitasnya kurang maksimal.
  • Bass bukan yang paling cepat untuk lagu dengan double pedal atau tempo sangat cepat.
  • Resolusi dan separasi masih belum menjadi yang terbaik di kelas harganya.

Segitu aja yang bisa Mimin jelasin ya. Terima kasih buat temen-temen yang sudah baca. Kalau ada yang ingin ditanyakan, bisa langsung tulis saja di kolom komentar. Sampai ketemu lagi di review selanjutnya. Cheers!